The Great Flood
Poster promosi
Nama lain
Hangul
대홍수
Alih AksaraDaehongsu
McCune–ReischauerTaehongsu
SutradaraKim Byung-woo
ProduserChun Roy-kyoung
Ditulis oleh
  • Kim Byung-woo
  • Han Ji-su
Pemeran
Perusahaan
produksi
Hwansang Studios
DistributorNetflix
Tanggal rilis
  • 18 September 2025 (2025-09-18) (Festival Film Internasional Busan ke-30)
  • 19 Desember 2025 (2025-12-19) (Netflix)
NegaraKorea Selatan
BahasaKorea

The Great Flood (Hangul대홍수) adalah film bencana fiksi ilmiah Korea Selatan 2025 yang disutradarai oleh Kim Byung-woo berdasarkan skenario yang ditulisnya bersama dengan Han Ji-su. Film yang dibintangi Kim Da-mi dan Park Hae-soo ini berkisah mengenai perjuangan bertahan hidup seorang wanita dan anaknya di hari terakhir Bumi saat banjir global yang dahsyat melanda.

Film ini ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Busan ke-30, dalam program Korean Cinema Today – Special Premiere, pada 18 September 2025. Setelah penayangan di festival, film ini tersedia untuk secara global melalui platform Netflix pada 19 Desember 2025.

Plot

sunting

An-na, seorang peneliti kecerdasan buatan, terbangun di apartemennya dan mendapati air banjir mulai naik di kompleks apartemen berlantai tiga puluh. Bersama putranya yang berusia enam tahun, Ja-in, ia berusaha mencapai atap gedung. Saat itu, ia menerima panggilan dari pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberitahukan bahwa seorang agen sedang dalam perjalanan untuk mengevakuasi dirinya dan Ja-in dengan helikopter. An-na kemudian diselamatkan dari terjangan air oleh seorang agen bernama Hee-jo, yang mengungkapkan bahwa PBB sebenarnya telah mengetahui selama bertahun-tahun tentang dampak asteroid di Kutub Utara yang akan memicu banjir global dan memusnahkan umat manusia. Alih-alih mengumumkan ancaman tersebut, pemerintah dunia justru mendanai upaya rahasia untuk bertahan hidup, termasuk pembangunan stasiun luar angkasa serta penelitian menciptakan tubuh dan kesadaran manusia buatan; perusahaan tempat An-na bekerja ternyata juga terlibat dalam proyek ini.

Sebuah ledakan akibat kebocoran gas menyebabkan An-na menitipkan Ja-in kepada Hee-jo, dan kemudian memaksanya berenang kembali ke dalam gedung yang terendam. Ia mendengar suara seorang gadis terjebak di lift, namun tak mampu menyelamatkannya sebelum air memaksanya terus naik. Sesampainya di atap, tim SWAT merebut Ja-in dan mengekstraksi kesadarannya ke dalam sebuah perangkat penyimpanan digital, mengungkap bahwa Ja-in sebenarnya tidak pernah lahir secara biologis, melainkan seorang anak buatan yang diciptakan dari perangkat lunak AI milik An-na untuk menyempurnakan penelitian tentang kognisi sintetis. Komandan SWAT menyatakan bahwa hanya An-na dan perangkat penyimpanan itu yang akan dibawa ke tempat aman, sementara semua orang lainnya ditinggalkan. Hee-jo dibunuh, sementara An-na kemudian diangkut ke sebuah roket menuju stasiun di orbit, namun serpihan puing menghantam kapal tersebut.

An-na tiba-tiba mendapati dirinya kembali terbangun di apartemen pada awal terjadinya banjir. Ia kembali mencoba melarikan diri bersama Ja-in, namun terpisah oleh gelombang tsunami besar dan terbunuh setelah tertabrak sebuah mobil yang hanyut. An-na yang mengenakan kaos bernomor 787 kemudian terbangun kembali di dalam gedung setelah Hee-jo melakukan CPR padanya, namun kembali terbunuh setelah terkena ledakan akibat kebocoran gas. An-na terbangun kembali kali ini mengenakan kaos 1931, di mana Hee-jo sedang memegangnya dalam posisi hampir terjatuh. An-na memutuskan untuk terjun ke air dan pergi ke lift tempat di mana ada suara seorang gadis yang meminta tolong. An-na mencoba membuka pintu lift dengan menyelam, tapi terbunuh karena kehabisan nafas. An-na terbangun kembali dengan kaos bernomor 4007 dan berhasil membukanya dengan bantuan sebuah sapu. Gadis yang terjebak di dalam, Ji-soo, mengatakan bahwa sekelompok penjarah yang menginterogasi Ja-in dan mendengar mereka menyeret sesuatu. An-na mengingat salah satu memorinya di mana dia diseret saat kaosnya bertuliskan 4006. An-na mendatangi para penjarah tersebut dan diseret oleh salah satu penjarah. Saat dirinya terbangun kembali saat dicekik, An-na berhasil menendangnya, sampai akhirnya Hee-jo memasuki apartemen tersebut dan menjatuhkan kedua penjarah tersebut ke laut. Ji-soo memilih tetap tinggal bersama kakek-neneknya ketika banjir terus meninggi.

Hee-jo lalu menginformasi tim SWAT yang segera datang untuk mencari Ja-in. An-na yang kini mengenakan kaos bernomor 7993 tidak mau menunggu tim tersebut dan terus mencari Ja-in. Di ponselnya, An-na menemukan ribuan lukisan digital yang dikirim Ja-in, masing-masing menggambarkan variasi dari garis waktu sebelumnya. Saat ia memasuki ruangan tempat Ji-an bersembunyi di garis waktu yang berbeda, ia dicekik oleh pasukan SWAT. An-na yang mengenakan kaos 13417 terbangun dengan Hee-jo dan seorang pasukan SWAT di sampingnya. An-na kemudian memperingatkan bahwa mereka akan membunuh Hee-jo pada saat mereka mencapai atap. Pertarungan pun pecah, dan An-na dan Hee-jo berhasil menaklukkan dua pasukan SWAT tersebut. An-na kemudian bercerita kepada Hee-jo, bahwa mereka telah melakukan hal yang mereka lakukan selama ribuan kali, di mana An-na tidak pernah berhasil menemukan Ja-in, karena para pasukan SWAT yang selalu menghalangi mereka. Setelah melakukan beberapa kali lingkaran waktu, An-na akhirnya mencapai atap dan berhasil menemukan Ja-in. Namun sebelum mereka sempat melarikan diri, gelombang tsunami terakhir menghantam dan menenggelamkan mereka.

Terungkap bahwa hanya garis waktu pertama yang benar-benar terjadi. Dalam versi itu, An-na mengalami luka parah ketika roket evakuasi dihantam serpihan puing. Ia diselamatkan oleh pesawat luar angkasa lain dan meminta agar pikirannya dipindahkan ke dalam sistem AI. Ribuan skenario berikutnya ternyata hanyalah simulasi dari jam terakhir hidupnya, dirancang untuk menyempurnakan respons emosional dengan memaksanya berulang kali mengalami perpisahan dari Ja-in. Setiap simulasi berakhir dengan kegagalan atau kematian hingga program mengumpulkan data yang cukup. Di stasiun luar angkasa, proyek tersebut akhirnya berhasil. Tubuh buatan diciptakan untuk An-na dan Ja-in, kesadaran mereka dipasang, dan mereka diizinkan melanjutkan hidup bersama sebagai ibu dan anak.

Pemeran

sunting
  • Kim Da-mi sebagai Anna[1]
  • Park Hae-soo sebagai Hee-jo
  • Kwon Eun-seong sebagai Ja-in
  • Kang Bin sebagai Mi-jung
  • Jeon Yu-na sebagai Lee Ji-soo
  • Eun Su sebagai Wanita hamil
  • Jeon Hye-jin sebagai Lim Hyeon-mo
  • Park Byung-eun sebagai Lee Hwi-so
  • Lee Hak-joo sebagai Shin Ga-won

Produksi

sunting

Pada bulan Juni 2022, perusahaan Fantasy Light mengadakan diskusi dengan Netflix tentang film bencana The Great Flood karya Kim Byung-woo, yang akan menandai kembalinya aktris Kim Da-mi sebagai pemeran utama.[2]

Pada Agustus 2022, Netflix mengonfirmasi produksi film bencana fiksi ilmiah tersebut, yang skenarionya ditulis oleh Kim Byung-woo dan Han Ji-su. Kim Da-mi dan Park Hae-soo telah dikonfirmasi untuk memerankan tokoh utama.[3]

Film ini direkam selama periode enam bulan, dimulai pada 1 Juli 2022 dan berakhir pada 5 Januari 2023.[4]

Penayangan

sunting

The Great Flood akan mengadakan pemutaran perdana dunianya di bagian 'Korean Cinema Today - Special Premiere' di Festival Film Internasional Busan ke-30 pada tanggal 18 September 2025.[5] Ia akan tersedia di Netflix pada 19 Disember 2025.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ Park Mi-ae (2 Agustus 2022). 김다미X박해수, 넷플릭스 영화 '대홍수'로 뭉친다 [Kim Da-mi dan Park Hae-soo akan bersatu dalam film Netflix 'The Great Flood']. E-Daily (dalam bahasa Korea). Naver. Diakses tanggal 10 September 2025.
  2. ^ Ahn Jin-yong (2 Juni 2022). "[단독]김다미, 김병우 감독 '대홍수'로 컴백…넷플릭스 편성 논의中". Munhwa Ilbo (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 10 September 2025 – via Naver.
  3. ^ Kim Na-yeon (2 Agustus 2022). "지구 위협할 '대홍수' 온다..김다미X박해수 캐스팅 확정 [공식]". Star News (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 10 September 2025 – via Naver.
  4. ^ "한국영화 국내 주요 배급사 및 제작사별 라인업 현황 (장문)". Muko.kr (dalam bahasa Korea). 23 Mei 2023. Diakses tanggal 10 September 2025.
  5. ^ Kim Hye-kyung (18 Agustus 2025). "제30회 BIFF, '한국영화의 오늘' 선정작 5편 영화제서 최초 공개". CBS No Cut News (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 10 September 2025 – via Naver.
  6. ^ Son, Jeong-bin (10 September 2025). 김다미·박해수 영화 '대홍수' 12월19일에 본 [Film Kim Da-mi dan Park Hae-soo "The Great Flood" akan dirilis pada tanggal 19 Desember] (dalam bahasa Korea). Newsis. Diakses tanggal 10 September 2025 – via Naver.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Agama Hindu

Britannica.com. ; Flood 1996, hlm. 256-261. Flood 1996, hlm. 257. Flood 1996, hlm. 258. Flood 1996, hlm. 259. Flood 1996, hlm. 248. Flood 1996, hlm. 249

SYN flood

Sebuah SYN flood adalah bentuk serangan penolakan layanan di mana penyerang dengan cepat memulai koneksi ke peladen tanpa menyelesaikan koneksi. Peladen

Banjir

Healthy Water – Flood Water Exposure Health risks, cleanup of flood waters, and links to flood resources Associated Programme on Flood Management Diarsipkan

Farwiza Farhan

sama dalam pembuatan film dokumenter lingkungan hidup berjudul Before the Flood. Foto Farwiza bersama DiCaprio yang berkunjung ke Aceh pada 2017 ramai menghiasi

Gavin Flood

Gavin Flood adalah seorang sarjana agama komparatif dengan specialisasi dalam Shaivisme dan fenomenologi dengan meneliti pengertian tentang tradisi Asia

Jembatan Youtefa

dilengkapi dengan 29 unit lampu ReachElite Powercore dan dipadukan dengan Vaya Flood RGB Medium Power sebanyak 125 unit. Pembangunan Jembatan Yousefa dilakukan

Perang Israel–Hamas

menamainya sebagai "Operasi Banjir Al-Aqsa" (Inggris: Operation al-Aqsa Flood). Ini adalah konflik langsung pertama di wilayah Palestina yang diduduki

Ping flood

Sebuah Ping Flood atau "Banjir Ping" adalah serangan penolakan layanan sederhana di mana penyerang membanjiri korban dengan paket "echo request" (ping)