Fikri Al-Jufri
Lahir(1936-03-25)25 Maret 1936
Jakarta
Meninggal6 Maret 2025(2025-03-06) (umurย 88)
KewarganegaraanIndonesia
PekerjaanWartawan
Suami/istriAnisa

Fikri Al-Jufri atau biasa disapa dengan panggilan "FJ" (25 Maret 1936ย โ€“ย 06 Maret 2025) adalah wakil pemimpin redaksi MBM TEMPO . Ia merupakan wartawan senior yang ikut mendirikan Majalah Berita Tempo bersama beberapa wartawan lainnya.[1][2][3][4]

Riwayat Hidup

sunting

Karier kewartawanan FJ memang bermulai dari lapangan. Di awal kebangkitan Orde Baru, FJ bukanlah orang baru di kalangan para penegak Orba. Fikri Jufri dikenal sebagai wartawan yang aktif dalam gerakan membendung sepak terjang kelompok komunis. Sejak berusia belasan tahun anak tunggal ini biasa diajak mendengarkan diskusi-diskusi politik oleh ayahnya yang merupakan seorang nasionalis.[1]

Pendidikan formal Fikri ditempuh di beberapa institusi pendidikan yang berlokasi di Jakarta, yaitu Algemene Lagere School (ALS): Jenjang pendidikan dasar pada masa Hindia Belanda. SMP Negeri X Jakarta dan SMA Kristen Pintu Air, Sekolah Menengah Atas swasta berbasis agama Kristen yang juga berlokasi di Jakarta.[5]

FJ pernah menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, tempat ia belajar dan mengagumi pikiran-pikiran Sumitro Djojohadikusumo. Dalam bersikap, FJ menempatkan jurnalisme sebagai tujuan, bukan sekadar ancang-ancang untuk beralih ke profesi lain.[1]

FJ kemudian menikah dengan Anisa pada tahun 1971 dan dikaruniai tiga anak. Di tengah kesibukannya, FJ selalu menyisihkan hari Minggu untuk berkumpul bersama keluarga, kecuali ada tugas penting yang sangat mendesak.[1]

Pada ulang tahunnya yang ke-81, Fikri Jufri meluncurkan buku autobiografinya yang berjudul "Saya Al Jufri bukan Al Capone" pada 25 Maret 2017. [6]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d APA & SIAPA sejumlah orang Indonesia 1985-1986. Tempo (Jakarta, Indonรฉsie) (Edisi Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. 1986. ISBNย 979-444-006-X. OCLCย 37095471. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)
  2. ^ "Wartawan Senior Fikri Jufri Dikabarkan Meninggal Dunia - Sinar Harapan". Wartawan Senior Fikri Jufri Dikabarkan Meninggal Dunia - Sinar Harapan. Diakses tanggal 2025-03-06.
  3. ^ Times, I. D. N.; Suciatiningrum, Dini. "Wartawan Senior Tempo, Fikri Jufri Meninggal Dunia". IDN Times (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2025-03-06. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ^ RM.ID. "Innalillahi, Wartawan Senior Pendiri Majalah Tempo Fikri Jufri Meninggal Dunia". https://rm.id/. Diakses tanggal 2025-03-06.
  5. ^ RM.ID. "Pendiri Majalah Tempo Fikri Jufri Meninggal Dunia Halaman all". kompas.com. Diakses tanggal 2025-03-08.
  6. ^ RM.ID. "Wartawan Senior Pendiri Majalah Tempo, Fikri Jufri, Meninggal Dunia". tempo.co. Diakses tanggal 2025-03-08.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tempo (majalah)

sekumpulan anak muda pada tahun 1969, antara lain yaitu Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Christianto Wibisono dan Usamah, dan awalnya majalah itu bernama "Ekspres"

Kematian tahun 2025

Feirberg Hugo Fernรกndez Faingold Fernando da Piedade Dias dos Santos Fikri Jufri Jeanna Fine Roberta Flack Vitold Fokin Khalil Fong Malini Fonseka George

Andy F. Noya

di harian itu. Baru dua tahun di Bisnis Indonesia, Andy diajak oleh Fikri Jufri wartawan senior Tempo untuk memperkuat majalah matra yang baru diterbitkan

Partai Amanat Nasional

membahas situasi politik terahir ini, antara lain: Goenawan Mohammad, Fikri Jufri, Dawam Raharjo, Ratna Sarumpaet, Zumrotin dan Ismet Hadad. Dari hasil

Jakob Oetama

Selain itu, bersama dengan Jusuf Wanandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey dan Harmoko, Jakob Oetama juga ikut

Bara Krishna Hasibuan

Idris, Meilono Soewondo, Djafar Badjeber, Haryanto Taslam, Julius Usman, Fikri Jufri, Andi Mallarangeng, Faisol Reza, Hasballah M. Saad, Lin Che Wei, Mochtar

Pembangunan Jaya

ketika beberapa jurnalis eks-majalah Express, seperti Goenawan Mohamad, Fikri Jufri serta Christianto Wibisono dipecat karena terlalu kritis akan pemerintah

Institut Studi Arus Informasi

Soeharto. Pendirinya, Goenawan Mohamad, Aristides Katoppo, Zulkifli Lubis, Fikri Jufri, Mochtar Pabottingi, Ashadi Siregar, Mohammad Sunjaya, serta beberapa