Fumarola adalah sejenis bualan gas dan uap di daerah gunung api yang membubung dengan kekuatan besar atau kecil dengan disertai suara lemah atau nyaring dari lubang atau rekahan dalam kawah, di lereng atau kaki suatu gunung api.[1] Juga untuk menunjukan pengeluaran gas tanpa atau hanya dengan sedikit kandungan belerang atau cerobong tempat gas keluar dari permukaan bumi di daerah gunung api.[1]

Rujukan

sunting
  1. ^ a b Van Hoeve. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7. Jakarta: Ichtiar Baru. hlm. 1047.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pegunungan Dieng

(vent) yang mengeluarkan hasil aktivitas geologi dalam berbagai wujud: fumarola, solfatara,sumber gas (CO2 maupun CO), dan mata air (panas maupun dingin)

Gunung berapi

masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah. Secara umum, erupsi gunung berapi dibagi menjadi erupsi

Dataran tinggi Dieng

(vent) yang mengeluarkan hasil aktivitas geologi dalam berbagai wujud: fumarola, solfatara,sumber gas (CO2 maupun CO), dan mata air (panas maupun dingin)

Gunung Ceremai

menimbulkan kerusakan yang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937

Tiamazol

(4849): 1300–1303. doi:10.1136/bmj.2.4849.1300. PMC 2030295. PMID 13106417. Fumarola A, Di Fiore A, Dainelli M, Grani G, Calvanese A (November 2010). "Medical

Tsunami Laut Jepang 1741

sebelum letusan 1741–42 karena keterpencilan pulau itu meskipun beberapa fumarola tercatat. Catatan letusan terbaru adalah pada tahun 1790. Kegiatan muncul

Gunung Bukit Lumut Balai

Sebuah bekas aliran lahar besar terjadi di sisi utara Bukit Balai. Ladang fumarola aktif ditemukan di dua cekungan bulan sabit di sebelah utara Bukit Lumut

Mata Air Panas Helatoba-Tarutung

Koordinat 2°02′N 98°56′E / 2.03°N 98.93°E / 2.03; 98.93 Geografi Letak Sumatera Utara, Indonesia Geologi Jenis gunung fumarola Letusan terakhir Pleistosen