Dalam biologi, filogeni atau filogenesis adalah kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya. Istilah "filogeni" dipinjam dari bahasa Belanda, fylogenie, yang berasal dari gabungan kata bahasa Yunani Kuno yang berarti "asal-usul suku, ras".

Filogeni menjelaskan perkembangan makhluk hidup dalam evolusi melalui pertimbangan morfologi dan molekuler. Filogeni merupakan gambaran klasifikasi yang menunjukkan hubungan kekerabatan suatu spesies dengan nenek moyang dan hubungan evolusioner antara organisme.[1]

Filogeni tidak sepenuhnya sama dengan kladistika (sistematika filogenetik), tetapi banyak menggunakan metode-metode dan konsep yang dipakai di dalamnya. Kladistika banyak dipakai untuk merumuskan keterkaitan filogenik dalam bentuk diagram pohon, tetapi di dalam filogeni dipelajari pula anatomi perbandingan dari berbagai organisme.

Filogeni pada masa sekarang banyak menggunakan dukungan genetika dan biologi molekuler. Sistematika (klasifikasi) biologi juga banyak menggunakan masukan dari cabang ilmu ini.

Teori rekapitulasi dari Haeckel

sunting

Di akhir abad ke-19, Ernst Haeckel mencetuskan teori rekapitulasi (hukum biogenesis) yang diterima luas oleh masyarakat. Prinsipnya yang terkenal adalah "ontogeni mencerminkan filogeni". Dalam versi aslinya, embrio dianggap mencerminkan bentuk dewasa organisme moyang evolusionernya. Versi ini sekarang ditolak tetapi modifikasinya sekarang diterima luas. Dalam versi modern, banyak dukungan bagi pernyataan "perkembangan embrio (ontogeni) mencerminkan bentuk embrio moyang evolusionernya". Donald Williamson mengembangkan tesis ini lebih lanjut dengan menyatakan bahwa larva dan embrio menunjukkan perwujudan bentuk dewasa dari taksa yang lain yang mengalami transfer melalui hibridisasi (teori transfer larva).[2][3]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Rahmawati, Dewi; Shabrina, Hasyyati (2024). ANALISIS MOLEKULER DAN BIOINFORMATIKA. Bogor: A SEAMEO BIOTROP. hlm. viii. ISBN 978-979-8275-99-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Williamson DI (2003-12-31). "xviii". The Origins of Larvae (Edisi 2nd). Springer. hlm. 261. ISBN 978-1402-01514-4.
  3. ^ Williamson DI (2006). "Hybridization in the evolution of animal form and life-cycle". Zoological Journal of the Linnean Society. 148: 585–602. doi:10.1111/j.1096-3642.2006.00236.x.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kelompok Filogeni Angiospermae

Kelompok Filogeni Angiospermae (Bahasa Inggris: Angiosperm Phylogeny Group, disingkat menjadi APG) adalah kelompok informal internasional yang terdiri

Primitif (filogeni)

Primitif dalam pengertian paling relevan dengan filogeni berarti menyerupai leluhur evolusi makhluk hidup dan secara khusus menyerupai leluhur tersebut

Tuntong laut

Semula kura-kura ini dimasukkan ke dalam genus Callagur, tetapi kajian filogeni berdasarkan karakter DNA mitokondria yang dilakukan pada 2007 menunjukkan

Ernst Haeckel

semua makhluk hidup, dan membuat istilah biologi baru, seperti filum, filogeni, ekologi, dan kingdom Protista. Haeckel menyebarluaskan karya Charles Darwin

Khamir

taksonomi atau filogeni tunggal. Istilah "khamir" atau “ragi” sering digunakan sebagai sinonim dari Saccharomyces cerevisiae, tetapi keragaman filogeni dari khamir

Felidae

dua marga saja (Felis, kucing kecil, dan Panthera, kucing besar). Kajian filogeni dengan menggunakan bantuan teknik molekular menunjukkan bahwa variasi di

Sistematika

dua : filogeni yang menjelaskan hubungan sesungguhnya antara organisme tersebut dalam evolusi dan kladogram yang menjelaskan hipotesisnya. Filogeni memiliki

Pteridophyta

praktisinya, contohnya pada Asosiasi Pteridologis Internasional dan Kelompok Filogeni Pteridofita. Pteridofita (tumbuhan paku dan likofita) adalah tumbuhan berpembuluh