Satelit reconnaissance (atau sering disebut satelit mata-mata) adalah salah satu satelit pengamatan bumi atau satelit komunikasi yang diluncurkan untuk kepentingan militer dan intelijen atau mata-mata. Pihak militer dan intelijen melirik teknologi satelit karena satelit dapat menjangkau seluruh belahan dunia lebih luas dibandingkan menggunakan pesawat udara. Saat ini Amerika Serikat merupakan negara yang paling banyak meluncurkan satelit reconnaissance, yang telah membantu Amerika Serikat dalam memenangkan perang Irak dan melawan terorisme.

Di Amerika Serikat, sebagian besar informasi yang terdapat di program satelit ini berasal dari tahun 1972 ke atas. Beberapa informasi tentang program utama dari tahun itu hingga saat ini masih rahasia. Hanya sedikit gambar satelit reconnaissance yang pernah terbongkar atau bocor. Rahasia tersebut dapat diakses di misi selanjutnya, seperti kasus foto KH-11 yang terkirim ke Jane’s Defence Weekly pada tahun 1985. Selain mengambil gambar, satelit reconnaissance saat ini digunakan sebagai pengendali misil nuklir, dan membantu sistem komunikasi antar markas militer dengan sistem keamanan yang tidak mudah ditembus.


Perkembangan Satelit Reconnaissance

sunting

Generasi pertama satelit reconnaissance yang bertipe Corona dan Zenit dapat mengambil foto lalu menghasilkan sebuah film foto yang nantinya akan dikirim ke bumi. Pengiriman dilakukan melalui Kapsul korona yang diluncurkan hingga mencapai pertengahan langit lalu melayang menggunakan parasut. Sedangkan sekarang proses rumit seperti tadi tidak diperlukan lagi dikarenakan satelit reconnaissance tipe terbaru telah menggunakan sistem teknologi gambar digital sehingga dapat di kirimkan melalui saluran radio (proses download).


Tipe Satelit Reconnaissance

sunting

Berikut merupakan satelit-satelit yang telah diluncurkan milik Amerika Serikat:


  • Naval ELINT:
   GRAB 
   Poppy 
   Naval Ocean Surveillance System 


  • Samos F
  • Molniya SIGINT:
     Jumpseat
     Trumpet 
  • Geosynchronous SIGINT:
     Rhyolite/Aquacade
     Magnum/Orion
     Mentor
  • Air Force Geosynchronous SIGINT:
     Canyon
     Vortex/Chalet
     Mercury
  • Lacrosse/Onyx (RADINT)
  • Misty/Zirconic
  • Quasar
  • Vela
  • Key Hole (KH) seri dari satelit penghasil gambar

Pranala luar

sunting

Sumber Online

sunting

Artikel Bahasa Inggris Spy Satellite

Artikel Leonard David

Artikel IMINT


Sumber Tertulis

sunting
  • Buku Mirabito, M.A.M. & Morgenstern, B.L, New Communication Technology: Applications, Policy, and Impact, 5th Edition, UK: Focal Press, 2004: Satellite.
  • RTP 0905010727

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Karabin M4

banyak dipakai pada pasukan khusus AS, seperti Delta Force, Navy SEALS, dan Force Reconnaissance. Senapan ini menjadi pilihan pasukan khusus dan pasukan

Punisher

Castle (lahir Castiglione) Afiliasi tim United States Marine Corps Force Reconnaissance Marvel Knights Code Red Heroes for Hire Secret Defenders Thunderbolts

MQ-1 Predator

adalah sebuah pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) pengintai (reconnaissance aircraft) yang digambarkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat sebagai

Angkatan Udara Amerika Serikat

dan pengintaian (Global integrated intelligence, surveillance, and reconnaissance atau ISR) adalah sinkronisasi dan integrasi perencanaan dan pengoperasian

Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

dilakukan dalam rangka memenuhi Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force , MEF) Komponen Utama 2015-2024, dengan mengedepankan dua pilar, yakni pengadaan

Boeing E-3 Sentry

sebuah pesawat peringatan udara dini dan kontrol (AWACS) pengintai (reconnaissance aircraft) yang dikembangkan oleh Boeing sebagai kontraktor utama. Berasal

North American B-25 Mitchell

dibuat. Jumlah sebesar ini termasuk beberapa model khusus seperti F-10 reconnaissance aircraft, pesawat latih AT-24, dan model terbatas PBJ-1 milik dari Koprs

Nellis Air Force Base

Air Rescue Squadron 11th Reconnaissance Squadron 15th Reconnaissance Squadron 17th Reconnaissance Squadron 30th Reconnaissance Squadron 474th Tactical