Film eksperimental, sinema eksperimental atau sinema avant-garde adalah sebuah mode pembuatan film yang mengevaluasi ulang konvensi sinematik dan mengeksplorasi bentuk-bentuk non-naratif dan alternatif dari naratif tradisional atau metode pengerjaan.[1] Beberapa film eksperimental, terutama yang terawal, berkaitan dengan seni rupa dalam disiplin lainnya: melukis, menari, sastra dan puisi,[2] atau timbul dari riset dan pengembangan sumber daya teknikal baru.[3]

Catatan

sunting
  1. ^ Maria Pramaggiore and Tom Wallis, Film: A Critical Introduction, Laurence King Publishing, London, 2005, pg. 247
  2. ^ Laura Marcus, The Tenth Muse: Writing about Cinema in the Modernist Period, Oxford University Press, New York 2007
  3. ^ * Gene Youngblood, Expanded Cinema (Dutton, 1970) available as pdf at Ubuweb Diarsipkan 2018-02-10 di Wayback Machine.

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Resurrection

film drama fiksi ilmiah tahun 2025 yang disutradarai dan ditulis oleh Bi Gan. Berlatar masa depan ketika umat manusia telah berhenti bermimpi, film ini

National Film Registry

Pendaftaran tersebut berisi rol berita, film bisu, film pelajar, film eksperimental, film pendek, vidoe musik, film yang tanpa perlindungan hak cipta atau

Daftar film dengan durasi terlama

distribusi seperti film-film pada umumnya, beberapa film terpanjang bersifat eksperimental atau dibuat untuk instalasi galeri seni, yang tidak pernah dirilis secara

Senyawa (grup musik)

grup musik eksperimental asal Yogyakarta yang terdiri atas Rully Shabara dan Wukir Suryadi. Senyawa dikenal dengan aransemen musik eksperimental yang diwarnai

Alejandro Jodorowsky

Alejandro Jodorowsky Prullansky (lahir 17 Februari 1929) adalah seorang pembuat film dan seniman Chili-Prancis. Sejak tahun 1948, ia telah bekerja sebagai novelis

Flatland

1957. Beberapa film telah didasarkan pada Flatland, termasuk film fitur Flatland (2007). Upaya lainnya berupa film pendek atau eksperimental, termasuk salah

Ejen Ali The Movie 2: Misi Satria

Agen Ali sedang menyesuaikan diri dengan SATRIA, sebuah baju tempur eksperimental yang dilengkapi kecerdasan buatan berdasarkan big data MATA untuk membantunya

Iqbaal Ramadhan

film layar lebar perdananya, 5 Elang pada tahun 2011. Iqbaal juga merilis singel pertamanya dengan judul "Terima Kasih", yang menjadi lagu tema film tersebut