Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Furyu-odori adalah beragam tarian ritual rakyat asal Jepang yang dilakukan dengan kostum khas dan diiringi oleh musik yang meriah. Tarian ini dilakukan untuk mengakhiri suatu wabah, mendapatkan hasil panen yang baik, memberikan ketenangan bagi jiwa yang telah meninggal dan memberikan keselamatan dari bencana. Tarian ini juga diyakini dapat mengusir roh jahat dan kesialan dan melindungi masyarakat.[1][2]
Pada 30 November 2022 di Maroko, UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya takbenda kemanusiaan asal Jepang.[1]
Etimologi
suntingFuryu-odori berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, yakni 'furyu' dan 'odori'. Furyu berarti elegan dan anggun yang merujuk pada kelompok penari,[3] sementara odori berarti tarian rakyat atau teater Jepang yang meriah yang ditandai dengan gerak kaki cepat.[4]
Variasi
suntingTerdapat 41 variasi furyu-odori yang tersebar di 24 dari 47 prefektur di Jepang. Setiap daerah memiliki variasi tarian dan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda meskipun juga terdapat persamaannya.[5] Beberapa pertunjukan furyu-odori dilakukan secara publik sehingga masyarakat umum bisa melihatnya, sementara sebagian lainnya ditampilkan secara tertutup.[6]
Di kota Miura, Prefektur Kanagawa misalnya, variasinya adalah Chakkirako yang dipraktikkan setiap tanggal 15 Januari. Tarian ini dimainkan oleh gadis-gadis yang memegang kipas dan tongkat yang dihias. Pertunjukan yang diselenggarakan di rumah ibadah dan area perbelanjaan terbuka untuk umum, tetapi pertunjukan di pemukiman warga diadakan secara tertutup untuk menjaga privasi rumah warga lokal.[6]
Di kota Nishiiya Miyoshi, Prefektur Tokushima terdapat Jindai-odori yang ditampilkan pada 25 Juni di distrik Zentoku dan pada akhir September hingga awal Oktober di distrik Tokuzen. Sementara di kota Kunisaki, Prefektur Oita, variasi tariannya adalah Yoshihiro-gaku yang ditampilkan pada minggu keempat bulan Juli.[6]
| No. | Nama variasi tarian | Daerah/Kota | Prefektur |
|---|---|---|---|
| 1. | Chakkirako | Miura | Kanagawa |
| 2. | Dainenbutsukenbai di Nagai | Morioka | Iwate |
| 3. | Onikenbai | Kitakami dan Oshu | |
| 4. | Bon-odori di Nishimonai | Ugo | Akita |
| 5. | Bon-odori di Kemanai | Kazuno | |
| 6. | Kashima-odori di Ogohuchi | Okutama | Tokyo |
| 7. | Oh-odori di Niijima | Kampung Nijima | |
| 8. | Ho-oh no mai diShimohirai | Hinode | |
| 9. | Omineiri di Yamakita | Yamakita | Kanagawa |
| 10. | Ayakomai | Kashiwazaki | Niigata |
| 11. | Dai no saka | Uonuma | |
| 12. | Dainenbutsu di Mushoh-no | Uenohara | Yamanashi |
| 13. | Odorinenbutsu di Atobe | Saku | Nagano |
| 14. | Bon-odori di Niino | Anan | |
| 15. | Nenbutsu-odori di Wagoh | ||
| 16. | Gujoh-odori | Gujoh | Gifu |
| 17. | Kanomizu-kakeodori | ||
| 18. | Bon-odori di Tokuyama | Kawanehon | Shizuoka |
| 19. | Bon-odori di Utougi | Shizuoka | |
| 20. | Yonenbutsu dan Bon-odori di Ayado | Toyota | Aichi |
| 21. | Shinji-odori di Kuil Katte | Iga | Mie |
| 22. | Sanyare-odori di Ohmi Konan | Kusatsu dan Ritto | Shiga |
| 23. | Naginata-furi di Festival Kenketo Festival di Ohmi | Moriyama, Koka, Higashiomi dan Ryuoh | |
| 24. | Rokusai-nenbutsu di Kyoto | Kyoto | Kyoto |
| 25. | Yasurai-bana | ||
| 26. | Hanagasa-odori di Kuta | ||
| 27. | Furyuu oh-odori ko-odori di Ama | Minami awaji | Hyogo |
| 28. | Oh-odori di Totsukawa | Desa Totsukawa | Nara |
| 29. | Sagimai di Kuil Yasaka di Tsuwano | Shuwano | Shimane |
| 30. | Shiraishi-odori | Kasaoka | Okayama |
| 31. | Ohmiya-odori | Maniwa | |
| 32. | Jindai-odori di Nishiiya | Miyoshi | Tokushima |
| 33. | Ayako-odori | Manno | Kagawa |
| 34. | Nenbutsu-odori di Takinomiya | Ayagawa | |
| 35. | Kannoh-gaku | Buzen | Fukuoka |
| 36. | Jangara di Hirado | Hirado | Nagasaki |
| 37. | Okita-odori dan Kuromaru-odori di Ohmura | Omura | |
| 38. | Tsushima no Bon-odori | Tsushima | |
| 39. | Nobara Hachimangu Furyu | Arao | Kumamoto |
| 40. | Yoshihiro-gaku | Kunisaki | Oita |
| 41. | Ara-odori di Gokase | Gokase | Miyazaki |
Dalam lukisan
sunting
Furyu-odori muncul dalam lukisan pelukis Jepang karya Konishi Hiroshida (1810-1864) pada 1850. Lukisan tersebut menggambarkan tentang furyu-odori yang ditampilkan dalam teater kabuki.[7] Selain itu, tarian tersebut juga dapat dilihat dalam lukisan karya Eishosai Choki yang berjudul "Furyu odori-awase" yang menggambarkan dua anak laki-laki sedang menari tradisional dengan latar belakang dedaunan musim gugur.[8][9]
Referensi
sunting- ^ a b "Furyu-odori, ritual dances imbued with people's hopes and prayers - UNESCO Intangible Cultural Heritage". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "Tarian Ritual Jepang Masuk Daftar UNESCO". NHK World Japan. Diakses tanggal 3 November 2025.
- ^ "A Japanese Intangible Cultural Heritage Furyu-odori". MOFA Japan. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "Definition of ODORI". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "Editorial: UNESCO listing must spark efforts to preserve Japan's festival dances". Mainichi Daily News (dalam bahasa Inggris). 2022-11-07. Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ a b c "Furyu-odori" (PDF). Bunka. Diakses tanggal 3 November 2025.
- ^ "Konishi Hirosada, Furyu odori ga, ca. 1850 (late Edo). Bequest of Robert S. Shaull, 1990, 95.717 | The Walters Art Museum". Online Collection of the Walters Art Museum (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
- ^ "Japanese Print "Furyu odori-awase" by Eishosai Choki". Ukiyo-e Search. Diakses tanggal 3 November 2025.
- ^ "Series: Furyu odori-awase". The British Museum. Diakses tanggal 3 November 2025.