Helene Ollendorff Curth
LahirHelene Ollendorff
(1899-02-28)28 Februari 1899
Breslau, Kekaisaran Jerman
Meninggal17 Juni 1982(1982-06-17) (umur 83)
KebangsaanAmerika
PekerjaanDokter
Dikenal atas
Latar belakang akademis
Pendidikan
Alma materUniversitas Breslau
Tesis (1924)
Pembimbing doktoralJosef Jadassohn
Penasihat akademik lainnyaAbraham Buschke
Karya akademis
Disiplin ilmuDermatologi
Cabang disiplin ilmuGenodermatosis
Lembaga
Minat utamaAcanthosis nigricans
Pemikiran pentingTanda kulit yang terkait dengan kanker internal
MemengaruhiRobert J. Gorlin

Helene Ollendorff Curth (28 Februari 1899 – 17 Juni 1982) adalah seorang dermatolog Jerman-Amerika yang dikenal karena penelitiannya mengenai acanthosis nigricans (AN) serta pengenalan Kriteria Curth — serangkaian ciri untuk mengidentifikasi tanda-tanda kulit sebagai penanda kanker internal.

Namanya diabadikan dalam dua penyakit kulit turunan yang langka, yaitu Buschke–Ollendorff syndrome dan Ichthyosis Hystrix, Tipe Curth-Macklin. Selain itu, Ollendorff sign, sebuah tanda medis pada sifilis sekunder, serta metode pengukuran jari tabuh yang dikenal sebagai Sudut Curth, juga dinamai berdasarkan dirinya.

Ollendorff Curth menyelesaikan pelatihan awalnya di bawah bimbingan Josef Jadassohn di Universitas Breslau. Pada 1924, ia pindah ke Berlin dan menjadi asisten Abraham Buschke. Kemudian, pada 1931, ia menetap di New York, membuka praktik dermatologi bersama suaminya, serta menjalin kerja sama dengan Universitas Columbia. Selama berkarier di Amerika Serikat, ia menjadi orang pertama yang melaporkan kasus Penyakit Behçet di sana, memperkenalkan metode patch testing bagi pekerja industri di New York, dan berkolaborasi dengan Madge Thurlow Macklin.

Kehidupan awal dan pendidikan

sunting

Helene Ollendorff Curth, yang akrab dipanggil Lene, lahir pada 28 Februari 1899 dalam keluarga Yahudi di Wrocław, Polandia (saat itu Breslau, Jerman).[1][2] Ayahnya, Isodor Ollendorff, adalah seorang pengacara dan penasihat hukum yang meninggal pada tahun 1911, sementara ibunya, Paula, mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.[3] Ia adalah anak bungsu dari empat bersaudara, tetapi dua saudaranya meninggal saat masih muda.[3] Ollendorff menempuh pendidikan di Freiburg dan München.[2]

Karier Awal

sunting

Ollendorff Curth menyelesaikan pelatihan medis awalnya di bawah bimbingan Josef Jadassohn, seorang pelopor dalam uji tempel, di Universitas Breslau.[4][5] Bersama-sama, mereka meneliti sensitivitas lesi sifilis sekunder.[4] Hasil temuan ini ia tuangkan dalam tesis doktoralnya, yang membuatnya meraih penghargaan kehormatan kelas tertinggi.[6] Salah satu temuannya yang terkenal adalah tanda Ollendorff (Ollendorff sign), yang mengacu pada rasa nyeri mendalam saat papul sifilis ditekan perlahan. Penemuan ini menjadi metode untuk membedakan lesi sifilis sekunder dari lesi lain yang tampak serupa.[4][6][a]

Pada tahun 1924, ia pindah ke Berlin untuk melanjutkan pelatihan dermatologi di Rudolf-Virchow-Krankenhaus [de] di bawah bimbingan Abraham Buschke. Kemudian, ia diangkat sebagai asistennya.[2][6] Di tempat yang sama, ia bertemu dengan calon suaminya, Rudolf Wilhelm Paul Curth, seorang dokter kulit yang bergabung sebagai asisten Buschke pada tahun 1925. Mereka menikah pada tahun 1927.[6]

Pada tahun 1928, bersama Buschke, ia mendeskripsikan kondisi jaringan ikat langka yang ia temukan pada seorang wanita berusia 41 tahun. Kondisi ini kemudian dikenal sebagai sindrom Buschke–Ollendorff.[9]

Penyakit ini bersifat langka dan diwariskan, ditandai dengan munculnya banyak papul kecil yang tidak nyeri pada kulit, dan dalam beberapa kasus disertai gangguan tulang.[6][10][b] Selama di Berlin, ia memulai penelitian awalnya tentang tanda-tanda kulit pada acanthosis nigricans (AN).[6]

Karier Selanjutnya

sunting

Pada tahun 1931, setelah menyaksikan pengusiran orang-orang yang berpenampilan seperti Yahudi oleh pria berseragam, Ollendorff Curth, bersama suami dan anaknya, pindah ke New York City, di mana mereka menginggriskan nama mereka; ia menghilangkan huruf e terakhir dari Helene menjadi Helen, dan suaminya mengubah namanya menjadi William.[2][4][c] Di New York, mereka mendirikan praktik dermatologi pribadi dan bekerja sama dengan Universitas Columbia.[6]

Dua makalahnya pada tahun 1946 berisi deskripsi pertama tentang kasus penyakit Behçet di New York. Setelah publikasi tersebut, istilah eponim penyakit ini menjadi lebih dikenal luas.[12] Ia menjelaskan tiga gejala utama yang terdiri dari luka di mulut dan alat kelamin (ulkus genital dan sariawan), serta peradangan mata (uveitis) yang dapat menyebabkan hipopion, sesuai dengan yang dijelaskan oleh Hulusi Behçet pada tahun 1937.[13] Terdapat perdebatan di kalangan profesional medis apakah nama penyakit tersebut sebaiknya juga mencantumkan Benediktos Adamantiades.[12][13] Ollendorff Curth sendiri tidak menggunakan nama Adamantiades dalam judul makalahnya, tetapi ia tetap mengutipnya dalam referensi.[12][13]

Ia juga menulis tentang penyakit yang muncul akibat perkembangan kulit yang abnormal, dan berkontribusi pada buku Fitzpatrick's Dermatology.[4][14] Pada tahun 1954, bersama Madge Thurlow Macklin, ia pertama kali menggambarkan jenis langka dari ichthyosis hystrix.[2] Kondisi ini ditandai dengan adanya hiperkeratosis (kulit tebal dan seperti kutil), keratoderma (kulit telapak tangan dan kaki yang menebal menyerupai tanduk), serta sisik di permukaan kulit.[2]

Ia juga dikenal karena Sudut Curth (Curth's angle), salah satu metode untuk menilai klubbing jari, yang ia publikasikan pada tahun 1961 melalui deskripsi kasus keluarga yang mengalami kondisi tersebut.[15] Selain itu, ia memperkenalkan metode uji tempel untuk para pekerja industri di New York.[5]

Atas undangan dari Heinrich Adolf Gottron dan Urs Walter Schnyder [de], ia berkontribusi dalam salah satu bab di buku Jadassohn's Handbook of Skin and Venereal Diseases (1966).[11][16]

Sindrom Paraneoplastik Kulit

sunting

Ollendorff Curth adalah orang pertama yang merumuskan serangkaian kriteria untuk menduga adanya kanker ketika muncul tanda-tanda baru pada kulit.[17][18] Ia pertama kali mengemukakan ciri-ciri ini saat berada di Berlin dan terus menyempurnakannya seiring waktu.[6][17] Kriteria ini kemudian dikenal sebagai Kriteria Curth, yang mengaitkan beberapa ruam dan kondisi kulit tertentu sebagai penanda adanya kanker internal.[6][17]

Salah satu tanda kulit yang sering ia bahas dalam publikasinya adalah akantosis nigrikans (AN).[4] Definisi dan klasifikasinya tentang AN membantu membedakan antara jenis yang berhubungan dengan kanker (akantosis nigrikans maligna) dan jenis jinak yang tidak terkait dengan kanker.[19][20]

Pada tahun 1968, ia mengklasifikasikan akantosis nigrikans ke dalam empat kategori: maligna, jinak, sindromik, dan pseudo.[20][21] Sejak saat itu, klasifikasi tersebut telah direvisi oleh beberapa ahli lain.[20] Robert J. Gorlin mencatat bahwa karya Ollendorff Curth di bidang ini memberikan pengaruh besar dalam risetnya sendiri.[22][23]

Kematian

sunting

Ollendorff Curth meninggal pada 17 Juni 1982 akibat penyakit Alzheimer.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ "Collection: Helen Ollendorff Curth Collection | The Center for Jewish History ArchivesSpace". archives.cjh.org. Diarsipkan dari asli tanggal 6 August 2023. Diakses tanggal 29 July 2023.
  2. ^ a b c d e f g Al Aboud, Khalid (10 November 2011). "Helen Ollendorff Curth and Curth-Macklin Syndrome". The Open Dermatology Journal. 5 (1): 28–30. doi:10.2174/1874372201105010028.
  3. ^ a b Lenarcik, Miroslawa (2010). "2.3. The status of women in Judaism". A Community in Transition: Jewish Welfare in Breslau-Wrocław (dalam bahasa Inggris). Barbara Budrich Publishers. hlm. 132–134. ISBN 978-3-86649-715-3.
  4. ^ a b c d e f g Davies, K. E.; Yesudian, P. D. (Juli 2014). "Historical Archives". British Journal of Dermatology. 171: 139–146. doi:10.1111/bjd.12981.
  5. ^ a b Jacob, Sharon E.; Herro, Elise M. (2013). "1. Clinical guide introduction". Practical Patch Testing and Chemical Allergens in Contact Dermatitis (dalam bahasa Inggris). London: Springer. hlm. 2. ISBN 978-1-4471-4585-1.
  6. ^ a b c d e f g h i Guzman, Anthony K.; James, William D. (September 2016). "Helen Ollendorff-Curth: A dermatologist's lasting legacy". International Journal of Women's Dermatology. 2 (3): 108–112. doi:10.1016/j.ijwd.2016.06.002. ISSN 2352-6475. PMC 5418872. PMID 28492020.
  7. ^ James, William D.; Elston, Dirk; Treat, James R.; Rosenbach, Misha A.; Neuhaus, Isaac (2020). "18. Syphilis, Yaws, Bejel, and Pinta". Andrews' Diseases of the Skin: Clinical Dermatology (dalam bahasa Inggris) (Edisi 13th). Edinburgh: Elsevier. hlm. 347–361. ISBN 978-0-323-54753-6.
  8. ^ Curth, William; Curth, Helen Ollendorff (Februari 1983). "Remembering Abraham Buschke". The American Journal of Dermatopathology. 5 (1): 27–29. doi:10.1097/00000372-198302000-00006. ISSN 0193-1091. PMID 6344683.
  9. ^ Lacour, Marc (4 Desember 2019). "95. Buschke–Ollendorff syndrome, Marfan's syndrome and osteogenesis imperfecta". Dalam Hoeger, Peter H.; Kinsler, Veronica; Yan, Albert C.; Bodemer, Christine; Larralde, Margarita; Luk, David; Mendiratta, Vibhu; Purvis, Diana (ed.). Harper's Textbook of Pediatric Dermatology (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 1139. ISBN 978-1-119-14280-5.
  10. ^ Burgdorf, Walter H.C; Scholz, Albrecht (Juli 2004). "Helen Ollendorff Curth and William Curth: From Breslau and Berlin to Bar Harbor". Journal of the American Academy of Dermatology. 51 (1): 84–89. doi:10.1016/j.jaad.2003.12.035. PMID 15243529.
  11. ^ a b "Corrections". Journal of the American Academy of Dermatology. 51 (5): 717. November 2004. doi:10.1016/j.jaad.2004.08.006.
  12. ^ a b c Zouboulis, Christos; Keitel, Wolfgang (2004). "A historical review of Adamantiades-Behçet's Disease". Dalam Zouboulis, Christos (ed.). Adamantiades-Behçet's Disease. New York: Springer Science & Business Media. hlm. 12. ISBN 0-306-48382-3.
  13. ^ a b c Evereklioglu, Cem (June 2007). "The migration pattern, patient selection with diagnostic methodological flaw and confusing naming dilemma in Behçet disease". European Journal of Echocardiography. 8 (3): 167–173, author reply 174. doi:10.1016/j.euje.2006.12.007. ISSN 1525-2167. PMID 17317323.
  14. ^ Burgdorf, Walter H. C. (September 2006). "Cancer-associated genodermatoses: a personal history". Experimental Dermatology (dalam bahasa Inggris). 15 (9): 653–666. doi:10.1111/j.1600-0625.2006.00463.x. ISSN 0906-6705. PMID 16881962.
  15. ^ Baran, Robert; Dawber, Rodney P. R.; Berker, David A. R. de; Haneke, Ekhart; Tosti, Antonella (30 April 2008). Baran and Dawber's Diseases of the Nails and their Management (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. ISBN 978-0-470-69483-1.
  16. ^ Fritz-Niggli, H.; Jung, E. G.; Klunker, W.; Korn-Heydt, G. E.; Niermann, H.; Curth, H. Ollendorff; Šalamon, T.; Schnyder, U. W.; Sohar, E.; Wendt, G. G.; Wise, D.; Ziprkowski, L.; Gottron, H. A., ed. (1966). Vererbung von Hautkrankheiten (dalam bahasa Inggris). doi:10.1007/978-3-662-28637-1. ISBN 978-3-662-27154-4.
  17. ^ a b c Chiesa-Fuxench, Zelma C.; Ramírez, Liliana; Sánchez, Néstor P. (2011). "Cutaneous manifestations of internal malignancy and paraneoplastic syndromes". Dalam Sánchez, Néstor P. (ed.). Atlas of Dermatology in Internal Medicine (dalam bahasa Inggris). New York: Springer Science & Business Media. hlm. 64. ISBN 978-1-4614-0687-7.
  18. ^ Fritsch, Peter (2011). "18. Paraneoplastic syndromes in the skin". Dalam Hertl, Michael (ed.). Autoimmune Diseases of the Skin: Pathogenesis, Diagnosis, Management (dalam bahasa Inggris) (Edisi 3rd). Wein: Springer. hlm. 518. ISBN 978-3-211-99225-8.
  19. ^ Braun-Falco, Otto; Plewig, Gerd; Wolff, Helmut H.; Winkelmann, Richard K. (1991). "14. Erythematous and erythematosquamous skin diseases". Dermatology (dalam bahasa Inggris). Berlin: Springer. hlm. 455–456. ISBN 978-3-662-00181-3.
  20. ^ a b c Levine, Norman; Burk, Cynthia (2008). "50. Acquired epidermal hypermelanoses". Dalam Nordlund, James J.; Boissy, Raymond E.; Hearing, Vincent J.; King, Richard A.; Oetting, William S.; Ortonne, Jean-Paul (ed.). The Pigmentary System: Physiology and Pathophysiology (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd). Massachusetts: Blackwell Publishing. hlm. 907. ISBN 978-1-4051-2034-0.
  21. ^ Schwarzenberger, Katherine; Callen, Geoffrey P. (2012). "53. Dermatologic manifestations in patients with systemic disease". Dalam Bolognia, Jean L.; Jorizzo, Joseph L.; Schaffer, Julie V. (ed.). Dermatology (dalam bahasa Inggris) (Edisi 3rd). Elsevier. hlm. 763. ISBN 978-0-7020-5182-1.
  22. ^ Gorlin, Robert J. (November 2004). "Nevoid basal cell carcinoma (Gorlin) syndrome". Genetics in Medicine (dalam bahasa Inggris). 6 (6): 530–539. doi:10.1097/01.GIM.0000144188.15902.C4. PMID 15545751.
  23. ^ Oransky, Ivan (October 2006). "Robert Gorlin". The Lancet. 368 (9545): 1414. doi:10.1016/S0140-6736(06)69593-7.


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan