Fase Bulan

Fase bulan adalah bentuk Bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari Bumi. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari jika dilihat dari Bumi. Fase bulan disebut juga aspek bulan

Kedudukan

sunting

Konjungsi

sunting

Kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi gelap atau tidak tampak. Pada aspek ini dapat terjadi gerhana matahari, karena cahaya matahari yang menuju bumi terhalang bulan. Hingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya.

Oposisi

sunting

Yaitu kedudukan bulan berlawanan arah dengan matahari, dapat dilihat dari bumi. Pada saat itu bulan tampak sebagai bulan purnama. Pada kedudukan ini bulan terbit pada saat matahari terbenam dan terbenam pada saat matahari terbit.

Kuartal

sunting

Yaitu pada saat kedudukan bulan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi โ€“ matahari. Pada aspek kuartal, bulan memperlihatkan fase perbani (setengah bulan yang terang). Dalam sebulan terjadi dua kali kuartal yaitu kuartal pertama ketika bulan tampak bertambah besar dan kuartal kedua ketika bulan tampak kecil.

Fase-Fase Bulan

sunting

Fase Bulan Baru (New Moon)

sunting
Fase Bulan Baru

Pada fase ini, bulan tidak menerima cahaya dari matahari sama sekali. Akibatnya, bulan berwarna gelap dan menjadi tak terlihat dari bumi. Fase ini terjadi pada hari pertama, yakni ketika Bulan berada pada posisi 0 derajat.

Fase Sabit Muda (Waxing Crescent)

sunting
Fase Bulan Sabit yang terlihat di Sarฤฑรงam, Adana, Turkey

Pada fase sabit muda, kurang dari setengah bagian dari Bulan terkena pantulan sinar matahari. Fase ini terjadi pada hari keempat yaitu ketika bulan berada pada posisi 45 derajat. Pada fase ini bulan berbentuk seperti sabit atau arit.

Fase Kuartal Pertama (First Quarter)

sunting
Bulan Kuartal Pertama yang terlihat di Novokuznetsk

Fase kuartal pertama terjadi pada hari ke delapan ketika bulan berada pada posisi 90 derajat. Pada fase ini, bulan terlihat berbentuk setengah lingkaran.

Fase Cembung Awal (Waxing Gibbous)

sunting
Fase cembung awal yang terjadi pada tanggal 25 Oktober 2012

Fase ini ditandai dengan setengah bagian bulan mulai tampak lebih besar dari fase kuartal pertama. Fase yang juga disebut Waxing Gibbous ini terjadi pada hari kesebelas, yaitu ketika bulan berada pada posisi 135 derajat. Dari bumi, bulan akan terlihat seperti cakram yang biasa disebut dengan bulan cembung.

Fase Bulan Purnama (Full Moon)

sunting
FaseBulan Purmana di Madison, Alabama, AS, oada tanggal 22 Oktober 2010

Pada fase bulan purnama atau yang juga dikenal dengan full moon terjadi pada hari keempat belas ketika bulan berada pada posisi 180 derajat. Pada fase ini bulan berada pada sisi yang berlawanan dengan bumi.

Hal ini lantas menyebabkan cahaya matahari terpantul ke Bulan sepenuhnya. Pada fase full moon ini, bulan terlihat seperti lingkaran penuh yang dikenal dengan istilah bulan purnama.

Fase Cembung Akhir (Waning Gibbous)

sunting
Fase Bulan Cembung Akhir

Pada fase ini, bulan akan tampak sedikit mengecil dari fase bulan penuh. Fase cembung akhir atau Waning Gibbous terjadi di hari ketujuh belas, yakni ketika bulan berada pada posisi 225 derajat. Jika dilihat dari bumi, penampakannya mulai berubah kembali seperti cakram atau bulan cembung.

Fase Kuartal Ketiga (Third Quarter)

sunting

Pada fase kuartal ketiga, bulan kembali terlihat setengah bagian. Fase ini terjadi pada hari kedua puluh satu, tepatnya ketika bulan berada tepat pada posisi 270 derajat. Adapun penampakannya sama seperti bulan pada fase kuartal pertama.

Fase Sabit Tua (Waning Crescent)

sunting

Pada fase terakhir ini hanya sebagian kecil dari bulan yang terlihat dari bumi. Fase ini terjadi pada hari kedua puluh lima, ketika bulan berada pada posisi 315 derajat. Pada fase ini bulan berbentuk seperti sabit atau arit, sebelum akhirnya kembali lagi ke fase awal, yaitu fase bulan baru atau new moon.

Empat Fase Bulan

sunting

Dari paparan di atas, ada 4 fase bulan, yaitu

  1. New Moon (Bulan baru) ๐ŸŒ‘,
  2. First Quartal (Kuartal pertama) ๐ŸŒ“,
  3. Full Moon (Bulan purnama) ๐ŸŒ•,
  4. Last Quartal (Kuartal terakhir) ๐ŸŒ—.

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bulan

langit dan fasenya yang teratur telah memengaruhi banyak budaya, termasuk bahasa, penanggalan, seni, dan mitologi. Pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan

Gerhana bulan

lurus dan Bulan berada dalam fase Bulan purnama. Jenis dan durasi gerhana Bulan bergantung pada jarak Bulan terhadap simpulnya di orbit. Bulan yang mengalami

Bulan (penanggalan)

menyimpulkan bahwa orang menghitung hari berhubungan dengan fase bulan sejak zaman Paleolitik. Bulan sinodik masih merupakan dasar dari banyak kalender. Interkalasi

Gerhana bulan Maret 2026

gerhana bulan total telah terjadi pada 3 Maret 2026, dengan magnitudo 1.1507. Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan yang berada dalam fase Bulan purnama

Bulan purnama

Bulan purnama atau bulan penuh adalah salah satu fase bulan di mana bulan terletak di belakang bumi ditinjau dari matahari. "Purnama" berasal dari bahasa

Jarak Bulan

Jarak Bulan atau lebih tepatnya jarak Bumiโ€“Bulan adalah ukuran jarak dari bumi ke bulan. Jarak rata-rata dari Bumi ke Bulan adalah 384.400ย km (238.900ย mi)

Bulan baru

Dalam astronomi, bulan baru, bulan mati, atau anak bulan adalah fase bulan pertama, yang terjadi pada saat Bulan kurang-lebih berada dalam satu garis

Hilal

pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari faseโ€“fase bulan. Hilal dalam konteks Islam dan astronomi merujuk pada penampakan bulan sabit