KRI Brawijaya tiba di Pangkalan Angkatan Laut Lampung pada tanggal 4 September 2025
| |
| Sejarah | |
|---|---|
| Nama | Marcantonio Colonna |
| Asal nama | Marcantonio Colonna |
| Dipesan | 2014 |
| Pembangun | Fincantieri, Muggiano |
| Biaya | €500 juta per unit |
| Pasang lunas | 3 September 2020 |
| Diluncurkan | 26 November 2022 |
| Identifikasi | Nomor panji: P433 |
| Nasib | Dijual ke Indonesia |
| Nama | KRI Brawijaya |
| Asal nama | Brawijaya |
| Dipesan | 28 Maret 2024 |
| Dibaptis | 29 Januari 2025 |
| Mulai berlayar | 2 Juli 2025 |
| Pelabuhan daftar | Surabaya |
| Identifikasi |
|
| Motto | Bahasa Sanskerta: Vira Samudra Sasvata |
| Status | Dalam layanan aktif |
| Lencana |
|
| Ciri-ciri umum | |
| Kelas dan jenis | Kapal patroli lepas pantai kelas Thaon di Revel |
| Berat benaman |
|
| Panjang |
|
| Lebar | 16,5 m (54 ft 2 in) |
| Daya muat | 10,5 m (34 ft 5 in) |
| Kedalaman | 5 m (16 ft 5 in) |
| Pendorong |
|
| Kecepatan |
|
| Jangkauan | 5.000 nmi (9.300 km; 5.800 mi) pada 15 knot (28 km/h; 17 mph) |
| Awak kapal | 173 tempat tidur (+ 30 di zona belakang modular) |
| Awak |
PPA Full 120 kru; PPA Light+ + 90; PPA Light 90; (24 awak untuk dua helikopter dan 89/59 tempat tidur lainnya untuk tim asrama opsional, tim marinir, staf komando maritim, dll.) |
| Sensor dan sistem pemroses |
Leonardo SAAM-ESD, sistem AAW
|
| Senjata |
|
| Pesawat yang diangkut |
|
| Fasilitas penerbangan |
|
KRI Brawijaya (320) merupakan sebuah kapal dari kapal patroli lepas pantai kelas Thaon di Revel yang akan dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut awalnya dibangun sebagai Marcantonio Colonna (P433), dan merupakan kapal kelima di kelasnya yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia.
Konstruksi dan karier
suntingLunasnya diletakkan pada tanggal 3 September 2020 di Fincantieri Muggiano dan diluncurkan pada tanggal 26 November 2022.[1] Marcantonio Colonna memulai uji coba laut pada Juli 2023.[2]
Marcantonio Colonna merupakan salah satu dari dua kapal kelas Thaon di Revel yang dijual kepada TNI Angkatan Laut dengan kontrak senilai 1,18 miliar Euro yang ditandatangani pada 28 Maret 2024.[3] Menurut Janes, Indonesia telah mendapatkan pendanaan sebesar 1,25 miliar dolar AS dari beberapa lembaga keuangan Eropa untuk akuisisi dua kapal tersebut, dengan fasilitas pendanaan ditandatangani pada akhir tahun 2024.[4]

Kapal tersebut diganti namanya menjadi KRI Brawijaya (320) pada tanggal 29 Januari 2025 pada sebuah acara seremoni di galangan kapal Muggiano.[5] Pada tanggal 2 Juli 2025 resmi diserahkan oleh Ficantieri kepada Kementerian Pertahanan, diwakili Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sebagai Kepala Staf Angkatan Laut yang dilaksanakan di galangan kapal Ficantieri, Muggiano.[6] Kapal ini resmi memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut di bawah Satuan Eskorta Komando Armada II dengan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh sebagai komandan kapal.[7]
Brawijaya memulai keberangkatan pertamanya dari La Spezia, Italia menuju Indonesia pada tanggal 29 Juli 2025.[8][9] Kapal ini melakukan kunjungan pelabuhan ke Mersin, Turki; Alexandria, Mesir; Jeddah, Arab Saudi; Fujairah, Uni Emirat Arab; dan yang terakhir adalah pada tanggal 27 Agustus, ketika kapal ini tiba di Pelabuhan Kolombo, Sri Lanka, dalam rangka kunjungan pengisian bahan bakar. Kapal tersebut dijadwalkan meninggalkan pulau itu pada tanggal 30 Agustus.[10] Dalam perjalanannya, Brawijaya melakukan latihan gabungan dengan berbagai kapal perang angkatan laut asing, seperti: missing name, missing name, Bani Yas, dan juga korvet Indonesia missing name yang sedang bertugas di UNIFIL di Lebanon.[11] Brawijaya pada akhirnya tiba di perairan Indonesia untuk pertama kalinya di Pangkalan Angkatan Laut Lampung di Bandar Lampung pada tanggal tanggal 4 September 2025.[12][13][11] Kapal tersebut berangkat ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada tanggal 8 September dan diperiksa oleh para pejabat tinggi.[14] Brawijaya tiba di Surabaya pada tanggal 10 September sesuai rencana.[15]
Persenjataan
suntingKRI Brawijaya dikirim ke TNI Angkatan Laut tanpa senjata berat, dalam sebuah status "Fitted For But Not With" (FFBNW).[16] Kecuali dua buah meriam berkaliber 76mm dan 127mm di geladak depan, KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi tidak dilengkapi dengan sebarang rudal atau torpedo apapun.[17] Namun, Indonesia telah menunjukkan minatnya terhadap sistem rudal pertahanan udara Aster untuk kapal tersebut dan bermaksud untuk membeli sistem tersebut di kemudian hari, tetapi hal tersebut belum dapat dikonfirmasi.[16]
Komandan
sunting- Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, S.T., M.M. (2025-Sekarang)
Referensi
sunting- ^ "Italian Navy's Fifth PPA Launched By Fincantieri". Naval News. 26 November 2022.
- ^ Caroline, Britz (10 July 2023). "Le PPA italien Marcantonio Colonna débute ses essais en mer". Mer et Marine (dalam bahasa Prancis).
- ^ Peruzzi, Luca (5 April 2024). "New Details on Fincantieri's 'PPA frigates' programme for Indonesia". Naval News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 20 December 2024.
- ^ Rahmat, Ridzwan (4 November 2024). "Indonesia secures facility to fund acquisition of Italian PPAs". Janes.com. Diakses tanggal 20 December 2024.
- ^ Cavanna, Giacomo (19 December 2024). "Cambio di nome per i Pattugliatori Polivalenti d'Altura (PPA) destinati all'Indonesia". Ares Osservatorio Difesa (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 20 December 2024.
- ^ Marison, Walda (3 July 2025). Suyanto, Budi (ed.). "TNI terima KRI Brawijaya-320, kapal perang AL pertama buatan Italia". ANTARA News. Diakses tanggal 3 July 2025.
- ^ "KRI Brawijaya-320 Resmi Perkuat Koarmada II, Kolonel Laut (P) John D. N. Sondakh Dikukuhkan Sebagai Komandan". koarmada2.tnial.mil.id. 3 July 2025. Diakses tanggal 3 July 2025.
- ^ "Indonesia To Receive First Fincantieri PPA In September". Asian Defence Journal. 13 June 2025. Diakses tanggal 1 July 2025.
- ^ antaranews.com (2025-07-29). "Kapal perang baru TNI AL buatan Italia berlayar ke Indonesia hari ini". Antara News. Diakses tanggal 2025-08-18.
- ^ "Indonesian Naval Ship KRI Brawijaya-320 calls Port of Colombo". Sri Lanka Navy. 2025-08-27. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-08-28. Diakses tanggal 2025-08-28.
- ^ a b Malufti, Fauzan (4 September 2025). "First Indonesian PPA ship arrives in the country". NavalNews.com. Diakses tanggal 5 September 2025.
- ^ indomiliter (2025-09-05). "Flagship Kapal Kombatan TNI AL, Fregat KRI Brawijaya 320 (PPA Class) Telah Tiba di Indonesia". Indomiliter.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ Komando, Portal (2025-09-05). "Tiba di Perairan Indonesia, KRI Brawijaya-320 Disambut Unsur Satkor Koarmada I". Diakses tanggal 2025-09-05.
- ^ Walda M; Tegar Nurfitra (8 September 2025). Azis Kurmala (ed.). "Indonesia welcomes new battleship KRI Brawijaya 320 from Italy". ANTARAnews.com. Diakses tanggal 8 September 2025.
- ^ Febriari, Silvana (10 September 2025). "KRI Brawijaya-320 Resmi Perkuat Koarmada II Surabaya". MetroTV.com. Diakses tanggal 11 September 2025.
- ^ a b "Indonesia's KRI Brawijaya PPA Arrives In Jakarta – Asian Defence Journal" (dalam bahasa American English). 2025-09-08. Diakses tanggal 2025-09-17.
- ^ Refano, Vino. "Sebut Terbesar dan Tercanggih, Media Asing Kuliti Kapal Perang Terbaru Milik Indonesia yang Jadi Lambang Kemajuan dan Kehormatan NKRI - Zona Jakarta - Halaman 2". Sebut Terbesar dan Tercanggih, Media Asing Kuliti Kapal Perang Terbaru Milik Indonesia. Diakses tanggal 2025-09-17.
Pranala luar
sunting- Situs web Pattugliatori Polivalenti di Altura Marina Militare