Front Stabilitas Revolusi Islam
Sekretaris JenderalSadegh Mahsouli
Juru bicaraMajid Mottaghifar
Pemimpin spiritualMohammad-Taqi Mesbah-Yazdi (almarhum)
Wakil SekjenTBD
Ketua sayap wanitaFatemeh Alia[1]
Ketua sayap pelajarJalal Abbasian[1]
Dibentuk28 Juli 2011; 14 tahun lalu (2011-07-28)[2]
Disahkan23 September 2014; 11 tahun lalu (2014-09-23)
Didahului olehCoalition of the Pleasant Scent of Servitude[3]
Surat kabarTak resmi:
IdeologiPenjagaan Yuris Mutlak
Konservatisme relijius
Fundamentalisme Islam
Populisme sayap kanan
Islamisme[4]
Posisi politikSayap kanan jauh[5]
Afiliasi nasionalKoalisi Prinsiplis
Parlemen
24 / 290
Situs web
http://www.jebhepaydari.ir

Front Stabilitas Revolusi Islam (bahasa Persia: جبههٔ پایداری انقلاب اسلامی, juga disebut sebagai Persevering Front,[6] Endurance Front[7] dan Steadfast Front)[8] adalah sebuah kelompok politik prinsiplis Iran yang disebut sebagai "kamp fundamentalis paling ekstrem" dan "partai paling sayap kanan di Iran".[9] Front tersebut didirikan sebagai partai pemilu untuk pemilu legislatif 2012. Front tersebut terdiri dari para mantan menteri Mahmoud Ahmadinejad dan Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi yang dikatakan menjadi "pemimpin spiritual" di balik kelompok tersebut.[10]

Catatan dan referensi

sunting
  1. ^ a b c "Iran: A Political Threat to Rouhani? Introducing the Endurance Front". EA WorldView. 14 March 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-15. Diakses tanggal 1 March 2017.
  2. ^ "جبهه پایداری انقلاب اسلامی چیست و چگونه شکل گرفت؟". Khabar Online. 12 April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-29. Diakses tanggal March 10, 2015.
  3. ^ Farshid Ghazanfarpoor (8 March 2015). "Principlists seeking a good deal for the elections". Shahrvand (dalam bahasa Persia). No. 519. hlm. 2.
  4. ^ Naghmeh Sohrabi (July 2012), "Reading the Tea Leaves: Iranian Domestic Politics and the Presidential Election of 2013" (PDF), Middle East Brief (65), Brandeis University, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-10-10, diakses tanggal 2021-09-28
  5. ^ Saeed Barzin (27 February 2012). "Guide: Iranian parliamentary elections". BBC World. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-15. Diakses tanggal 10 March 2018.
  6. ^ Moore, Eric D. (2014). Russia–Iran Relations Since the End of the Cold War. Routledge. hlm. 117. ISBN 978-1-317-80825-1.
  7. ^ "Hard-line Endurance Front says Rouhani's time is up". Al Monitor. 12 April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-11. Diakses tanggal March 10, 2015.
  8. ^ Katouzian, Homa (2013). Iran: Politics, History and Literature. Routledge. hlm. xvii–xviii. ISBN 978-0-415-63689-6.
  9. ^ "Iran's election: Even hardliners want reform: A backlash is taking place against conservatism". The Economist. 27 Feb 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-25. Diakses tanggal 15 March 2016.
  10. ^ Bozorgmehr, Najmeh (February 23, 2012). "Hardline group emerges as Iran poll threat". Financial Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-03. Diakses tanggal March 10, 2015.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Morteza Aghatehrani

dan politikus konservatif asal Iran. Ia adalah mantan sekjen Front Stabilitas Revolusi Islam, dan mewakili Tehran, Rey, Shemiranat dan Eslamshahr dalam

Amir-Hossein Ghazizadeh Hashemi

dan Kalat dalam Parlemen Iran sejak 2008. Ia adalah anggota Front Stabilitas Revolusi Islam dan menjabat sebagai ketua partai tersebut. "Parliament members"

Mojtaba Khamenei

struktur kekuasaan Iran dan memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Selama beberapa dekade sebelum pengangkatannya, ia jarang memegang

Mohammad-Taqi Mesbah-Yazdi

konservatif asal Iran. Ia menjabat sebagai pemimpin spiritual Front Stabilitas Revolusi Islam. "نتایج چهارمین دوره انتخابات خبرگان رهبری". Ministry of Interior

Perang Iran 2026

bersama dengan Israel. Ia menyerukan kepada para anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk meletakkan senjata mereka dengan imbalan kekebalan hukum

Konflik Israel–Iran

fundamental hubungan bilateral kedua negara pasca Revolusi Islam Iran tahun 1979. Sebelum revolusi, Iran Imperial di bawah Shah Mohammad Reza Pahlavi

Rusia

sebagai tidak demokratis. Walaupun begitu, kepemimpinan Putin membawa stabilitas dan kemajuan bagi negara sehingga ia dikagumi luas di Rusia. Tanggal 2

Demokrasi Terpimpin (1959–1965)

di Indonesia oleh Presiden Soekarno, yang memusatkan kendali atas nama stabilitas politik. Ia mengklaim telah mendasarkan sistem tersebut pada sistem desa