Foederatus adalah istilah Latin yang definisi dan penggunannya berubah-ubah antara masa Republik Romawi awal dan masa akhir Kekaisaran Romawi Barat. Pada awal sejarah Republik Romawi, foederatus berarti salah satu suku yang terikat perjanjian (foedus), yang bukan merupakan koloni Romawi dan juga tidak diberi kewarganegaraan Romawi (civitas) tetapi mereka diharapkan untuk menyediakan kontingen tentara jika dibutuhkan, dengan demikian mereka adalah sekutu Romawi. Suku-suku Latium dianggap sebagai sekutu sedarah, tetapi yang lainnya adalah federates atau socii.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Abad Kuno Akhir

karena pembuatan kerajaan-kerajaan Jerman dalam wilayahnya dimulai dengan foederatus Goth di Aquitania pada tahun 418. Wikimedia Commons memiliki media mengenai

Sejarah manusia

terbagi menjadi dua cabang utama, yaitu Visigoth—yang kemudian menjadi foederatus Romawi—dan Ostrogoth, yang bergabung dengan suku Hun. Suku Ostrogoth memberontak

Kerajaan Franka

Franka Sali yang beribu kota di Tournai. Kerajaan ini adalah salah satu foederatus (negara mitra) Kekaisaran Romawi. Kilderik tercatat dalam sejarah sebagai

Kerajaan Burgundy

Penyeberangan Rhine pada tahun 406 suku bangsa Burgundian menetap sebagai Foederatus di dalam provinsi Romawi Germania Inferior di sepanjang Rhine Tengah.

Walia

sebagai wilayah di mana Visigoth akan berbasis sebagai sekutu resmi atau foederatus. Dia mendirikan istananya di Toulouse, yang menjadi ibu kota Visigoth

Diadem

sumber-sumber asli. Ikat kepala tersebut merupakan objek yang jenderal Foederatus Odoacer berikan kepada Kaisar Zeno (Kaisar Kekaisaran Romawi Timur) setelah

Orang Franka

Kaisar Yulianus membiarkan orang Franka mendiami daerah Texuandria sebagai fœderatus di dalam wilayah Kekaisaran Romawi, sesudah berpindah ke daerah itu dari

Alarik I

yang tidak berperasaan untuk membanjiri garis depan musuh menggunakan foederatus Gotik, Alarik menerima sedikit pengakuan dari kaisar. Alarik termasuk