Galvanisme: elektrode menyentuh seekor katak, dan kakinya bergerak naik-turun[1]
Kartun jasad yang tergalvanisasi

Galvanisme adalah sebuah istilah yang diciptakan oleh fisikawan dan kimiawan akhir abad ke-18 Alessandro Volta untuk merujuk kepada pemicuan arus listrik melalui reaksi kimia.[2] Istilah tersebut juga merujuk kepada penemuan-penemuan Luigi Galvani, yang secara khusus perihal pemicuan arus listrik dalam organisme biologi dan kontraksi/konvulsi jaringan otot biologis melalui kontak dengan arus listrik.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ David Ames Wells, The science of common things: a familiar explanation of the first principles of physical science. For schools, families, and young students., Publisher Ivison, Phinney, Blakeman, 1859, 323 pages (page 290)
  2. ^ "Luigi Galvani - Engineering and Technology History Wiki". ethw.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-21. Diakses tanggal 2020-02-11.
  3. ^ "Luigi Galvani | Encyclopedia.com". www.encyclopedia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-15. Diakses tanggal 2020-02-11.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Frankenstein (novel)

melakukan banyak upaya publik untuk menghidupkan kembali manusia melalui Galvanisme bio-listrik di London, dan Johann Konrad Dippel, yang konon telah mengembangkan

Elektroterapi (kosmetik)

menemukan bahwa listrik dapat membuat otot pada kaki katak bergerak (lihat galvanisme). Riset berikutnya dalam elektrofisiologi dilakukan oleh orang-orang seperti

Mary Shelley

prinsip kehidupan. "Mungkin mayat akan dihidupkan kembali", Mary mencatat; "galvanisme telah memberikan tanda akan hal-hal seperti itu". Saat itu sudah lewat