Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Execution by firing squad di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan. (Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel) |
| Eksekusi dengan regu tembak | |
|---|---|
Pembunuhan warga sipil Soviet pada Perang Dunia II yang dituduh sebagai partisan di Front Timur oleh regu tembak Jerman, September 1941 | |
| Metode | Hukuman mati |

Eksekusi dengan regu tembak, yang secara historis disebut fusillading[1] (dari bahasa Prancis fusil, senapan), adalah salah satu metode hukuman mati, yang sangat umum diterapkan di lingkungan militer dan pada masa perang. Beberapa alasan di balik penggunaannya antara lain karena senjata api biasanya mudah diperoleh dan tembakan yang mengenai organ vital, seperti otak atau jantung, umumnya akan menyebabkan kematian dengan relatif cepat.
Sebelum pengenalan senjata api, panah atau busur silang sering kali digunakanย โ Santo Sebastian biasanya digambarkan dieksekusi oleh regu panahan auksilier Romawi pada sekitar tahun 288 Masehi; Raja Edmund sang Martir dari Anglia Timur, menurut beberapa catatan, diikat pada sebuah pohon dan dieksekusi oleh para pemanah Viking pada 20 November 869 atau 870 Masehi.
Regu tembak biasanya terdiri dari beberapa personil militer atau perwira penegakan hukum. Biasanya, seluruh anggota kelompok tersebut diperintahkan untuk menembak saat diminta, entah melalui anggota tunggal maupun identifikasi anggota yang menembak yang menembakkan tembakan acak. Untuk menghindari tembakan berulang di kepalanya, para penembak biasanya diperintahkan untuk menembakkan ke bagian jantungnya, terkadang dengan bantuan target kertas. Tahanan biasanya ditutup matanya atau ditutup kepalanya, serta meringkuk, meskipun dalam beberapa kasus tahanan meminta untuk diperbolehkan untuk menghadapi regu tembak tanpa ditutupi matanya. Eksekusi juga dapat dilakukan dalam keadaan berdiri atau duduk. Terdapat tradisi dalam beberapa yuridiksi bahwa eksekusi semacam itu dilakukan pada saat fajar, atau saat matahari terbit, yang biasanya dilakukan pada satu setengah jam kemudian. Hal ini menimbulkan frasa "ditembak saat fajar".
Eksekusi dengan regu tembak berbeda dari bentuk eksekusi dengan senjata api lainnya, seperti eksekusi dengan senjata api tunggal pada bagian belakang kepala atau leher.. Namun, tembakan tunggal oleh perwira dari regu tersebut dengan sebuah pistol (coup de grรขce) terkadang dimasukkan dalam eksekusi regu tembak, terutama jika tembakan pertama tidak mengakibatkan kematian.
Di Republik Indonesia, eksekusi dengan regu tembak digunakan sebagai hukuman untuk perdagangan narkoba.
Bacaan tambahan
sunting- Moore, William, The Thin Yellow Line, Wordsworth Editions Ltd, 1974
- Putkowski and Sykes, Shot at Dawn, Leo Cooper, 2006
- Hughs-Wilson, John and Corns, Cathryn M, Blindfold and Alone: British Military Executions in the Great War, Cassell, 2005
- Johnson, David, Executed at Dawn: The British Firing Squads of the First World War, History Press, 2015
Pranala luar
sunting- Firing Squad Execution of a Civil War Deserter Described in an 1861 Newspaper
- The Shot at Dawn Campaign with biographies of executed British and Commonwealth soldiers Diarsipkan 2008-10-14 di Wayback Machine.
- Death by Firing Squadย โ slideshow by The First Post
- Nazis Meet the Firing Squad Diarsipkan 2010-09-05 di Wayback Machine.ย โ slideshow by Life magazine
- ^ "fusilade". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press.ย (Subscription or participating institution membership required.)