KRI Pulau Fani 731
Karier IndonesiaIndonesia
Dipesan29 Januari 2020
ProduksiAbeking & Rasmussen
Mulai dibuat26 November 2020
Diluncurkan12 Oktober 2022
Harga Unit-
StatusMasih bertugas
Karakteristik umum
Berat benaman-
Panjang61,4 meter
Lebar11,1 meter
Draught-
Kecepatan-
Awak kapal-
KRI Pulau Fani (731) sedang diangkut dari galangan kapal

KRI Pulau Fani (731) adalah kapal perang penyapu ranjau milik TNI Angkatan Laut yang dibangun di Galangan kapal Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman. Kapal penyapu ranjau ini berjenis MCMV (mine counter-measure vessel) yang mampu bekerja baik di laut dangkal maupun laut dalam. Pemotongan baja pertama (first steel cutting) dilakukan pada tanggal 26 November 2020.[1] KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 akan menggantikan dua kapal pemburu ranjau sebelumnya, yakni KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Rupat-712 yang usianya sudah cukup tua.

Sejarah

sunting

Pemberian nama kapal ini dilakukan di Jerman oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di Galangan Abeking & Rasmussen, pada Selasa, 11 Oktober 2022.[2] Kapal ini sendiri mulai mendapatkan kontrak efektifnya pada tanggal 29 Januari 2019. Tradisi yang dilakukan untuk peresmian kapal ini adalah dengan melakukan pemotongan tali untuk pemecahan kendi ke badan kapal tersebut oleh Istri KSAL yakni Vero Yudo Margono selaku 'Ibu Kandung Kapal'.[3] Dilanjutkan dengan penekanan tombol peluncuran nama kapal oleh istri wakil menteri pertahanan Metty Herindra dan Vero Yudo Margono. Lalu untuk ship launching ditandai dengan memotong tali tambat kapal dengan memakai kapak oleh Kasal Laksamana Yudo. Kemudian uji coba pelayaran (sea trial) kapal ini dilakukan pada tanggal 23 Februari 2023.[4]

Spesifikasi

sunting
KRI Pulau Fani (731) sedang menjalani sea trial di Jerman.

Kapal MHV-60 kelas Frankenthal ini memiliki dimensi panjang 61,4 meter dan lebar 11,1 meter. Berbahan dasar baja non-magnetik, memiliki degaussing system untuk mengurangi kemagnetan kapal. Dilengkapi penggerak motor mesin elektrik yang mampu meminimalisir kebisingan.[5]

Kapal ini dilengkapi dengan Autonomous Underwater Vehicle (UAV) yang berguna untuk membantu mendeteksi dan mengidentifikasi kontak di dalam air dan juga terdapat unmanned surface vessel (USV) yang berfungsi sebagai kapal tanpa awak yang membersihkan dan menyapu ranjau dari permukaan laut.

Pada kapal pemburu ranjau keluaran galangan kapal Jerman ini terdapat platform Remotely Operated Vehicle (ROV) dan peralatan sonar bawah air untuk mendeteksi ancaman dari perairan dalam.

Desain kapal ini dikembangkan oleh Abeking & Rasmussen berdasarkan desain yang telah ada sebelumnya dari kelas Frankenthal milik Angkatan Laut Jerman.[6]

Trivia

sunting

Ada yang unik dari penamaan kapal perang republik Indonesia yang satu ini, dimana KRI Pulau Fani (731) tidak mengikuti kebiasaan lama dalam penamaan kapal pemburu ranjau seperti para pendahulu-pendahulu sebelumnya, bisa disebutkan contoh seperti KRI Pulau Rupat (712), KRI Pulau Romang (723) dan KRI Pulau Rote (721). Penamaan kapal ini mengacu pada akronim KPR yang merupakan kepanjangan dari 'kapal pemburu ranjau', kata R berasal dari idiom 'ranjau'.

Pulau Fani merujuk pada pulau terluar dari tiga buah terluar di Provinsi Papua Barat.

KRI Pulau Fani memiliki sister ship/kapal saudari yang bernama KRI Pulau Fanildo.

Komandan

sunting
  1. Letkol Laut (P) Mufianto Machfud, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CTMP. (2023-2024)
  2. Letkol Laut (P) Farid Ardiansyah, M. Tr. Opsla. (2024-Sekarang)

Referensi

sunting
  1. ^ KBRI Berlin,, Kantor Atase Pertahanan (2020-11-29). "DUA KAPAL MCMV PESANAN INDONESIA MASUKI TAHAP AWAL PENGERJAAN". Kementrian Luar Negeri Indonesia. Diakses tanggal 2022-10-23. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ^ Yahya, Achmad Nasrudin (2022-10-13). Santosa, Bagus (ed.). "Dinamai Pulau Fani dan Pulau Fanildo, Ini Spesifikasi 2 Kapal Perang Penyapu Ranjau TNI AL". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-10-23.
  3. ^ Hirschmann, Miranti (2022-10-13). novianti (ed.). "Kasal Pimpin Acara Peluncuran Kapal Buru Ranjau di Jerman". tvOneNews.com. Diakses tanggal 2022-10-23.
  4. ^ "EXPLORER 1". Fleetmon. 2023-02-23. Diakses tanggal 2023-02-26.
  5. ^ indomiliter (2022-10-14). "KSAL Luncurkan Kapal Penyapu Ranjau Terbaru KRI Pulau Fani 731, Kapal Kedua Bernama KRI Pulau Fanildo". Indomiliter.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-10-23.
  6. ^ "Login - THB". www.thb.info. Diakses tanggal 2022-10-25.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pulau Fani

Pulau Fani adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Pasifik dan berbatasan dengan negara Palau. Pulau Fani ini merupakan bagian dari wilayah

Stefani Horison

Stefani Horison atau yang akrab dipanggil Fani (lahir 11 November 1996) adalah pemenang kompetisi memasak MasterChef Indonesia musim kelima. Bakat memasaknya

Aceng Fikri

singkat kepada Fani: "Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan". Sang bupati sendiri menampik bahwa hubungannya dengan Fani adalah pernikahan

Fani Supriyanto

Fani Supriyanto (lahir 30 Mei 2004) adalah pemain sepak bola wanita asal Indonesia yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Arab Saudi, Al-Hammah

Dimas Fani

Dimas Fani (lahir 18 Mei 2000) adalah pemain sepak bola berasal dari Pati, Jawa Tengah, yang berposisi sebagai penjaga gawang kewarganegaraan Indonesia

Siklon Fani

Siklon Fani adalah siklon tropis yang terjadi di Samudra Hindia antara 26 April 2019 sampai dengan 4 Mei 2019. Badai ini muncul pertama kali di sebelah

Anisa Bahar

pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu Shakty Fani Pratama Setya dan Shaka Fani Putra Setya.. Namun, keduanya resmi bercerai pada 2016. Pada

Ayu-Fani Damayanti

Ayu-Fani Damayanti (lahir 29 November 1988, di Denpasar, Indonesia) adalah pemain tenis profesional Indonesia. Dia dilatih oleh Komang Ngurah Wiyasa. Dia