François Tack
Lukisan Jawa dari akhir abad ke-19 yang menggambarkan terbunuhnya François Tack, tengah dan berpakaian merah
Lahir(1649-05-29)29 Mei 1649
Den Haag, Republik Belanda
Meninggal8 Februari 1686(1686-02-08) (umur 36)
Kartasura, Kesultanan Mataram
Tempat kerjaVOC
Dikenal atasUsaha penangkapan atas Untung Suropati

François Tack, nama belakangnya ia tulis sebagai Tacq, adalah seorang perwira militer yang bertugas di VOC. Sepanjang karierinya, ia ditempatkan dalam ekspedisi militer di India, Sumatra, dan Jawa.

Awal kehidupan dan karier

sunting

Tack lahir pada 29 Mei 1649 di Den Haag, Belanda. Tidak banyak diketahui mengenai masa mudanya. Ia tercatat ditempatkan di India pada 19 Juli 1672 ketika naik pangkat dari pembawa bendera (vaandrig) ke letnan sementara (provisioneel luitenant). Saat perang melawan Kerajaan Prancis di Hindia Belanda, ia bertugas sebagai kapten, jabatan yang resmi diberikan pada 30 April 1675.[1]

Referensi

sunting

Catatan Kaki

sunting
  1. ^ De Graaf 1935, hlm. 77.

Daftar Pustaka

sunting
  • De Graaf, Hermanus Johannes (1935). De moord op kapitein François Tack, 8 Febr. 1686. Amsterdam: H. J. Paris. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pakubuwana I

Amangkurat II melindungi buronan Belanda yaitu Untung Surapati. Kapten François Tack tiba di Kartasura untuk menangkapnya. Amangkurat II berpura-pura membantu

Pertempuran Kartasura (1686)

Pada tahun 1686, VOC mengirim Kapten François Tack untuk menangkap Untung Suropati, yang saat itu dianggap sebagai ancaman besar bagi stabilitas kekuasaan

Perang Banten (1682–1683)

Mengetahui keadaan yang demikian Cornelis Speelman memerintah Kapten Francois Tack bersama Saint-Martin untuk menyerang dari Laut sedangkan dari darat

Konflik Mataram–Belanda

dan keberaniannya melawan VOC. Pada tahun 1686, VOC mengirim Kapten Francois Tack untuk menangkap Untung Suropati, yang saat itu dianggap sebagai ancaman

Perang Saudara Banten (1682)

ke Keraton Surasowan dan benteng istana Tirtayasa di bawah pimpinan Francois Tack dan De Saint Martin.Pasukan ini berhasil membebaskan loji dari kepungan

Amangkurat II

di desa Babirong untuk menyusun kekuatan. Bulan Februari 1686 Kapten François Tack tiba di Kartasura untuk menangkap Untung Suropati. Amangkurat II pura-pura

Peperangan Banten–Belanda

ke Keraton Surasowan dan benteng istana Tirtayasa di bawah pimpinan Francois Tack dan De Saint Martin.Pasukan ini berhasil membebaskan loji dari kepungan

Abu an-Nasr dari Banten

pihak Kompeni dilakukan oleh komandan dan presiden komisaris Kapten François Tack, Kapten Herman Dirkse Wendepoel, Evenhart van der Schuere serta seorang