📑 Table of Contents

Ferovanadium adalah logam ferro yang mengandung sedikitnya 35% vanadium dan logam tambahan dalam jumlah yang sedikit. Temperatur peleburannya sekitar 1500 oC. Penggunaan utama dari ferovanadium adalah dalam pembuatan beberapa jenis baja konstruksi dan pisau potong yang bekerja pada kecepatan tinggi.[1] Pembuatan ferovanadium dilakukan dengan metode siliko-termis dan menggunakan tanur peleburan baja dalam batas pengisian seberat 3–5 ton. Bahan baku yang digunakan untuk peleburan ialah penta-oksida vanadium, ferosilikon dan batu kapur.[2]

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Kerkhoven 2019, hlm. 516.
  2. ^ Kerkhoven 2019, hlm. 517.

Daftar pustaka

sunting
  • Kerkhoven, Sofyan Asmadiredja (2019). Elektro Metalurgi Besi-Baja dan Paduan Besi: Peleburan Besi, Baja dan Logam Non-Ferrous dalam Tanur-tanur Listrik/Elektro. Bandung: Alfabeta. ISBN 978-602-289-529-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Vanadium

Kebanyakan vanadium digunakan sebagai paduan baja yang disebut ferovanadium. Ferovanadium diproduksi langsung dengan mereduksi campuran vanadium oksida

Tanur

membuat ferro-molibden, sedangkan aluminium digunakan untuk membuat ferovanadium, ferro-titanium, ferro-niobium, dan ferro-bor. Tanur ignisi juga dapat

Reaksi aluminotermik

jenis logam paduan besi (seperti feroniobium dari niobium pentoksida dan ferovanadium dari besi, vanadium(V) oksida, dan aluminium), prosesnya dimulai dengan

Vanadium pentafluorida

disintesis melalui reaksi beberapa bahan baku seperti logam vanadium, ferovanadium, vanadium(V) oksida, dan vanadium tetrafluorida dengan fluorin. VF5 terionisasi

Vanadinit

utama vanadium, vanadinit digunakan untuk membuat ferovanadium dan vanadium pentoksida. Ferovanadium adalah campuran besi yang kuat, tahan terhadap guncangan