Feromon kucing adalah molekul kimia atau senyawa yang digunakan oleh kucing dan felid lainnya untuk berkomunikasi.[1] Feromon ini diproduksi dan dideteksi secara khusus oleh sistem tubuh kucing, dan dapat memicu respons perilaku tertentu.[1][2]

Feromon kucing umumnya dilepaskan melalui tindakan menggosokkan tubuh atau wajah pada permukaan tertentu.[2] Dengan demikian, salah satu fungsi utama pelepasan feromon adalah untuk memungkinkan kucing mengenali lingkungan sekitarnya dan individu lain, baik pada tahap kehidupan bayi maupun dewasa.[3][4][5]

Beberapa feromon kucing yang telah diidentifikasi secara kimiawi meliputi feromon wajah kucing F1โ€“F5, feromon penenang kucing (feline appeasing pheromone), dan MMB yang terkandung dalam urine, yang sebagian besar terkait dengan perilaku kucing yang khas.[2][4][6] Beberapa komposisi kimia ini telah direproduksi secara sintetis dan dapat digunakan oleh pemilik kucing atau profesional veteriner untuk mengubah perilaku yang bermasalah atau yang dipicu oleh stres.[7][8]

Produksi dan Deteksi

sunting

Mekanisme komunikasi kimia pada felid melibatkan rangsangan kimia yang disekresikan atau diekskresikan melalui urine, feses, air liur, atau kelenjar tertentu, dengan rangsangan tersebut dideteksi melalui sistem vomeronasal atau penciuman (olfaktori).[2] Terdapat beberapa kelenjar aroma pada felid yang melepaskan feromon ketika kucing menggosokkan tubuhnya pada suatu objek.[3] Kelenjar ini termasuk area pipi dan perioral, yang terdiri dari beberapa struktur yang mengeluarkan feromon di sekitar dagu, pipi, dan bibir.[4] Selain itu, kelenjar lain yang berfungsi mengeluarkan feromon meliputi kelenjar temporal di sisi dahi, kelenjar circumoral di sekitar bibir, kelenjar sebaceous, area perianal, kepala, jari-jari tangan, dan jari-jari kaki.[3]

Perilaku Terkait

sunting
Seekor kucing menunjukkan perilaku bunting pada kucing lain. Perilaku ini juga dapat dikategorikan sebagai allorubbing antarspesies.

Feromon pertama kali dilepaskan ketika kucing baru lahir untuk membangun hubungan antara induk dan anak kucing. Sejak saat itu, anak kucing menggunakan feromon untuk menjalin hubungan dengan organisme lain maupun benda di sekitarnya. Pelepasan feromon pada anak kucing terjadi melalui sistem penciuman (olfaktori), yang merupakan salah satu sistem yang telah berkembang sempurna sejak lahir.[2] Isyarat kimia olfaktori yang dilepaskan oleh induk maupun anak kucing dapat digunakan sebagai titik acuan bagi anak kucing baru lahir untuk membentuk hubungan dengan lingkungan sekitarnya.[8]

Pentingnya isyarat olfaktori, telah dibuktikan secara eksperimental melalui penelitian di mana anak kucing dipisahkan dari sarangnya.[3][9] Anak kucing yang masih mampu mendeteksi feromon kembali ke sarangnya lebih cepat dan lebih sering dibandingkan dengan yang kehilangan kemampuan untuk mendeteksi feromon. Hal ini menunjukkan bahwa feromon membantu kucing membentuk ikatan dengan lingkungan sekitarnya.

Rujukan

sunting
  1. ^ a b Wyatt, Tristram D. (2010-10-01). "Pheromones and signature mixtures: defining species-wide signals and variable cues for identity in both invertebrates and vertebrates". Journal of Comparative Physiology A (dalam bahasa Inggris). 196 (10): 685โ€“700. doi:10.1007/s00359-010-0564-y. ISSNย 1432-1351.
  2. ^ a b c d e Vitale, Kristyn R. (2018-11). "Tools for Managing Feline Problem Behaviors: Pheromone therapy". Journal of Feline Medicine and Surgery. 20 (11): 1024โ€“1032. doi:10.1177/1098612X18806759. ISSNย 1532-2750. PMCย 11343345. PMIDย 30375946.
  3. ^ a b c d Vitale Shreve, Kristyn R.; Udell, Monique A. R. (2017-02-01). "Stress, security, and scent: The influence of chemical signals on the social lives of domestic cats and implications for applied settings". Applied Animal Behaviour Science. 187: 69โ€“76. doi:10.1016/j.applanim.2016.11.011. ISSNย 0168-1591.
  4. ^ a b c Pageat, Patrick; Gaultier, Emmanuel (2003-03-01). "Current research in canine and feline pheromones". Veterinary Clinics of North America: Small Animal Practice. 33 (2): 187โ€“211. doi:10.1016/S0195-5616(02)00128-6. ISSNย 0195-5616.
  5. ^ "Animal behavior for shelter veterinarians and staff | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
  6. ^ Miyazaki, Masao; Yamashita, Tetsuro; Suzuki, Yusuke; Saito, Yoshihiro; Soeta, Satoshi; Taira, Hideharu; Suzuki, Akemi (2006-10-01). "A Major Urinary Protein of the Domestic Cat Regulates the Production of Felinine, a Putative Pheromone Precursor". Chemistry & Biology. 13 (10): 1071โ€“1079. doi:10.1016/j.chembiol.2006.08.013. ISSNย 1074-5521.
  7. ^ Hewson, Caroline (2014-06-01). "Evidence-based approaches to reducing in-patient stress โ€“ Part 2: Synthetic pheromone preparations". Veterinary Nursing Journal. 29 (6): 204โ€“206. doi:10.1111/vnj.12140. ISSNย 1741-5349.
  8. ^ a b Hargrave, Claire (2021-04-02). "Pheromones and 25 years of pheromonotherapy: what are they and how do they work?". The Veterinary Nurse. 12 (3): 116โ€“122. doi:10.12968/vetn.2021.12.3.116. ISSNย 2044-0065.
  9. ^ Mermet, Nicolas; Coureaud, Gรฉrard; McGrane, Scott; Schaal, Benoist (2007-09). "Odour-guided social behaviour in newborn and young cats: an analytical survey". Chemoecology (dalam bahasa Inggris). 17 (4): 187โ€“199. doi:10.1007/s00049-007-0384-x.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perilaku kucing

โ€œamanโ€. Kucing menggosokkan pipinya pada objek yang menonjol di wilayah yang disukainya, mengendapkan feromon kimia, yang dikenal sebagai feromon kepuasan

Babi

dilaporkan lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengan anjing dan kucing. Kata "babi" merupakan warisan dari bahasa Melayu *babi, dari bahasa Proto-Melayu

Anjing

(termasuk gerakan tubuh dan anggota badan), dan komunikasi kimiawi (aroma, feromon, dan rasa). Mereka menandai wilayah mereka dengan mengencinginya, yang

Orkes Pensil Alis

Best (2016) Single Demo Budak Engagement (2023) (Indonesia) Lirik Lagu Feromon (Indonesia) Album Orkes Pensil ALis di Demajors (Indonesia) Galeri Foto

Komunikasi kucing

kelenjar di pipi. Ini dikenal sebagai feromon kepuasan. Versi sintetis feromon wajah kucing tersedia secara komersial. Kucing memiliki sembilan kelenjar berbeda

Pengendalian hama

tikus pada gudang simpan biji-bijian yang dapat dikelola dengan memelihara kucing. Pada abad 500 M di Eropa, ferret telah juga dianggap pengendali hama tikus

Respons Flehmen

binatang menyusui, termasuk hewan berkuku dan keluarga kucing. Sikap ini membantu pengaliran feromon dan bau-bauan lain ke organ vomeronasal yang berada

Nadya Arina

3 Tikungan (2014) Bapakku Saingan Cintaku (2015) Cinta Kasih Malu-Malu Kucing (2015) Undian Cinta 1 Miliar (2015) Cincin Wasiat Bawa Jodoh Aku Mau Cintamu