Tipologi linguistik
Morfologi
Isolatif
Sintetis
Polisintetis
Inflektif
Aglutinatif
Morfosintaksis
Urutan kata

Bahasa inflektif atau bahasa fusional adalah jenis bahasa sintetis yang dibedakan dengan bahasa aglutinatif berdasarkan kecenderungan perubahan morfem sewaktu digabungkan dalam pembentukan kata hingga sulit disegmentasi. Bahasa yang termasuk jenis ini antara lain adalah bahasa-bahasa dari rumpun bahasa Semitik serta beberapa bahasa dari rumpun bahasa Indo-Eropa seperti Sanskerta, Yunani, Latin, Rusia, Jerman, Ceko, dan Polandia.

Contoh proses perubahan fonem dalam pembentukan kata terlihat misalnya pada kata bahasa Latin bonus yang bermakna "bagus". Akhiran -us menunjukkan gender maskulin, nominatif, dan tunggal. Jika salah satu fitur tersebut ingin diubah, misalnya menjadi feminin atau jamak, akhiran -us pun harus diubah.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa

disebut dengan bahasa fusional, karena beberapa makna bisa digabungkan menjadi morfem tunggal. Kebalikan dari bahasa fusional adalah bahasa aglutinatif

Aterosklerosis

mellitus tipe 2, menunjukkan pola arteriosklerosis yang ekstensif dan difusional, dengan peningkatan rasio peptida C. Marx N, Walcher D (2008). "C-Peptide

Infleksi

sama karena setiap bahasa memiliki sistem infleksinya sendiri. Bahasa fusional seperti Latin, Rusia, dan Jerman memiliki sistem infleksi yang kompleks

Bahasa Proto-Tai

Robert M. W. Dixon (1998) mengemukakan bahwa bahasa Proto-Tai adalah fusional dalam morfologinya karena rangkaian kata-kata yang terkait di antara keturunan

Mobilitas listrik

{\displaystyle \lambda } sering didefinisikan sebagai jarak bebas purata difusional, dengan mengasumsikan bahwa hubungan perkiraan sederhana adalah tepat:

Seeed

penyanyi, bagian tanduk dan seorang DJ. Seeed dikenal karena campuran fusional mereka yang menarik dari gaya Reggae Jerman dan Dancehall dan penggunaan