Gembili
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Dioscoreales
Famili: Dioscoreaceae
Genus: Dioscorea
Spesies:
D.ย esculenta
Nama binomial
Dioscorea esculenta

Gembili (Dioscorea esculenta L., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga makin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, tetapi berukuran lebih kecil.[1][2][3]

Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.

Gembili dianggap sebagai tumbuhan berpotensi besar pada masa depan. Berbagai penelitian untuk melestarikan keragaman hayati dan pengolahan umbinya (dibuat menjadi etanol atau minuman beralkohol) telah dilakukan.

Nama "gembili" juga dipakai dalam salah satu tokoh komik strip "Panji Koming", yaitu isteri sahabatnya: "Ni Dyah Woro Gembili".

Dalam bahasa Inggris gembili dikenal sebagai lesser yam.

Pengolahan

sunting

Gembili adalah jenis umbi-umbian tradisional yang serbaguna dan dapat diolah menjadi berbagai macam masakan, baik sebagai camilan sederhana maupun hidangan utama.

Gembili Kukus/Rebus adalah cara yang paling umum dan sederhana untuk menikmati gembili. Gembili yang dikukus atau direbus memiliki tekstur yang gembur dan rasa gurih alami. Biasanya disajikan sebagai camilan sehat. Setelah direbus hingga matang, gembili juga bisa dipotong-potong dan digoreng untuk mendapatkan tekstur luar yang renyah. Cara tradisional lainnya adalah dengan membakar gembili hingga matang.

Selain disajikan secara sederhana, gembili juga dapat diolah menjadi berbagai makanan lain, antara lain: Timus Gembili:, Tepung Gembili, Bahan Campuran Sayuran, Pengganti Nasi, Kolak bubur nangka Gembili. Saat mengukus, pastikan prosesnya sekitar 30-45 menit dan jangan terlalu sering membuka tutup panci agar uap panas stabil dan gembili matang merata serta tidak keras. Dengan beragam cara pengolahan ini, gembili dapat menjadi pilihan makanan yang sehat dan lezat, serta membantu diversifikasi pangan lokal.

Perkembangbiakan dan budidaya gembili

sunting

Gembili berkembang biak secara vegetatif melalui umbi batang. Untuk menanamnya, umbi gembili yang sudah memiliki tunas ditanam di dalam tanah dan akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Bisa juga langsung menanam potongan umbinya. Tanam umbi gembili yang sehat dan memiliki minimal dua tunas untuk memastikan pertumbuhan yang lebih kuat. Dari umbi yang ditanam, tunas akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman gembili baru. Umbi batang berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan yang dapat digunakan untuk membentuk tumbuhan baru.

Untuk menanam gembili, siapkan umbi yang bertunas, buat lubang tanam sedalam sekitar 5 cm, masukkan umbi dengan tunas menghadap ke atas, lalu tutup kembali dengan tanah. Pastikan tanah gembur dan subur, serta siapkan rambatan karena tanaman gembili merambat. Siapkan lahan yang gembur dan subur. Olah tanah lalu buat guludan atau bedengan dengan jarak tanam yang sesuai, misalnya 90 cm x 90 cm untuk guludan. Gunakan umbi gembili yang sudah bertunas minimal dua tunas. Buat lubang tanam di bedengan atau guludan dengan kedalaman sekitar 5 cm.ย Letakkan bibit umbi di dalam lubang dengan posisi tunas menghadap ke atas. Tutup kembali lubang dengan tanah, lalu tekan perlahan untuk memadatkan tanah di sekitar bibit. Gunakan mulsa dari jerami atau rumput kering untuk membantu mengendalikan gulma dan menjaga kelembaban tanah. Siapkan rambatan atau penyangga karena batang gembili merambat. Siram secara teratur, minimal seminggu sekali. Pemupukan: Lakukan pemupukan jika diperlukan untuk mendukung pertumbuhan umbi. Panen dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6โ€“9 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning.ย 

Referensi

sunting
  1. ^ "Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill". Plants of the World Online. The Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. n.d. Diakses tanggal July 6, 2025.
  2. ^ "Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill". Catalogue of Life. Species 2000. n.d. Diakses tanggal July 6, 2025.
  3. ^ Andres, C.; AdeOluwa, O.O.; Bhullar, G.S. (2016). "Yam (Dioscorea spp.)". Dalam Thomas, Brian; Murphy, Denis J.; Murray, Brian G. (ed.). Encyclopedia of Applied Plant Sciences (Edisi 2nd). Academic Press. hlm.ย 435โ€“441. ISBNย 978-0-12-394807-6.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ubi kelapa

pertulangannya melengkung, dan licin. Bisa dibedakan dengan gembili. Yang mana, umbi gembili lebih kecil dengan daun yang berselang-seling. Juga bisa dibedakan

Daftar pulau di Indonesia menurut luas wilayah

Kepulauan Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Poelau Kaboeng 787 Pulau Gembili 3,34 298 2ยฐ45โ€ฒ06โ€ณN 106ยฐ10โ€ฒ54โ€ณE / 2.75168ยฐN 106.18153ยฐร– 2.75168; 106.18153

Umbi

pula memunculkan tunas. Beberapa anggota Dioscoreaceae, seperti uwi dan gembili, dapat memunculkan umbi semacam ini. Umbi berpati yang terbentuk dari batang

Kentang hitam

daun sabrang (Jatim), gombili, dan obi sola (Madura), sabrang (Bali), gฤ›mbili, kฤ›ntang irฤ›ng, kumbili jawa, kฤ›ntang klici (Jawa), kombili (Maluku), sฤ›brang

Gembolo

dan hanya bisa dijumpai di desa-desa. Umbi gembolo serupa dengan umbi gembili tetapi berukuran lebih besar. Tumbuhan gembolo merambat dan rambatannya

Slahung, Ponorogo

tersebut antara lain berbagai macam tanaman kayu, getah pinus, kunyit, gembili, hingga madu hutan. Slahung memiliki desa terbanyak di Ponorogo yang berjumlah

Palawija

adalah: Sorghum Kacang hijau Kacang tunggak Kedelai Singkong Kentang Ubi Gembili Wortel Mentimun Oyong Kacang panjang Talas Jagung Beberapa buku menyebutkan

Gadung

jika dilihat dari atas). Ciri khas ini penting untuk membedakannya dari gembili (D. aculeata) yang memiliki penampilan mirip tetapi batangnya berputar