Formica Suntingan nilai di Wikidata
Periode Eocene-present, 46–0 jtyl
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumArthropoda
KelasInsecta
OrdoHymenoptera
FamiliFormicidae
SubfamiliFormicinae
GenusFormica Suntingan nilai di Wikidata
Linnaeus, 1758
Diversitas
234 species
Tata nama
Dinamakan berdasarkansemut Suntingan nilai di Wikidata
Nama zoologis ini berkoordinasi denganFormica (Formica), Formicidae, Formicinae dan Formicini Suntingan nilai di Wikidata
Sinonim taksonAdformica Lomnicki, 1925

Coptoformica Müller, 1923
Formicina Shuckard, 1840
Neoformica Wheeler, 1913
Raptiformica Forel, 1913

Serviformica Forel, 1913

Formica adalah sebuah genus semut pada famili Formicidae, yang mencakup speses-spesies yang biasa dikenal dengan nama semut kayu, semut gundukan, atau semut lapangan. Formica adalah genus tipe Formicidae, dan merupakan bagian dari subfamili Formicinae. Spesies tipe dari genus ini adalah semut kayu merah eropa, Formica rufa. Semut pada genus ini cenderung memiliki panjang di antara 4 sampai 8 mm.[3] Semut pada genus ini emiliki satu benjolan di antara toraks dan abdomen mereka. Semut-semut ini biasanya memakan madu serangga, yaitu cairan manis yang dihasilkan oleh kutu daun. Semut pada genus ini tampak memiliki peran pengembala yang mengembala kutu daun yang lebih kecil, memindahkan mereka ke bagian-bagian berbeda pada suatu tanaman untuk memastikan sumber makanan yang terus-menerus bagi kutu daun. Dengan hal itu, semut-semut tersebut dapat menghasilkan suplai madu serangga yang berkelanjutan untuk mereka sendiri dan koloni mereka.[4]

Spesies

sunting

Hingga 2018, genus ini mencakup setidaknya 290 spesies hidup dan 59 spesies punah.[5]

Spesiesnya mencakup:[6]

Referensi

sunting
  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama AWFormica
  2. ^ Bolton, B. (2016). "Formica". AntCat. Diakses tanggal 25 April 2016.
  3. ^ "Field Ant Facts". Orkin. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-07-16. Diakses tanggal 2016-03-31.
  4. ^ "Formica Ant". www.insectidentification.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-07-03.
  5. ^ "Browse Formica". Catalogue of Life. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-11-15. Diakses tanggal 2018-02-27.
  6. ^ Formica species list. Diarsipkan 2018-02-28 di Wayback Machine. Integrated Taxonomic Information System (ITIS).
  7. ^ a b Dlussky, G.M.; Rasnitsyn, A.P.; Perfilieva, K.S. (2015). "The Ants (Hymenoptera: Formicidae) of Bol'shaya Svetlovodnaya (Late Eocene of Sikhote-Alin, Russian Far East)" (PDF). Caucasian Entomological Bulletin. 11 (1): 131–152. doi:10.23885/1814-3326-2015-11-1-131-152. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2020-07-16. Diakses tanggal 2016-06-06.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Formica rufa

Formica rufa, atau yang dikenal dengan nama semut kayu merah, semut kayu selatan, atau semut kuda, adalah anggota boreal dari grup semut Formica rufa,

Myrmarachne formica

Myrmarachne formica adalah spesies laba-laba yang tergolong famili Salticidae. Spesies ini juga merupakan bagian dari genus Myrmarachne dan ordo Araneae

Mauro Formica

Mauro Abel Formica (lahir 4 April 1988) adalah seorang pemain sepak bola berkebangsaan Argentina yang bermain untuk klub Cruz Azul pada posisi gelandang

José Mourinho

versi aslinya tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 12 Desember 2016. Formica, Federico. "Helenio Herrera, or Josè Mourinho 40 years before". SerieAddicted

Semut parasit

yang diketahui, sekitar 230 diantaranya dianggap sebagai parasit. Genus Formica memuat banyak spesies parasit, dengan lebih dari separuh dari 172 spesiesnya

Semut

beberapa spesies semut seperti Camponotus blandus, Solenopsis invicta, dan Formica cunicularia diperkirakan memiliki tingkat penglihatan warna tertentu. Dua

Choi Kang-lim (Shinbi's House)

episode 8, Kanglim terluka karena terkena serangan sengatan racun dari ekor Formica. Di episode 9, Kanglim dan Leon pingsan saat bertempur melawan Wendigo

SMA Unggul Del

(XI-PMIA-4) dan Mario Manalu (XI-PMIA-3) Juara Harapan 1 Nasional Bakti Formica untuk Bangsa UPI Biologi (BFUB) oleh tim Arjuna Sitorus, Bagas Tobing,