Direktorat-Jenderal untuk Keamanan Luar Negeri (bahasa Prancis: Direction générale de la Sécurité extérieure, DGSE) adalah agensi intelijen luar negeri Prancis. Dibentuk tanggal 2 April 1982 untuk menggantikan Service de Documentation Extérieure et de Contre-Espionnage (SDECE). Mottonya adalah Partout où nécessité fait loi ("Di setiap tempat dimana kewajiban membuat hukum").

Badan Intelijen Prancis terbagi menjadi dua satuan utama yaitu The Central Directorate of Interiori Intelligence (DCRI) bertugas mengurusi masalah domestik, dan Direction générale de la Sécurité extérieure (DGSE) mengurusi masalah luar negeri. DGSE merupakan badan intelijen Prancis yang menangani bagian luar dengan kendali di bawah arahan Kementerian Pertahanan Prancis.[1]

Sejarah Organisasi

sunting

Sejarah singkat berdirinya DGSE dimulai sekitar tahun 1947, didahului terbentuknya organisasi Deucieme Bureau sebagai badan intelijen militer khusus masalah luar negeri Prancis sejak tahun 1871. Setelah Prancis menderita kekalahan sekitar tahun 1940, segala urusan intelijen ditangani oleh Centre d’information Gouvernemental/Center for Government Information (CIG), dengan diketuai Laksamana Francois Darlan.[2]

Pada tanggal 1 Juli 1940, masih dalam masa pengasingan, Pemerintah Prancis menciptakan dinas intelijen sendiri, yang dikenal sebagai Service de Renseignements (SR) dengan menugaskan Jenderal Charles de Gaulle untuk memimpin organisasi tersebut. Perubahan mewarnai dinamika organisasi intelijen ini, selang satu tahun, tepat pada 15 April 1941 SR berganti nama menjadi Bureau Central de Renseignement et d’action Militaire (BCRAM), dan kembali mengubah nama menjadi Bureau Central de Renseignements et D’action (BCRA) pada tanggal 17 Januari 1942 dipimpin oleh Captain Andre Manuel (Pallas) yang saat itu masih berhubungan erat dengan Badan Intelijen Inggris MI6. Bagian dari BCRA meliputi Action Militaire/Military Action (AM), Contre-Espionnage/ Counterintelligence (CE), Evasion/Escape (E), Politique (N/M for non militaire/non-military operations).

Konstelasi perpolitikan di Prancis membuat sejarah baru bagi perkembangan badan intelijen Prancis. Rekonsiliasi antara Jenderal Henri Giraud dan Charles de Gaulle tahun 1943 mengantarkan Giraud sebagai kepala komandan pasukan bersenjata, dan de Gaulle sebagai presiden. Kesepakatan tersebut berhasil mengubah wajah organisasi BCRA melalui peleburan dengan badan intelijen pimpinan Louis Rivet menjadi sebuah organisasi baru bernama The Direction Generale Des Service Speciaux (DGSS), dengan diikuti pengunduran diri dari Louis Rivet. Pada tahun 1944 DGSS berubah menjadi the Direction generale des etudes et recherces (DGER) yang belakangan pada tahun 1945 berubah menjadi the Service de Documentation Ecterieure et de Contre-Espionnage (SDECE) dengan penanggung jawab Perdana Menteri. Keberadaan SDECE sempat menggegerkan dengan berita skandal dan kontroversi melalui kewenangan yang tak terbatas termasuk pendanaan kegiatan operasi seperti saat perang Vietnam dari hasil perdagangan obat-obatan. Selain itu, terjadi konflik internal dalam SDECE dengan adanya perebutan pengaruh yang berakibat pada penyalahgunaan kegiatan operasi. Akibatnya, SDECE ditempatkan di bawah kendali Kementerian Pertahanan. Badan organisasi intelijen Prancis kembali mengalami perubahan melalui restrukturisasi organisasi yang dilakukan pada 4 April 1982, SDECE berubah menjadi Direction Generale De La Securite Exterieure (DGSE). Tugas utama DGSE adalah menjamin keamanan dalam negeri dan berkerja sama dengan badan intelijen asing.

Organisasi

sunting

Markas kedudukan DGSE terletak di CAT (Centre Administratif des Tourelles), tepatnya di Mortier Boulevard di XXe Arrondissement di Paris, sekitar 1 km timur laut Pere Lachaise Cemetery. Letak DGSE juga berdekatan dengan Piscine des Tourelles atau Federasi Kolam Renang Prancis karena itu sering dijuluki sebagai La Piscine (Kolam Renang). Bangunan yang sering digunakan sebagai La Piscine (kolam renang) karena letaknya dekat dengan Piscine des Tourelles, DGSE sempat mendapatkan tambahan lahan di depan Piscine des Tourelles karena sebelumnya pernah diadakan proyek untuk memindahkan markas DGSE seluruhnya ke Noisy Le Sec (yang sudah ditempati oleh Divisi Operasi) tetapi karena kekurangan dana akhirnya tidak diteruskan.

Tugas dan Fungsi DGSE

sunting

DGSE berada di bawah Departemen Pertahanan memiliki tanggung jawab besar terhadap urusan negara Prancis baik yang berhubungan dengan intelijen militer, intelijen elektronik maupun terhadap kegiatan kontra spionase dilakukan di luar wilayah Prancis. Oleh karena itu, porsi terhadap DGSE menjadi besar mengingat ancaman yang datang dari luar semakin meningkat. Struktur organisasi DGSE dibagi menjadi beberapa direktorat, antara lain:

  • Direktorat Administrasi
  • Direktorat Strategi
  • Direktorat Intelijen dibagi menjadi dua yaitu intelijen politik dan intelijen keamanan
  • Direktorat Teknis (bertanggung jawab terhadap intelijen elektronik dan alat).
  • Direktorat Operasi terdiri dari divisi kegiatan (bertanggung jawab dalam kegiatan klandestin). Divisi kegiatan juga bertanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi klandestin. Di dalam divisi ini di dalamnya juga melakukan program pengembangan pengayaan nuklir (sebagai contoh Le Canard tahun 1990), dan perlengkapan militer seperti pangkalan angkatan laut Ile Longue, Bretagne. Markas divisi terletak di benteng Noisy le Sec.

Cakupan kegiatan DGSE meliputi pengumpulan intelijen, antara lain human intelligence, baik menggunakan personil maupun informan yang didapatkan dari penduduk maupun non-penduduk secara sukarela, signal intelligence, dan analisis ruang pemetaan. Kegiatan lainnya menggunakan dukungan terhadap human intelligence dengan penggunaan alat teknologi, operasi khusus sampai melakukan kegiatan counter Intelligence yang sering berkoordinasi dengan DCRI

Direktur

sunting

Kepemimpinan dalam tubuh DGSE dijabat oleh seorang Direktur. Direktur DGSE harus memiliki pengalaman di bidang militer. Kepemimpinan DGSE mengalami beberapa kali periodisasi, berikut ini daftar direktur DGSE dari masa ke masa antara lain:

Referensi

sunting
  1. ^ [1]
  2. ^ DGSE. (2009). In Encyclopædia Britannica. Retrieved October 05, 2009, from Encyclopædia Britannica Online: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/160588/DGSE

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Senny Mayulu

Jacquot, Guillaume (14 November 2023). "PSG, l'autre prodige de 17 ans qui fait parler de lui" [PSG, the other prodigy of 17 years who is making people talk

Brigitte Macron

tanggal 15 April 2017. Hartzer, Renaud (8 May 2017). "Brigitte Macron a fait ses premiers pas en politique... en Alsace". France 3 Grand Est. Diakses

Kerupuk

krupuk : N.K. la partie interne et charnue de la peau du buffle, que l'on fait sécher pour être ensuite mangée avec le riz. Sumber: Dictionnaire Javanais-Français

Du fait de cuisine

Du fait de cuisine ("Tentang seni memasak") merupakan buku masak dari Abad Pertengahan Akhir, yang ditulis tahun 1420 sebagai bagian kompetisi dengan Kadipaten

Daftar nama bendera

Trinacria, Sisilia. Üçrəngli Bayrağı (Bendera Triwarna), Azerbaijan. L'Union Fait La Force (Kesatuan adalah Kekuatan). Union Jack atau Union Flag, bendera

Lambang Belgia

dalam Lambang Belgia umumnya ditulis dalam bahasa Prancis sebagai "L'Union fait la force", tetapi dalam versi lengkapnya, semboyan bahasa Belanda "Eendracht

Iqos

(Britania)). 2021-11-07. Olivier, Wurlod (2017-07-15). "Une enquête de Reuters fait tousser Philip Morris". Tribune de Genève (dalam bahasa Prancis). ISSN 1010-2248

Céline Dion

maison. Incognito sales: "Jean Alain Roussel: Le Maestro mauricien qui a fait chanter le monde". Le Mauricien (dalam bahasa French). 18 October 2012. Diakses