📑 Table of Contents
Fototrof darat dan air: Tanaman tumbuh di batang kayu yang terapung di perairan kaya ganggang.

Fototrof (Yunani: ฯ†แฟถฯ‚, ฯ†ฯ‰ฯ„ฯŒฯ‚ = cahaya, ฯ„ฯฮฟฯ•ฮฎ = makanan) adalah organisme yang melakukan fotosintesis untuk memperoleh energi. Mereka memanfaatkan energi dari cahaya matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi bahan organik yang akan digunakan dalam fungsi-fungsi sel seperti biosintesis dan pernapasan sel.

Sebagian besar fototrof adalah autotrof, juga dikenal sebagai fotoautotrof, dan mampu memperbaiki karbon. Tanaman fotoautotrof berbeda dengan kemoautotrof yang memperoleh energinya melalui oksidasi donor elektron di lingkungannya. Tanaman fotoheterotrof menghasilkan ATP melalui fotofosforilasi dan menggunakan senyawa organik untuk membangun strukturnya.[1] Organisme fotoautotrof kadang disebut sebagai holofitik.[2]

Dalam konteks ekologi, organisme fototrof memberikan nutrisi kepada semua bentuk makhluk hidup (selain autotrof lain seperti kemotrof). Di lingkungan darat, tanaman adalah varietas yang paling dominan, sementara organisme fototrof di lingkungan air meliputi ganggang (misalnya Laminariales), protista (misalnya euglena), fitoplankton, dan bakteri (misalnya sianobakteri).

Hasil dari proses ini adalah amilum, yaitu bentuk simpanan atau cadangan dari karbon, yang dapat digunakan ketika cahaya yang ada sangat sedikit untuk memenuhi kebutuhan sebuah organisme. Bakteri fotosintetik memiliki suatu zat bernama bakterioklorofil, hidup di danau dan kolam, dan memanfaatkan hidrogen dari hidrogen sulfida, untuk proses kimiawinya (pigmen bakterioklorofil menyerap cahaya di bagian-bagian spektrum UV dan inframerah ekstrem di luar jangkauan yang digunakan klorofil normal). Sianobakteri hidup di air tawar, laut, tanah, dan lumut, dan melakukan fotosintesis yang serupa dengan tanaman.

Sebuah autotrof fotolitotropis adalah organisme autotrof yang memanfaatkan energi cahaya, dan donor elektron inorganik (e.g., H2O, H2, H2S), dan CO2 sebagai sumber karbonnya.

Zona kedalaman yang dapat ditembus cahaya matahari atau cahaya buatan agar fotosintesis terjadi dikenal sebagai zona fotik.

Tingkatan

sunting
Carta untuk menentukan apakah suatu spesies adalah autotrof, heterotrof, atau subjenisnya

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Campbell, Neil A.; Reece, Jane B.; Urry, Lisa A.; Cain, Michael L.; Wasserman, Steven A.; Minorsky, Peter V.; Jackson, Robert B. (2008). Biology (Edisi 8th). hlm.ย 564. ISBNย 978-0-8053-6844-4.
  2. ^ Hine, Robert (2005). The Facts on File dictionary of biology. Infobase Publishing. hlm.ย 175. ISBNย 978-0-8160-5648-4.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Fotosintesis

menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis

Alga

merupakan fototrof, yaitu memperoleh makanan dengan bantuan foton (cahaya), tetapi ada pula yang memperoleh nutrisi melalui kombinasi fototrof dengan osmotrof

Produsen primer

organisme heterotrof). Produsen primer dapat mengubah energi dalam sinar (fototrof dan fotoautotrof) atau energi dalam komponen kimia anorganik (kemolitotrof)

Bakteri

cara: berfotosintesis untuk mengubah energi dari cahaya (mereka disebut fototrof) atau dengan memecah senyawa kimia menggunakan oksidasi (disebut kemotrof)

Biologi

semua organisme autotrof memperoleh energi dari matahari. Tumbuhan, dan fototrof lainnya menggunakan energi matahari melalui proses fotosintesis yang mengubah

Fotosintesis anoksigenik

Fotosintesis anoksigenik adalah proses fototrof mana energi cahaya ditangkap dan diubah menjadi ATP, tanpa menghasilkan oksigen karena dalam proses tersebut

Lumut daun

membentuk protonema. Protonema ini terdiri atas benang berwarna hijau, fototrof, bercabang-cabang, dan dapat dilihat dengan mata biasa karena mirip seperti

Arkea

lain menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi (mereka disebut fototrof). Namun, fotosintesis yang menghasilkan oksigen tidak terjadi dalam organisme-organisme