| Happy Gilmore | |
|---|---|
![]() Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Dennis Dugan |
| Produser | Robert Simonds |
| Ditulis oleh | |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Mark Mothersbaugh |
| Sinematografer | Arthur Albert |
| Editor | Jeff Gourson |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Universal Pictures |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 92 menit |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $12ย juta[1] |
Pendapatan kotor | $41,4 juta[2] |
Happy Gilmore adalah film komedi olahraga Amerika Serikat tahun 1996 yang disutradarai oleh Dennis Dugan , diproduseri oleh Robert Simonds , dan dibintangi oleh Adam Sandler sebagai pemeran utama, bersama Christopher McDonald , Julie Bowen , dan Carl Weathers . Film ini mengikuti kisah perjalanan karakter utamanya yang bernama Happy Gilmore, seorang pemain hoki es gagal yang berusaha mengumpulkan uang untuk mencegah penyitaan rumah neneknya. Happy secara tak terduga mengetahui bahwa dirinya memiliki bakat bermain golf terpendam setelah bertemu dengan seorang pemain golf legendaris bernama Chubbs. Skenario film ini ditulis oleh Sandler dan rekannya, Tim Herlihy , dalam kolaborasi film panjang kedua mereka setelah Billy Madison setahun sebelumnya. Film ini juga menandai kolaborasi pertama antara Sandler dan Dugan.
Happy Gilmore dirilis di bioskop pada 16 Februari 1996 oleh Universal Pictures dan mendapat ulasan beragam dari para kritikus. Film ini sukses secara komersial, meraup $41,2 juta dengan anggaran $12 juta, dan memenangkan MTV Movie Award untuk kategori Best Fight. Film ini memiliki banyak penggemar fanatik, terutama di komunitas golf. Sekuelnya, Happy Gilmore 2, dirilis di Netflix pada tahun 2025.
Plot
suntingHappy Gilmore sangat menyukai hoki es. Impiannya sejak kecil adalah menjadi pemain hoki es profesional. Meskipun memiliki pukulan slapshot kuat yang dipelajari dari mendiang ayahnya, sifat pemarah dan kurangnya koordinasi dalam hal skating membatasi prospek profesionalnya. Suatu hari, Happy mengetahui bahwa neneknya yang membesarkannya, berutang pajak tertunggak sebesar $270.000 kepada Internal Revenue Service (IRS).
Dia memiliki waktu 90 hari untuk melunasi utang atau rumah neneknya akan disita dan dilelang. Happy mengirimnya ke panti jompo sampai dia dapat menemukan cara untuk melunasi utang tersebut. Namun, tanpa sepengetahuan Happy, para penghuninya diperlakukan dengan buruk dan dipaksa bekerja secara eksploitatif.
Saat menantang dua orang pindahan yang menyita tongkat golf tua mendiang kakeknya, Happy menemukan bahwa ayunan gaya slapshot-nya yang tidak ortodoks dapat memukul bola sejauh 400 yard. Ia mulai mendapatkan uang dengan bertaruh melawan para pegolf di driving range, tempat ia bertemu Chubbs Peterson, mantan bintang golf profesional yang kehilangan tangannya karena serangan buaya .
Chubbs mendesak Happy untuk mengikuti Waterbury Open, yang pemenangnya akan mendapatkan jatah otomatis di PGA Tour, serta hadiah uang tunai yang cukup besar. Karena sangat ingin merebut kembali rumah neneknya, Happy setuju dan memenangkan turnamen Open. Mengetahui bahwa ia perlu menyediakan caddy-nya sendiri di tur, Happy buru-buru menyewa seorang tunawisma bernama Otto.
Happy dengan cepat menjadi favorit penggemar karena pukulan drive-nya yang luar biasa dan perilaku anehnya di depan kamera. Meskipun pukulan drive-nya sangat luar biasa, Happy kesulitan dengan pukulan-pukulan putting, dan kehebohannya di lapangan serta kurangnya etika golf menimbulkan rasa tidak senang di antara para pejabat tur konvensional. Tapi karena rating televisi meningkat tajam, jumlah penonton yang menjadi lebih banyak, dan masuknya tawaran sponsor baru, kepala humas tur golf, Virginia Venit, berjanji akan turun tangan agar Happy bisa mengendalikan perilakunya. Dengan dukungannya, Happy meningkatkan kemampuan dan perilakunya, dan mereka pun terlibat asmara.
Shooter McGavin, seorang pemain golf yang arogan dan dianggap sebagai unggulan utama dalam tur, memandang Happy sebagai ancaman, jadi ia menyewa seorang pengacau bernama Donald Floyd untuk mengejeknya di turnamen semi profesional. Donald mengalihkan perhatian Happy dengan berulang kali memanggilnya "brengsek", yang berhasil membuatnya emosi dan memengaruhi permainannya. Happy yang sudah tidak dapat lagi menahan kemarahannya akhirnya berkelahi dengan rekan selebritasnya, Bob Barker yang terus mengkritik kesalahan-kesalahan Happy dalam turnamen tersebut, menyebabkan dia didenda sebesar $25.000 dan diskorsing selama satu bulan.
Semasa masa skors, Virginia membantu Happy mendapatkan kontrak untuk membintangi iklan dengan Subway untuk mengganti pendapatannya yang tidak lagi ada. Namun, tepat saat uangnya cukup, pihak IRC malah melelang rumah neneknya lebih awal. Selama pelelangan, Shooter dengan jahat sengaja mengalahkan tawaran Happy dalam upayanya untuk memaksanya keluar dari tur. Virginia mendorong Happy untuk tidak berhenti, sehingga dia membuat kesepakatan dengan Shooter: jika Happy memenangkan Kejuaraan Tur, Shooter akan mengembalikan rumah itu, tetapi jika Shooter menang, Happy akan berhenti bermain golf.
Mengetahui bahwa dia harus meningkatkan permainan putting-nya untuk mengalahkan Shooter, Happy mencari Chubbs, yang membantunya berlatih meningkatkan putting-nya dengan berlatih di lapangan golf mini dan memberinya putter khusus berbentuk tongkat hoki. Sebagai ucapan terima kasih, Happy memberi Chubbs hadiah kejutan berupa kepala buaya yang pernah menggigit tangannya, hingga mengejutkannya dan menyebabkannya jatuh dari jendela hingga tewas.
Happy dipasangkan dengan Shooter untuk Kejuaraan Tur. Shooter memimpin lebih awal, tetapi permainan reguler Happy menempatkannya unggul dengan satu ronde tersisa. Karena sangat ingin memenangkan jaket Kejuaraan, Shooter kembali merekrut Donald, yang dengan sengaja mengendarai mobil ke lapangan dan menabrak Happy, sehingga memengaruhi kemampuan dan fokus pukulan drive-nya. Shooter pun kembali memimpin, tetapi Nenek Happy kemudian berkata bahwa rumahnya bukanlah hal yang penting, yang dia inginkan hanya melihat Happy bahagia. Happy yang semula terbebani menjadi bermain lepas hingga kembali ke mood bahagianya dan bangkit untuk menyamakan kedudukan.
Di permainan terakhir, tee shot Shooter mendarat di kerumunan. Meskipun harus memainkan bola dari kaki mantan bos Happy yang mengintimidasi, Tuan Larson, ia berhasil mengamankan par dengan putt panjang. Saat giliran Happy yang harus memasukkan bola dalam sekali pukulan, menara televisi yang rusak oleh mobil Donald sebelumnya ambruk ke lapangan dan menutupi jalur bola ke lubang yang seharusnya mudah dilakukan. Shooter bersikeras agar Happy memainkan bola "sebagaimana adanya," dan, dengan campur tangan ilahi Chubbs, Happy menang dengan menggunakan menara itu sebagai mesin Rube Goldberg untuk memasukkan puttnya.
Tidak bisa menerima kekalahan, Shooter mencoba mencuri jaket emas Happy dan dikejar serta dipukuli oleh gerombolan penggemar yang dipimpin oleh Larson. Sekembalinya ke rumah neneknya, Happy merayakan kemenangannya bersama neneknya, Virginia, dan Otto.
Pemeran
sunting- Adam Sandler sebagai Happy Gilmore, seorang calon pemain hoki pemarah yang menemukan bakat tersembunyi pukulan jarak jauh dalam golf. Sandler juga mengisi suara Badut Tertawa.
- Donnie MacMillan sebagai Happy Gilmore muda.
- Christopher McDonald sebagai Shooter McGavin, seorang pegolf bintang sombong yang membenci Happy.
- Julie Bowen sebagai Virginia Venit, direktur humas tur golf pro yang menjadi kekasih Happy.
- Frances Bay sebagai Anna Gilmore, nenek Happy.
- Carl Weathers sebagai Derick โChubbsโ Peterson, mantan pegolf profesional sekaligus pelatih dan mentor Happy.[a]
- Allen Covert sebagai Otto, seorang tunawisma yang menjadi caddy Happy dalam tur dan sahabat Happy.[b]
- Richard Kiel sebagai Tuan Larson, mantan bos Happy.
- Dennis Dugan sebagai Doug Thompson, komisaris tur golf pro.
- Joe Flaherty sebagai Donald Floyd, seorang penggemar nakal yang disewa oleh Shooter untuk mengejek Happy.
Selain itu, Ben Stiller tidak dikreditkan untuk perannya sebagai Hal. Robert Smigel berperan sebagai agen IRS yang memberi tahu Happy bahwa Neneknya menunggak pajak, dan Will Sasso dan Dee Jay Jackson tampil sebagai orang yang menantang Happy di lapangan golf.
Jared Van Snellenberg memerankan caddy Happy yang tidak disebutkan namanya di Waterbury Open (yang kemudian terungkap di sekuelnya sebagai pegolf profesional Will Zalatoris), dan Kevin Nealon berperan sebagai Gary Potter, pegolf profesional yang nyentrik dan rekan Happy di AT&T Open. Pegolf profesional Lee Trevino dan Mark Lye, penyiar olahraga Verne Lundquist, dan pembawa acara โโThe Price Is Rightโโ saat ini Bob Barker, semuanya berperan sebagai diri mereka sendiri.
Produksi
suntingPengembangan
suntingHappy Gilmore disutradarai oleh Dennis Dugan,[3] dan ditulis oleh alumni Saturday Night Live (SNL), Tim Herlihy serta Adam Sandler.[4][5] Herlihy dan Sandler adalah teman sekamar saat kuliah dan menulis komedi stand-up bersama sebelum beralih ke penulisan naskah.[4] Setelah Sandler diberhentikan dari SNL pada 1995, ia beralih ke dunia film.[6] Ia bersama Herlihy menulis Billy Madison (1995),[4][5] yang terbukti sukses bagi Universal Pictures sebagai distributor. Karena itu, Herlihy dan Sandler mulai mengerjakan proyek baru. Dalam sebuah sesi curah gagasan di kantor, mereka menemukan premis high-concept untuk sebuah film tentang "pemain hoki yang memukul bola sejauh 400 yard".[5] Judd Apatow melakukan penulisan ulang naskah, meskipun tidak tercantum dalam kredit.[7]
Karakter Happy Gilmore secara longgar didasarkan pada teman masa kecil Sandler, Kyle McDonough, yang bermain hoki es dan sering bermain golf bersama Sandler saat mereka tumbuh besar. Sandler tidak pernah bisa memukul bola sejauh McDonough, dan ia beranggapan bahwa keterampilan hoki McDonough memberinya keunggulan.[8] Sementara itu, tangan Chubbs Peterson yang hilang merupakan sebuah in-joke yang merujuk pada film Predator (1987) yang dibintangi Carl Weathers, di mana karakternya kehilangan lengan.[9] Herlihy dan Sandler memasukkan berbagai lelucon yang membuat mereka tertawa, dan tidak mengingat siapa yang menciptakan masing-masing, meskipun Herlihy mengklaim sebagai pencetus dialog Shooter McGavin: "I eat pieces of shit like you for breakfast".[5] Dalam wawancara tahun 1994, Sandler menyebut komedi golf Caddyshack (1980),[10] sebuah film yang ia dan Herlihy gemari semasa kuliah, Dalam wawancara tahun 1994, Sandler menyebut komedi golf Caddyshack (1980),[10] sebuah film yang ia dan Herlihy gemari semasa kuliah,[11] sebagai sumber inspirasi.[10]
Mantan pegolf profesional Mark Lye bertindak sebagai konsultan naskah,[12] dan setelah melihat ide awal Herlihy serta Sandler, ia berkata: "Kalian pasti gila. Tidak mungkin membuat film seperti itu."[13] Menurut Lye, draf awal menggambarkan Happy memenangkan Masters Tournament: "Mereka menggunakan jaket hijau. Mereka menistakan USGA dan mengejek Augusta National."[13] Ia menyarankan agar Happy memenangkan turnamen fiksi, sehingga Herlihy dan Sandler mengubah warna jaket dari hijau menjadi emas. Lye juga tidak menyukai sifat yang terlalu tidak realistis dalam draf awal, yang menampilkan Happy berulang kali melakukan pukulan sejauh 400 yard. Karena itu, ia membawa kru ke sebuah acara PGA Tour agar mereka dapat memahami atmosfer permainan golf.[12][13] Menurut Lye, draf awal menggambarkan Happy memenangkan Masters Tournament: "Mereka menggunakan jaket hijau. Mereka menistakan USGA dan mengejek Augusta National."[13] Ia menyarankan agar Happy memenangkan turnamen fiksi, sehingga Herlihy dan Sandler mengubah warna jaket dari hijau menjadi emas. Lye juga tidak menyukai sifat yang terlalu tidak realistis dalam draf awal, yang menampilkan Happy berulang kali melakukan pukulan sejauh 400 yard. Karena itu, ia membawa kru ke sebuah acara PGA Tour agar mereka dapat memahami atmosfer permainan golf.[12][13] Naskah final, yang kemudian disetujui Lye, merupakan draf kelima karya Herlihy dan Sandler.[13]
Dugan terlibat sebagai sutradara melalui Sandler. Beberapa tahun sebelumnya, Dugan pernah mencoba mengajak Sandler bermain dalam salah satu filmnya, tetapi para produser tidak mengizinkan karena saat itu Sandler belum dikenal luas. "Beberapa tahun kemudian, [Sandler] sudah terkenal," kata Dugan. "Saya ingin disewa untuk menyutradarai Happy Gilmore bersamanya. Saya masuk ke ruangan, dan dia berkata: 'Kamu orang yang dulu ingin memberiku peran itu. Aku tidak perlu tahu hal lain, aku ingin bekerja denganmu.'"[14] Happy Gilmore diproduksi dengan anggaran sebesar $12 juta[9] dan seluruh proses syuting dilakukan di lokasi-lokasi di British Columbia. Sebagian besar adegan di lapangan golf difilmkan di Pitt Meadows di Swan-e-set Bay Resort & Country Club,[15] sementara pengambilan gambar interior, seperti adegan di ruang siaran, dilakukan di sebuah rumah sakit terbengkalai di Vancouver.[16] Arthur Albert bertugas sebagai sinematografer, sementara Mark Lane menjadi penata set.[17] Vokalis Devo, Mark Mothersbaugh, menyusun musik latar film ini.[9]
Penerimaan
suntingPenghargaan
sunting| Tahun | Penghargaan | Kategori | Hasil |
|---|---|---|---|
| 1996 | MTV Movie Award | Best Comedic Performance - Adam Sandler | Nominasi |
| 1996 | MTV Movie Award | Best Fight - Adam Sandler and Bob Barker | Menang |
| 1996 | Stinkers Bad Movie Awards | Worst Actor - Adam Sandler | Nominasi |
| 1997 | Golden Raspberry Awards | Worst Actor - Adam Sandler (juga untuk Bulletproof) | Nominasi |
| 1997 | Kids' Choice Awards | Best Movie | Nominasi |
Catatan
sunting- ^ Weathers mengulangi peran tersebut dalam film Sandler tahun 2000 โโLittle Nickyโโ', meskipun โโLittle Nickyโโ diproduksi oleh New Line Cinema.
- ^ Karakter ini tidak disebutkan namanya dalam film (meskipun namanya terungkap dalam sebuah adegan yang dihapus dan tercantum dalam kredit akhir). Covert mengulangi peran tersebut dalam film Sandler pada tahun 2011 โโJack and Jill (film 2011)โโ, meskipun โโJack and Jillโโ diproduksi oleh Columbia Pictures.
Referensi
sunting- ^ "Happy Gilmore". Box Office Mojo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 10, 2018. Diakses tanggal April 24, 2009.
- ^ "Happy Gilmore (1996) - Financial Information". The Numbers.
- ^ McPadden, Mike (16 Februari 2016). "20 Things You Didn't Know About Happy Gilmore". VH1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Februari 2016. Diakses tanggal 3 Agustus 2019.
- ^ a b c Sandler, Adam; Burns, Burnie (20 Februari 2012). Burnie Burns Interviews Adam Sandler for Happy Gilmore (YouTube). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Desember 2021. Diakses tanggal 3 Agustus 2019.
- ^ a b c d Patches, Matt (23 Juli 2015). "The Man Behind Adam Sandler's Movies on 20 Years of Adam Sandler Movies". Esquire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 November 2019. Diakses tanggal 3 Agustus 2019.
- ^ Sims, David (5 Mei 2019). "Adam Sandler Finally Returned to SNLโAnd He Delivered". The Atlantic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Juni 2019. Diakses tanggal 13 September 2019.
- ^ Garrity, Tanner (6 Desember 2017). "Judd Apatow's 50 Best Characters, Ranked". InsideHook. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Agustus 2019. Diakses tanggal 3 Agustus 2019.
- ^ Mashable Studios (6 Oktober 2016). 'Happy Gilmore' was inspired by Adam Sandler's childhood friend (Mashable). Diakses tanggal 30 September 2019.
- ^ a b c Martin, Andrew (June 8, 2016). "12 Things You Didn't Know About Happy Gilmore". Screen Rant. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 9, 2016. Diakses tanggal September 30, 2019.
- ^ a b c Addiego, Walter (16 Februari 1996). "Golf comedy is mostly hazardous". San Francisco Chronicle. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Agustus 2019. Diakses tanggal 12 Oktober 2019.
- ^ Siegel, Alan (11 September 2019). "Comedy in the '90s, Part 3: The Bad Boys of 'Saturday Night Live'". The Ringer. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 September 2019. Diakses tanggal 13 September 2019.
- ^ a b c Sharwood, Anthony (16 Februari 2016). "Happy Gilmore Turns 20 This Week, And Now We Know Why The Winner's Jacket Was Yellow". HuffPost Australia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Agustus 2020. Diakses tanggal 13 Agustus 2019.
- ^ a b c d e f McAllister, Mike (16 Februari 2016). "Happy 20th, Happy Gilmore!". PGA Tour. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Agustus 2019. Diakses tanggal 13 Agustus 2019.
- ^ Jones, Emma (2 Agustus 2013). "'I didn't get into movies to please the critics': Adam Sandler interview". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 April 2020. Diakses tanggal 16 September 2019.
- ^ Distasio, Christine (22 Mei 2014). "Adam Sandler Accepts Movies Based on Their Amazing Locations & These 9 Roles Prove It". Bustle. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2019. Diakses tanggal 13 Agustus 2019.
- ^ Engel, Mac (16 November 2016). "Retiring Lundquist recalls "Happy Gilmore"". Fort-Worth Star Telegram. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juli 2019. Diakses tanggal 13 Agustus 2019.
- ^ "Happy Gilmore Cast and Crew". TV Guide. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Agustus 2019. Diakses tanggal 13 Agustus 2019.
Pranala luar
sunting- Happy Gilmore di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- (Inggris) Happy Gilmore di Box Office Mojo
