Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Feromon kucing adalah molekul kimia atau senyawa yang digunakan oleh kucing dan felid lainnya untuk berkomunikasi.[1] Feromon ini diproduksi dan dideteksi secara khusus oleh sistem tubuh kucing, dan dapat memicu respons perilaku tertentu.[1][2]
Feromon kucing umumnya dilepaskan melalui tindakan menggosokkan tubuh atau wajah pada permukaan tertentu.[2] Dengan demikian, salah satu fungsi utama pelepasan feromon adalah untuk memungkinkan kucing mengenali lingkungan sekitarnya dan individu lain, baik pada tahap kehidupan bayi maupun dewasa.[3][4][5]
Beberapa feromon kucing yang telah diidentifikasi secara kimiawi meliputi feromon wajah kucing F1โF5, feromon penenang kucing (feline appeasing pheromone), dan MMB yang terkandung dalam urine, yang sebagian besar terkait dengan perilaku kucing yang khas.[2][4][6] Beberapa komposisi kimia ini telah direproduksi secara sintetis dan dapat digunakan oleh pemilik kucing atau profesional veteriner untuk mengubah perilaku yang bermasalah atau yang dipicu oleh stres.[7][8]
Produksi dan Deteksi
suntingMekanisme komunikasi kimia pada felid melibatkan rangsangan kimia yang disekresikan atau diekskresikan melalui urine, feses, air liur, atau kelenjar tertentu, dengan rangsangan tersebut dideteksi melalui sistem vomeronasal atau penciuman (olfaktori).[2] Terdapat beberapa kelenjar aroma pada felid yang melepaskan feromon ketika kucing menggosokkan tubuhnya pada suatu objek.[3] Kelenjar ini termasuk area pipi dan perioral, yang terdiri dari beberapa struktur yang mengeluarkan feromon di sekitar dagu, pipi, dan bibir.[4] Selain itu, kelenjar lain yang berfungsi mengeluarkan feromon meliputi kelenjar temporal di sisi dahi, kelenjar circumoral di sekitar bibir, kelenjar sebaceous, area perianal, kepala, jari-jari tangan, dan jari-jari kaki.[3]
Perilaku Terkait
sunting
Feromon pertama kali dilepaskan ketika kucing baru lahir untuk membangun hubungan antara induk dan anak kucing. Sejak saat itu, anak kucing menggunakan feromon untuk menjalin hubungan dengan organisme lain maupun benda di sekitarnya. Pelepasan feromon pada anak kucing terjadi melalui sistem penciuman (olfaktori), yang merupakan salah satu sistem yang telah berkembang sempurna sejak lahir.[2] Isyarat kimia olfaktori yang dilepaskan oleh induk maupun anak kucing dapat digunakan sebagai titik acuan bagi anak kucing baru lahir untuk membentuk hubungan dengan lingkungan sekitarnya.[8]
Pentingnya isyarat olfaktori, telah dibuktikan secara eksperimental melalui penelitian di mana anak kucing dipisahkan dari sarangnya.[3][9] Anak kucing yang masih mampu mendeteksi feromon kembali ke sarangnya lebih cepat dan lebih sering dibandingkan dengan yang kehilangan kemampuan untuk mendeteksi feromon. Hal ini menunjukkan bahwa feromon membantu kucing membentuk ikatan dengan lingkungan sekitarnya.
Rujukan
sunting- ^ a b Wyatt, Tristram D. (2010-10-01). "Pheromones and signature mixtures: defining species-wide signals and variable cues for identity in both invertebrates and vertebrates". Journal of Comparative Physiology A (dalam bahasa Inggris). 196 (10): 685โ700. doi:10.1007/s00359-010-0564-y. ISSNย 1432-1351.
- ^ a b c d e Vitale, Kristyn R. (2018-11). "Tools for Managing Feline Problem Behaviors: Pheromone therapy". Journal of Feline Medicine and Surgery. 20 (11): 1024โ1032. doi:10.1177/1098612X18806759. ISSNย 1532-2750. PMCย 11343345. PMIDย 30375946.
- ^ a b c d Vitale Shreve, Kristyn R.; Udell, Monique A. R. (2017-02-01). "Stress, security, and scent: The influence of chemical signals on the social lives of domestic cats and implications for applied settings". Applied Animal Behaviour Science. 187: 69โ76. doi:10.1016/j.applanim.2016.11.011. ISSNย 0168-1591.
- ^ a b c Pageat, Patrick; Gaultier, Emmanuel (2003-03-01). "Current research in canine and feline pheromones". Veterinary Clinics of North America: Small Animal Practice. 33 (2): 187โ211. doi:10.1016/S0195-5616(02)00128-6. ISSNย 0195-5616.
- ^ "Animal behavior for shelter veterinarians and staff | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.
- ^ Miyazaki, Masao; Yamashita, Tetsuro; Suzuki, Yusuke; Saito, Yoshihiro; Soeta, Satoshi; Taira, Hideharu; Suzuki, Akemi (2006-10-01). "A Major Urinary Protein of the Domestic Cat Regulates the Production of Felinine, a Putative Pheromone Precursor". Chemistry & Biology. 13 (10): 1071โ1079. doi:10.1016/j.chembiol.2006.08.013. ISSNย 1074-5521.
- ^ Hewson, Caroline (2014-06-01). "Evidence-based approaches to reducing in-patient stress โ Part 2: Synthetic pheromone preparations". Veterinary Nursing Journal. 29 (6): 204โ206. doi:10.1111/vnj.12140. ISSNย 1741-5349.
- ^ a b Hargrave, Claire (2021-04-02). "Pheromones and 25 years of pheromonotherapy: what are they and how do they work?". The Veterinary Nurse. 12 (3): 116โ122. doi:10.12968/vetn.2021.12.3.116. ISSNย 2044-0065.
- ^ Mermet, Nicolas; Coureaud, Gรฉrard; McGrane, Scott; Schaal, Benoist (2007-09). "Odour-guided social behaviour in newborn and young cats: an analytical survey". Chemoecology (dalam bahasa Inggris). 17 (4): 187โ199. doi:10.1007/s00049-007-0384-x.