Facebook Query Language (FQL) adalah bahasa kueri yang dikembangkan oleh Facebook untuk memungkinkan pengambilan data dari platform Facebook menggunakan antarmuka bergaya SQL. FQL dirancang untuk memberikan alternatif terhadap penggunaan Facebook Graph API dalam mengakses data pengguna. Data yang dikembalikan melalui kueri FQL secara bawaan disajikan dalam format JSON, sehingga memudahkan pemrosesan dan integrasi dengan berbagai aplikasi dan layanan.[1]

Sejarah

sunting

Facebook Query Language pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Februari 2007. Bahasa kueri ini digunakan sebagai salah satu metode untuk mengakses data dari platform Facebook. Pada 7 Agustus 2016, FQL secara resmi dihentikan bersamaan dengan berakhirnya dukungan untuk Facebook API versi 2.0.[2] Versi API Facebook yang dirilis setelahnya tidak lagi mendukung penggunaan FQL, sehingga pengambilan data hanya dapat dilakukan melalui antarmuka pemrograman aplikasi yang lebih baru.

Contoh

sunting

Berikut ini adalah contoh kueri Facebook Query Language yang digunakan untuk mengambil beberapa jenis data dari tabel status milik satu pengguna. Dalam contoh ini, kueri mengambil pengenal status, isi pesan, waktu pembuatan, dan sumber status untuk pengguna yang diidentifikasi sebagai me:

SELECT status_id,message,time,source FROM `status` WHERE uid = me()

Kueri tersebut dijalankan dengan mengirim permintaan ke endpoint FQL pada Facebook Graph API, dengan parameter kueri yang ditetapkan dalam nilai q. Hasil kueri dikembalikan secara bawaan dalam format JSON untuk diproses lebih lanjut oleh aplikasi klien.

Referensi

sunting
  1. ^ "Facebook Query Language (FQL)". Facebook Developers (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-16.
  2. ^ "'facebook-fql' tag wiki". Stack Overflow (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-16.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

ChatGPT

65-billion-parameter language model" [Memperkenalkan LLaMA: Sebuah model bahasa dasar dengan 65 miliar parameter]. ai.facebook.com (dalam bahasa Inggris)

Serangan dunia maya di Indonesia

lintas layanan. Alat yang digunakan berupa malware, injeksi Structured Query Language, Phishing, Man-in-the-middle, Denial of service, DDos, serangan terhadap