D-Fruktosa
D-Fructofuranose
D-Fructofuranose
D-Fructose (open-chain form)
D-Fructose (open-chain form)
Beta-D-Fructose structure
Ball-and-stick model of D-fructose
Nama
Nama IUPAC
1,3,4,5,6-Pentahydroxy-2-hexanone
Nama IUPAC (sistematis)
1,3,4,5,6-Pentahydroxy-2-hexanone
Nama lain
gula buah,[1] levulosa,[2] D-fruktofuranosa, D-fruktosa, D-arabino-heksulosa
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C6H12O6/c7-1-3-4(9)5(10)6(11,2-8)12-3/h3-5,7-11H,1-2H2/t3-,4-,5+,6-/m1/s1 checkY
    Key: RFSUNEUAIZKAJO-ARQDHWQXSA-N checkY
  • InChI=1/C6H12O6/c7-1-3-4(9)5(10)6(11,2-8)12-3/h3-5,7-11H,1-2H2/t3-,4-,5+,6-/m1/s1
    Key: RFSUNEUAIZKAJO-ARQDHWQXBD
  • O[C@H]1[C@H](O)[C@H](O[C@]1(O)CO)CO
Sifat
C6H12O6
Massa molar 180,16 g·mol−1
Densitas 1.694 g/cm3
Titik lebur 103 °C (217 °F; 376 K)
Bahaya
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
15000 mg/kg (intravenous, rabbit)[3]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Fruktosa (bahasa Inggris: fructose, levulose), atau gula buah, adalah monosakarida yang ditemukan di banyak jenis tumbuhan dan merupakan salah satu dari tiga gula darah penting bersama dengan glukosa dan galaktosa, yang bisa langsung diserap ke aliran darah selama pencernaan. Fruktosa ditemukan oleh kimiawan Prancis Augustin-Pierre Dubrunfaut pada tahun 1847.[4] Fruktosa murni rasanya sangat manis, warnanya putih, berbentuk kristal padat, dan sangat mudah larut dalam air.[5] Fruktosa ditemukan pada tanaman, terutama pada madu, pohon buah, bunga, beri dan sayuran. Di tanaman, fruktosa dapat berbentuk monosakarida dan/atau sebagai komponen dari sukrosa. Sukrosa merupakan molekul disakarida yang merupakan gabungan dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa.

Properti kimia

sunting

Fruktosa adalah polihidroksiketon dengan 6 atom karbon. Fruktosa merupakan isomer dari glukosa; keduanya memiliki rumus molekul yang sama (C6H12O6) tetapi memiliki struktur yang berbeda.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ "Fructose – Definition and More from the Free Merriam-Webster Dictionary". Mw4.m-w.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-05. Diakses tanggal 10 December 2014.
  2. ^ Levulose comes from the Latin word laevus, levo, "left side", levulose is the old word for the most occurring isomer of fructose. D-fructose rotate plane-polarised light to the left, hence the name.[1] Diarsipkan 2009-10-08 di Wayback Machine..
  3. ^ Michael Chambers. "ChemIDplus – 57-48-7 – BJHIKXHVCXFQLS-UYFOZJQFSA-N – Fructose [USP:JAN] – Similar structures search, synonyms, formulas, resource links, and other chemical information". Chem.sis.nlm.nih.gov. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-10. Diakses tanggal 10 December 2014.
  4. ^ Fruton, J.S. Molecules of Life 1972, Wiley-Interscience
  5. ^ Hyvonen, L., & Koivistoinen, P (1982). "Fructose in Food Systems". Dalam Birch, G.G. & Parker, K.J (ed.). Nutritive Sweeteners. London & New Jersey: Applied Science Publishers. hlm. 133–144. ISBN 0-85334-997-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  6. ^ Cheeke, Peter R (2010). Comparative Animal Nutrition and Metabolism. CABI. hlm. 85. ISBN 9781780640679. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-26. Diakses tanggal 2021-01-31.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Permen

berkalori tinggi yang pada umumnya berbahan dasar gula, air, dan sirop fruktosa. Tingginya kadar gula dalam permen membuatnya diklaim sebagai salah satu

Karbohidrat

galaktosa, dan fruktosa. Dua monosakarida yang bergabung disebut disakarida, contohnya sukrosa yang terbuat dari glukosa dan fruktosa. Terdapat pula oligosakarida

Sirop jagung fruktosa tinggi

Sirop jagung fruktosa tinggi (SJFT), juga dikenal sebagai derawa glukosa-fruktosa atau isoglukosa, adalah pemanis yang dibuat dari tepung jagung. Seperti

Glukosa

dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada

Madu

peliharaan peternakan lebah. Madu mendapatkan rasa manisnya dari monosakarida fruktosa dan glukosa, serta memiliki rasa manis yang hampir sama dengan sukrosa

Monosakarida

(dekstrosa), fruktosa (levulosa), galaktosa, xilosa, dan ribosa. Bahan makanan alami yang sebagian besar mengandung monosakarida khususnya fruktosa dan glukosa

Biokimia

terkadang melebihi fruktosa yang ada. Misalnya, 32% bagian kurma yang dapat dimakan adalah glukosa, dibandingkan dengan 24% fruktosa dan 8% sukrosa. Namun

Budi Starch & Sweetener

manufaktur produk-produk pangan (seperti tepung tapioka, tepung beras, fruktosa, glukosa dan lainnya), bahan kimia (seperti asam sulfat) dan produk lain