📑 Table of Contents
Foton
Komposisi: Partikel dasar
Kelompok: Gauge boson
Interaksi: Elektromagnetik, Interaksi lemah, Gravitasi
Simbol: ฮณ
Penggagas: Albert Einstein
Massa: 0
< 1ร—10โˆ’18ย eV/c2 [1]
Jangka hidup: Stabil[1]
Muatan listrik: 0
< 1ร—10โˆ’35ย e[1]
Spin: 1
Foton yang dipancarkan dalam berkas koheren laser

Foton adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Biasanya foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, gelombang radio, dan Sinar-X. Foton juga dapat diartikan sebagai energi terkuantisasi. Foton berbeda dengan partikel elementer lain seperti elektron dan quark, karena ia tidak bermassa dan dalam ruang vakum foton selalu bergerak dengan kecepatan cahaya, c. Foton memiliki baik sifat gelombang maupun partikel ("dualisme gelombang-partikel").

Sebagai gelombang, satu foton tunggal tersebar di seluruh ruang dan menunjukkan fenomena gelombang seperti pembiasan oleh lensa dan interferensi destruktif ketika gelombang terpantulkan saling memusnahkan satu sama lain.

Sebagai partikel, foton hanya dapat berinteraksi dengan materi dengan memindahkan energi sejumlah:

,

di mana adalah konstanta Planck, adalah laju cahaya, dan adalah panjang gelombangnya.

Selain energi partikel foton juga membawa momentum dan memiliki polarisasi. Foton mematuhi hukum mekanika kuantum, yang berarti kerap kali besaran-besaran tersebut tidak dapat diukur dengan cermat. Biasanya besaran-besaran tersebut didefinisikan sebagai probabilitas mengukur polarisasi, posisi, atau momentum tertentu.

Sebagai contoh, meskipun sebuah foton dapat mengeksitasi satu molekul tertentu, sering tidak mungkin meramalkan sebelumnya molekul yang mana yang akan tereksitasi.

Deskripsi foton sebagai pembawa radiasi elektromagnetik biasa digunakan oleh para fisikawan. Namun dalam fisika teoretis sebuah foton dapat dianggap sebagai mediator buat segala jenis interaksi elektromagnetik, seperti medan magnet dan gaya tolak-menolak antara muatan sejenis.

Konsep modern foton dikembangkan secara berangsur-angsur antara 1905-1917 oleh Albert Einstein[2][3][4][5] untuk menjelaskan pengamatan eksperimental yang tidak memenuhi model klasik untuk cahaya. Model foton khususnya memperhitungkan ketergantungan energi cahaya terhadap frekuensi, dan menjelaskan kemampuan materi dan radiasi elektromagnetik untuk berada dalam kesetimbangan termal. Fisikawan lain mencoba menjelaskan anomali pengamatan ini dengan model semiklasik, yang masih menggunakan persamaan Maxwell untuk mendeskripsikan cahaya. Namun dalam model ini objek material yang mengemisi dan menyerap cahaya dikuantisasi. Meskipun model-model semiklasik ini ikut menyumbang dalam pengembangan mekanika kuantum, percobaan-percobaan lebih lanjut membuktikan hipotesis Einstein bahwa cahaya itu sendirilah yang terkuantisasi. Kuantum cahaya adalah foton.

Konsep foton telah membawa kemajuan berarti dalam fisika teoretis dan eksperimental, seperti laser, kondensasi Bose-Einstein, teori medan kuantum dan interpretasi probabilistik dari mekanika kuantum. Menurut model standar fisika partikel, foton bertanggung jawab dalam memproduksi semua medan listrik dan medan magnet dan foton sendiri merupakan hasil persyaratan bahwa hukum-hukum fisika memiliki kesetangkupan pada tiap titik pada ruang-waktu. Sifat-sifat intrinsik foton seperti muatan listrik, massa dan spin ditentukan dari kesetangkupan gauge ini.

Konsep foton diterapkan dalam banyak area seperti fotokimia, mikroskopi resolusi tinggi dan pengukuran jarak molekuler. Baru-baru ini foton dipelajari sebagai unsur komputer kuantum dan untuk aplikasi canggih dalam komunikasi optik seperti kriptografi kuantum.

Nomenklatur

sunting

Foton awalnya dinamakan sebagai kuantum cahaya (das Lichtquant) oleh Albert Einstein.[2] Nama modern "photon" berasal dari kata Bahasa Yunani untuk cahaya ฯ†แฟถฯ‚, ditransliterasi sebagai phรดs, dan ditelurkan oleh kimiawan fisik Gilbert N. Lewis, yang menerbitkan teori spekulatif[6] yang menyebutkan foton sebagai "tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan". Meskipun teori Lewis ini tidak dapat diterima karena bertentangan dengan hasil banyak percobaan, nama barunya ini, photon, segera diadopsi oleh kebanyakan fisikawan. Isaac Asimov menyebut Arthur Compton sebagai orang yang pertama kali mendefinisikan kuantum cahaya sebagai foton pada tahun 1927.[7][8]

Dalam fisika, foton biasanya dilambangkan oleh simbol ฮณ abjad Yunani gamma. Simbol ini kemungkinan berasal dari sinar gamma, yang ditemukan dan dinamakan oleh Villard,[9][10] dan dibuktikan sebagai salah satu bentuk radiasi elektromagnetik pada 1914 oleh Ernest Rutherford dan Edward Andrade.[11]

Dalam kimia dan rekayasa optik, foton biasanya dilambangkan oleh , energi foton, adalah konstanta Planck dan abjad Yunani adalah frekuensi foton. Agak jarang ditemukan adalah foton disimbolkan sebagai hf, f di sini melambangkan frekuensi.

Sifat-sifat fisik

sunting
Diagram Feynman pertukaran foton virtual (dilambangkan oleh garis gelombang dan gamma, ) antara sebutir positron dan elektron.

Foton tidak bermassa,[12] tidak memiliki muatan listrik,[13] dan tidak meluruh secara spontan di ruang hampa. Sebuah foton memiliki dua keadaan polarisasi yang dimungkinkan, dan dapat dideskripsikan dengn tiga parameter kontinu: komponen-komponen vektor gelombang, yang menentukan panjang gelombangnya () dan arah perambatannya. Foton adalah boson gauge untuk elektromagnetisme, dan sebab itu semua bilangan kuantum lainnya seperti bilangan lepton, bilangan baryon atau strangeness bernilai persis nol.

Foton diemisikan dalam banyak proses alamiah, contohnya ketika muatan dipercepat, saat transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih rendah, atau ketika sebuah partikel dan antipartikel bertumbukan dan saling memusnahkan. Foton diserap dalam proses dengan waktu mundur (time-reversed) yang berkaitan dengan yang sudah disebut di atas: contohnya dalam produksi pasangan partikel-antipartikel, atau dalam transisi molekuler, atomik atau nuklir ke tingkat energi yang lebih tinggi.

Dalam ruang hampa foton bergerak dengan laju (laju cahaya). Energinya dan momentum dihubungkan dalam persamaan , di mana merupakan nilai momentum. Sebagai perbandingan, persamaan terkait untuk partikel dengan massa adalah , sesuai dengan teori relativitas khusus.

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Amsler, C. (Particle Data Group) (2008). "Review of Particle Physics: Gauge and Higgs bosons". Physics Letters B. 667: 1. Bibcode:2008PhLB..667....1A. doi:10.1016/j.physletb.2008.07.018. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal 2018-05-08.
  2. ^ a b (Jerman) Einstein, A (1905). "รœber einen die Erzeugung und Verwandlung des Lichtes betreffenden heuristischen Gesichtspunkt (trans. A Heuristic Model of the Creation and Transformation of Light)". Annalen der Physik. 17: 132โ€“148.. Terjemahan Bahasa Inggris tersedia di Wikisource.
  3. ^ (Jerman) Einstein, A (1909). "รœber die Entwicklung unserer Anschauungen รผber das Wesen und die Konstitution der Strahlung (trans. The Development of Our Views on the Composition and Essence of Radiation)". Physikalische Zeitschrift. 10: 817โ€“825.. Terjemahan Bahasa Inggris is tersedia dari Wikisource.
  4. ^ (Jerman) Einstein, A (1916a). "Strahlungs-emission und -absorption nach der Quantentheorie". Verhandlungen der Deutschen Physikalischen Gesellschaft. 18: 318.
  5. ^ (Jerman) Einstein, A (1916b). "Zur Quantentheorie der Strahlung". Mitteilungen der Physikalischen Geselschaft zu Zรผrich. 16: 47. juga Physikalische Zeitschrift, 18, 121โ€“128 (1917).
  6. ^ Lewis, GN (1926). "The conservation of photons". Nature. 118: 874โ€“875.
  7. ^ Isaac Asimov (1966). The Neutrino, Ghost Particle of the Atom. Doubleday.
  8. ^ Isaac Asimov (1968). The Universe From Flat Earth To Quasar. Avon Books.
  9. ^ Villard, P (1900). "Sur la rรฉflexion et la rรฉfraction des rayons cathodiques et des rayons dรฉviables du radium". Comptes Rendus. 130: 1010โ€“1012. (Prancis)
  10. ^ Villard, P (1900). "Sur le rayonnement du radium". Comptes Rendus. 130: 1178โ€“1179. (Prancis)
  11. ^ Rutherford, E (1914). "The Wavelength of the Soft Gamma Rays from Radium B". Philosophical Magazine. 27: 854โ€“868.
  12. ^ Massa foton dipercaya persis nol, didasarkan pada alasan-alasan teoretis dan eksperimental yang dijelaskan dalam artikel tersebut. Sebagian sumber juga merujuk pada konsep massa relativistik, yang merupakan energi yang diukur dalam satuan massa. Untuk foton dengan panjang gelombang ฮป" atau energi E, ini adalah h/ฮปc atau E/c2. Pemakaian istilah massa seperti ini tidak lagi umum dalam literatur ilmiah.
  13. ^ Kobychev, V V (2005). "Constraints on the photon charge from observations of extragalactic sources". Astronomy Letters. 31: 147โ€“151. doi:10.1134/1.1883345.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Foton (perusahaan otomotif)

name:่จๆ™ฎ) Foton Midi LWB Foton Sauvana Foton SUP Foton Toano Foton Tunland Foton View Foton MP-X Foton Gratour im6 Foton Gratour im8 Foton Gratour ix5 Foton Gratour

Energi foton

Energi foton adalah energi yang dibawa oleh satu foton. Jumlah energi berbanding lurus dengan elektromagnetik foton dan dengan demikian, secara ekuivalen

Spektrum elektromagnetik

elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan dengan panjang gelombang dikalikan

Cahaya

maupun yang tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara

Elektron

saling berhambur ataupun musnah total, menghasilkan sepasang (atau lebih) foton sinar gama. Elektron, yang termasuk ke dalam generasi keluarga partikel

Alam semesta

Setelah itu, massa alam semesta didominasi oleh foton, menandai dimulainya era foton berikutnya. Foton adalah kuantum dari cahaya dan seluruh bentuk radiasi

Alam semesta teramati

melihat cahaya sejauh ketika foton terbelah ketika masa rekombinasi. Hal ini terjadi ketika partikel pertama kali dapat melepas foton yang kemudian tidak cepat

Radiasi elektromagnetik

frekuensi. Kalau dipertimbangkan sebagai partikel, mereka diketahui sebagai foton, dan masing-masing mempunyai energi berhubungan dengan frekuensi gelombang