Ekspresi gen Hox pada Drosophila melanogaster

Gen Hox, sebuah bagian dari gen Homeobox, adalah sekelompok gen yang berhubungan yang menentukan wilayah-wilayah bentuk tubuh suatu embrio pada sumbu kepala-ekor (kraniokaudal) hewan. Protein hox mengkode dan menrinci karakteristik "posisi", memastikan bahwa struktur-struktur tubuh yang tepat terbentuk pada lokasi-lokasi yang tepat pada tubuh.[1][2] Contohnya, gen Hox pada serangga menentukan segmen tubuh mana yang menumbuhkan anggota gerak (contohnya, kaki, antena dan sayap pada lalat buah), sementara gen Hox pada vertebrata menentukan jenis dan bentuk vertebra yang akan terbentuk.[3] Pada hewan bersegmen, protein Hox memberi identitas posisi atau segmental, tetapi tidak membentuk segmennya itu sendiri.

Referensi

sunting
  1. ^ Dictionary.com โ€“ Hox gene [1]. Accessed March 31, 2011.
  2. ^ Jongmin Nam, Claude W. dePamphilis, Hong Ma, Masatoshi Nei. Antiquity and evolution of the MADS-Box gene family controlling flower development in plants. [2]
  3. ^ Gehring, Walter J. 1998. Master control genes in development and evolution. the homeobox story. Yale University Press, New Haven CT.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hewan

(pada sebagian besar bilaterian). Perkembangan hewan dikendalikan oleh Gen Hox, yang memberikan sinyal mengenai waktu dan tempat untuk mengembangkan struktur

Gen homeotik

Baik Hox maupun ParaHox dikelompokkan sebagai gen mirip HOX (HOXL), subset dari kelas ANTP (dinamai berdasarkan gen Drosophila, Antennapedia). Gen-gen ini

Seleksi alam

dapat hidup. Beberapa mutasi regulasi yang tidak mematikan terjadi pada gen HOX pada manusia, yang dapat mengakibatkan tulang rusuk serviks atau polidaktili

Ledakan Kambrium

bentuk dewasa akhir. Contohnya, gen hox mengontrol lokasi pertumbuhan organ-organ pada embrio. Apabila beberapa gen hox diterapkan, wilayah tertentu akan

Myxozoa

menjunjukkan bahwa tiga gen HOX pertama yang diidentifikasi sebelumnya (Myx1-3) berasal dari bryozoa Cristatella mucedo dan gen HOX keempat (Myx4) dari northern

Tetrapoda

tetrapoda seperti ular, kadal tanpa kaki, dan sesilia telah mutasi pada gen Hox sehingga kakinya tereduksi dan menjadi hewan tetrapoda tanpa kaki. Tetrapoda

Brakiopoda

yang menggunakan berbagai pilihan gen: rDNA, gen Hox, gen protein mitokondria, gen protein nukleus tunggal dan set gen protein nukleus. Beberapa penelitian

Model ABC perkembangan bunga

seharusnya berkembang. Ini disebut mutasi homeotik, yang analog dengan mutasi gen HOX yang ditemukan di Drosophila. Di Arabidopsis dan Antirrhinum, dua taksa