Gereja Toraja
Logo Gereja Toraja
PenggolonganProtestan, Calvinis (Reformed)
Bentuk
pemerintahan
Presbiterial Sinodal
PemimpinPdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th
Wilayah
Didirikan25 Maret 1947
Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan
PecahanGereja Protestan Indonesia di Luwu
Umat+300.000 (data WCRC 2012)[1]
Situs web resmigerejatoraja.id

Gereja Toraja adalah salah satu kelompok Gereja Protestan beraliran Calvinis di Indonesia yang bermula di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Gereja Toraja ini merupakan jenis lembaga gereja terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan. Meskipun memakai nama Toraja, Gereja Toraja terbuka bagi semua Suku. Nama Gereja Toraja awalnya adalah Gereja Kristen Toraja Makale dan Rantepao dan Gereja Toraja berdiri sendiri (mandiri) pada tahun 1947 dengan nama Gereja Kristen Toraja Makale dan Rantepao

Sejarah

sunting

Gereja Toraja Diarsipkan 2023-06-07 di Wayback Machine. lahir dan tumbuh dari hasil kegiatan pekabaran injil misionaris Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd (Gereformeerde Zendingsbond-Belanda (GZB).[2] GZB didirikan oleh satu aliran dalam tubuh Gereja Hervormd Belanda (NHK). GZB mengutus penginjil dan guru-guru sekolah di kalangan suku Toraja. Pdt. A.A. van de Loosdrecht menjadi misionaris pertama yang tiba di Rantepao, Sulawesi Selatan, pada 7 November 1913.[2] Namun, tragis karena ia terbunuh di tempat itu.[2] Atas kerja keras dan pengorbanan mereka, terbentuklah jemaat-jemaat di berbagai tempat yang kemudian mendirikan Gereja Toraja yang berdiri sendiri.[3]

Dalam pelayanan selanjutnya, khusus di Bastem Neโ€™ Lengko mendekati empat orang yaitu Pong Siappaโ€™(to minaa), Neโ€™ Nakka, Sampe Padang (berasal dari Maindo) dan Pong Kalapa (Maindo). Keempatnya merupakan golongan menengah atas. Baptisan pertama dilaksanakan tgl 7 Pebruari 1923 dibaptis tujuh orang dewasa termasuk Neโ€™ Nakka seorang to minaa. Neโ€™ Nakka merupakan angkatan pertama yang masuk Kristen. Neโ€™ Nakka memutuskan masuk Kristen setelah semalam suntuk berbicara dengan Neโ€™ Lengko dan Neโ€™ Galettung, dan keputusan masuk Kristen diambil pada pukul empat subuh.[4]

Gedung Gereja Toraja Jemaat Rantepao

Injil berkembang pesat hingga tahun 1938 telah terdapat 14.000 orang Kristen dari 300.000 penduduk.[2] Dalam rangka berdiri sendiri, maka pada tanggal 25-28 Maret 1947, dilaksanakan Sidang Sinode Am yang pertama Gereja Toraja di Rantepao dan hari pertama melakukan Sidang Sinode dijadikan sebagai tanggal berdirinya Gereja Toraja. jemaat-jemaat sepakat membentuk suatu organisasi gereja yang bernama Gereja Toraja dalam Sidang Sinode Am yang pertama di Rantepao.[5] Gereja ini menjadi anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) pada tahun 1950.[3]

Gereja Toraja berbentuk Presbiterial Sinodal yang berarti pengaturan tata hidup dan pelayanan gereja yang dilaksanakan oleh para presbiter (penatua, pendeta, dan diaken) dalam suatu jemaat dengan keterikatan dan ketaataan dalam lingkup yang lebih luas (klasis, sinode wilayah, dan sinode).[5]

Pada masa pemberontakan DI/TII Kahar Muzakar, banyak anggota jemaat Gereja Toraja yang terbunuh.[2] Tahun 2000, anggota jemaatnya sebanyak 375.000 orang.[2]

Saat ini, kantor Pusat Gereja Toraja terletak di Rantepao, Sulawesi Selatan.[2] Gereja Toraja kemudian tersebar di luar Toraja, seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, Samarinda, Balikpapan, Nunukan, Tarakan, Sulawesi Tengah, Pontianak, Palangkaraya, dan kota lainnya[2] hingga luar negeri.[6]

Dalam tahun 2012-2013 Gereja Toraja menyelenggarakan acara mensyukuri 100 tahun Injil Masuk Toraja 1913โ€“2013.[7] Gereja Toraja juga menyelenggarakan acara syukur perayaan 90 tahun Injil Masuk Rongkong (dilaksanakan oleh Badan Pekerja Klasis Rongkong Sabbang Baebunta) pada tahun 2018.

Pengakuan iman

sunting

Gereja Toraja bersama dengan gereja di segala abad dan tempat menerima Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, dan Pengakuan Iman Athanasius. Sedangkan dengan ikatannya dalam tradisi Reformasi, Gereja Toraja menerima Katekismus Heidelberg. Gereja Toraja juga memiliki rumusan Pengakuan Iman Gereja Toraja Diarsipkan 2023-06-07 di Wayback Machine..

Tata liturgi

sunting

Sebelum Sidang Sinode Am XXIV, Gereja Toraja memiliki 4 jenis liturgi Ibadah Hari Minggu, liturgi Ibadah Khusus (Pernikahan dan pemakaman), liturgi Ibadah Rumah Tangga dan liturgi Ibadah Hari Raya Gerejawi (Minggu-minggu Sengsara, Paskah, Natal, minggu-minggu Adven, Jumat Agung dan Kenaikan Yesus Kristus). Setelah Sidang Sinode Am XXIV, Gereja Toraja memangkas liturgi Ibadah Hari Minggu yang pada awalnya ada 4 jenis liturgi menjadi 2 jenis liturgi, perubahan pada liturgi Ibadah Khusus (Pernikahan dan pemakaman) dan liturgi Ibadah Rumah Tangga, serta penambahan pada liturgi Ibadah Hari Raya Gerejawi (Seperti Malam tahun baru, Hari Tahun Baru, Epifania, Transifgurasi, Kamis Putih, Sabtu Sunyi dan hari raya Gerejawi lainnya). Pada awalnya masa sebelum Paskah terdiri dari 7 minggu terhitung sejak Minggu Transfigurasi dan disebut sebagai "Minggu-minggu Sengsara". Setelah Sidang Sinode Am XXIV, masa sebelum Paskah menjadi 6 minggu dan disebut sebagai "Minggu Prapaskah" mengikuti kalender liturgi gereja pada umumnya.

Tata Liturgi Gereja Toraja mengacu pada tata liturgi yang dimuat dalam Dokumen Lima (Liturgi Lima) yang ditetapkan oleh Dewan Gereja-gereja se-Dunia (WCC). Pembacaan Firman Tuhan untuk Kebaktian minggu dan Kebaktian Hari Raya Gerejawi diambil dari The Revised Common Lectionary (RCL). Sakramen yang diakui dan dilaksanakan dalam Liturgi Gereja Toraja adalah Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus. Tata Liturgi Gereja Toraja yang berlaku saat ini mulai digunakan serentak oleh seluruh jemaat Gereja Toraja pada Ibadah Minggu Adven pertama tahun 2016 yakni pada tanggal 27 November 2016. Liturgi ini merupakan hasil dari Sidang Sinode Am XXIV.

Nyanyian yang digunakan pada semua jenis Kebaktian:

  1. Kidung Jemaat + Mazmur 1
  2. Nyanyian Rohani + Mazmur 2
  3. Pelengkap Kidung Jemaat
  4. Nyanyikanlah Kidung Baru
  5. Kidung Muda Mudi
  6. Nyanyian Jemaat Nuansa Etnik (Bahasa Indonesia dan Bahasa Toraja)
  7. Kidung Ceria
  8. Kidung Keesaan
  9. Lagu Penyembahan lainnya


Gereja Toraja memiliki 5 warna stola yaitu;

  1. Kuning: digunakan pada Adven 1 - 4 (4 Minggu sebelum natal), Natal (25 Desember) hari Minggu dalam masa natal, Tahun Baru (1 Januari), hari minggu sebelum tanggal 6 Januari, Epifani (6 Januari atau minggu setelah 6 Januari), Hari Paskah (Minggu paskah sebelum kenaikan YESUS KRISTUS), Pengurapan / Peneguhan / Penguraian / Emiritasi Pendeta, Pra Nikah / Pemberkatan Nikah, Syukuran (seperti penahbisan Rumah Ibadah, Mangrara Tongkonan, Pasca Panen tahunan, Ulang Tahun Gereja Toraja (25 Maret) beserta Organisasi Intra Gerejawi dan sebagainya yang disebut Rambu Tuka').
  2. Putih: digunakan pada Kamis Putih, Hari Kenaikan YESUS KRISTUS ke Sorga (Minggu pemuliaan setelah kenaikan), Minggu Biasa (setelah minggu-minggu Trinitas hingga akhir tahun Gerejawi), Minggu KRISTUS Raja akhir tahun gerejawi. Juga digunakan untuk menjadi Rohaniawan Protestan pada pengambilan (pelantikan) Sumpah / Janji jabatan di kalangan pemerintahan.
  3. Merah: digunakan pada Minggu Palma (Minggu prapaskah 6, seminggu sebelum Paskah), Jum'at Agung, Hari Pentakosta (selama 4 minggu berturut-turut), Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (17 Agustus).
  4. Hijau: digunakan pada Pasca Epifani (semua hari Minggu setelah Epifani dan sebelum Minggu transfigurasi), Minggu Trinitas (selama 7 Minggu berturut-turut setelah Minggu Trinitas)
  5. Ungu: digunakan pada Transfigurasi (awal siklus paskah), Rabu Abu (awal prapaskah 40 hari sebelum Jum'at Agung), Sabtu Sunyi, Kedukaan hingga Pemakaman (yang disebut Rambu Solo').

Badan Pekerja Sinode

sunting

Gereja Toraja dipimpin oleh pengurus yang disebut Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja. BPS Gereja Toraja berkedudukan di kantor Sinode yang disebut Tongkonan Sangullele Gereja Toraja, di Rantepao. BPS Gereja Toraja dipilih dalam Sidang Sinode Am yang dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali. Personil BPS dipilih secara langsung oleh para utusan persidangan yang datang dari 100 Klasis (untuk Sidang Sinode Am 2026). BPS menjalankan tugas memimpin Gereja Toraja berdasarkan mandat keputusan Sidang Sinode Am.[8]

Sejak berdiri sebagai sebuah sinode mandiri, 25 Maret 1947, Gereja Toraja sudah 24 kali melaksanakan Sidang Sinode Am. Yang terbaru adalah Sidang Sinode Am XXIV, yang berlangsung selama 8 hari, tanggal 20โ€“27 Juli 2016, bertempat di Makale.

Dalam Sidang Sinode Am XXIV ini, ditetapkan struktur baru BPS Gereja Toraja yang terdiri atas: Ketua Umum, Ketua I (Bidang Pembinaan Warga Gereja dan Pekabaran Injil), Ketua II (Bidang Ajaran dan Kapasitas Pelayanan), Ketua III (Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Aset), Ketua IV (Bidang Sosial Politik, Hukum, dan Kemitraan), Ketua V (Bidang Organisasi Intra Gerejawi), Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum dan Bendahara Umum.[8]

Berikut adalah Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja periode tahun 2021โ€“2026 yang merupakan hasil Sidang Sinode Am XXV di Kanuruan sebagai berikut:[9]

  • Ketua Umum: Pdt. Dr. Alfred Yohanes Rantedatu Anggui, M.Th.
  • Ketua I: Pdt. Suleman Allo Linggi, S.Th., M.Si.
  • Ketua II: Pdt. Musa Sikombong, M.Th.
  • Ketua III: Pnt. Ir. Yance Nempo Tangkeallo
  • Ketua IV: Pnt. Dr. Ir. Theo Kristian Seleng, M.M.
  • Ketua V: Pdt. Yusuf Paliling, M.Th.
  • Sekretaris Umum: Pdt. Dr. Christian Tanduklangi, M.Th.
  • Wakil Sekretaris Umum: Dkn. Yunus Buana Patiku, S.E., S.K.M.
  • Bendahara Umum: Pnt. Ny. Evalina Popang, S.E.

Badan Verifikasi Sinode

sunting

Berikut adalah Badan Verifikasi Sinode (BVS) Gereja Toraja periode tahun 2021โ€“2026 yang merupakan hasil Sidang Sinode Am XXV di Kanuruan sebagai berikut:

  • Ketua: Dkn. Elianus Samben, S.P., M.M.
  • Wakil Ketua: Dkn. Drs. Marthen Gaga Sumule, M.Min.
  • Sekretaris: Dkn. Esrom Pakidi, S.Pd., M.Si.
  • Anggota:
    • Pnt. Ir. Daniel Tandi
    • Pnt. Dr. Set Asmapane, M.Si., Ak., C.A., C.T.A., C.P.A.

Komisi

sunting

Komisi Liturgi dan Musik

sunting

Komisi Liturgi dan Musik Gereja Toraja (KLM) adalah salah satu Unit Kerja BPS Gereja Toraja yang muncul dari kesadaran mengenai ritus peribadatan sebagai puncak perjumpaan antara Allah dengan umat-Nya.[10] KLM berkonsentrasi pada suatu upaya pembinaan warga gereja untuk mempersiapkan dan melaksanakan ibadah-ibadah jemaat, dengan pemahaman dan penghayatan mendalam mengenai makna ibadah sebagai puncak perjumpaan dengan Allah. Upaya itu dilakukan, baik melalui pembinaan-pembinaan mengenai Liturgi dan Musik, penyusunan Tata Ibadah Perayaan Hari Raya Gerejawi, maupun penyediaan dan pengembangan sarana peribadatan. Semua upaya tersebut dikonstruksi dengan berdialog dengan tradisi liturgi Protestan, konteks Toraja dan perkembangan kontemporer.

Komisi Pembinaan Warga Gereja

sunting

Komisi Pembinaan Warga Gereja (PWG) merupakan unit kerja pada Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja yang bekerja dan melayani dengan sebuah visi: terwujudnya kehidupan warga jemaat yang terus bertumbuh dewasa dalam iman, sehingga mampu mewujudkan buah-buah panggilannya dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.[11] Untuk mencapai visi tersebut, Komisi PWG memiliki misi meningkatkan kualitas iman dan hidup warga Gereja Toraja melalui peningkatan kualitas pemahaman, penghayatan dan ketaatan dalam memberlakukan Firman Tuhan. Sehubungan dengan itu, agenda prioritas Komisi PWG ke depan ialah: Peng-akar-an Injil, Pem-budaya-an Iman Kristen, dan Transformasi Sosial.

Komisi Pekabaran Injil

sunting

Komisi Pekabaran Injil (KPI) adalah implementasi dari pemahaman, bahwa gereja adalah misi dan gereja yang hidup adalah gereja yang memberitakan injil.[12] Karena itu Gereja Toraja dengan sengaja dan terencana mengutus sejumlah tenaga khusus pendeta, Guru PI dan Bidan PI ke berbagai wilayah yang dipandang perlu untuk bersaksi, mempersekutukan dan membangun kehidupan. Kita perlu terus saling memperlengkapi, menopang dan mengasihi dalam berbagai wujudnya. Pada akhirnya, kehidupan penuh Damai Sejahtera Bagi Semua, sebagaimana yang di kehendaki oleh Yesus Kristus, sungguh dapat terwujud.

Organisasi intra gerejawi

sunting
Persekutuan Pemuda Gereja Toraja
Persekutuan Pemuda Gereja Toraja berdiri pada tanggal 11 Desember 1962.[13]
Sekolah Minggu Gereja Toraja
Sesuai Persidangan X SMGT tahun 2018, Sekolah Minggu Gereja Toraja berdiri pada tanggal 27 Februari 1955, yakni pada saat Sidang Sinode Am V yang dilaksanakan pada tanggal 26 Februari s.d. 5 Maret 1955 di Rantepao.
Persekutuan Wanita Gereja Toraja
Persekutuan Wanita Gereja Toraja berdiri pada tanggal 4 Desember 1966.[14] Sebelum wadah PWGT terbentuk sudah ada kegiatan wanita dalam jemaat yang disebut Kaum Ibu. Kelompok Kaum Ibu di Makassar, diberi nama Kaum Ibu Elim, di Makale disebut Kaum Ibu Ora et Labora dan di kota Rantepao disebut Kaum Ibu Dorkas serta di Jemaat Bua Tallulolo Kesuโ€™, disebut Kaum Ibu Ester. Mereka mengambil nama-nama dari Alkitab untuk memberi makna kaum ibu saat itu.
Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja
Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja (PKBGT) berdiri pada tanggal 31 Oktober 2008 ketika di sahkan dalam Rapat Kerja tahun 2008 pada tanggal 31 Oktober 2008. Juga pada saat itu disahkan pengurus PP PKBGT yang dipilih oleh BPS Gereja Toraja pada waktu itu. Adapun pengurus pertama ketuaย : Pnt. Russel Rumpa, SH. Kemudian melaksanakan persidangan pertama pada tahun 2012 di Jemaat Sion Makale dengan susunan Pengurus Pusat PKBGT sebagai berikut: Ketua Umum ย Pnt. Welem Sambolangi, SE, Ketua Bidang Pembinaan dan Kerohanian Pdt. Elvis Leme Saladan, S.Th, Ketua Bidang Kesaksian dan Organisasi Dkn. Sampe Paembonan, Ketua Bidang Pelayanan/Parpem Pnt. Ir. Yarid Guli Gala, Ketua Bidang Dana Pnt. Ir. Rychard Patta Ranteallo, SE, Sekretaris Umum (Full time) Pnt. Aleksander Mangoting, Wakil Sekretaris Umum Herman A. Kaliey, Bendahara Umum Dkn. Y.D. Pamara'.[15]
Persidangan kedua dilaksanakan 2017 di Jemaat Buntu Pasele Rantepao dan menghasilkan susunan pengurus Pusat PKBGT masa bakti 2017-2022 sebagai berikut :Ketua Pnt. Welem Sambolangi, SE, Wakil Ketua Pdt. Elvis Leme Saladan, S.Th, Sekretaris Pdt. Dr. Abraham S. Tanggulungan, Wakil Sekretaris Pnt. Aleksander Mangoting (full time) bendahara Y.D. Pamara, SE, Bidang I Ke-keluarga-an Rannu Sandera, M.Th, Herman Kaliey, Luther Tappi, SE, Bidang II Ke-gereja-an Pnt. A. K. Sampeasang, S.PAK., M.Pd., Pdt. M. M. Randa, S.Th,. MM., Dkn. Agustinus. Bidang III Ke-Masyarakat-an Ir. Frederik Dedy Palimbong, Dkn. Elianus Samben, SP., MM. Lewi Pataโ€™, S.Th. Koordinator Wilayah I Tanah Luwu Pnt. Drs. Yakobus R. Shanta Koordinator Wilayah II Rantepao Drs. Yacob Bontong, Koordinator Wilayah III Makale Morning Z. Taruktiku, Koordinator Wilayah IV Makassar Mezak Rantepadang, SE, Kordinator Wilayah V Kalimantan Pdt. David Rante, S.Th. Koordinator Wilayah VI Sulteng dan Sulbar Ir. Elisa Bunga Allo, MM.[16]
Dalam persidangan PKBGT April 2022 di Silo Ge'tengan memutuskan susunan PP PKBGT masa bakti 2022-2027 sebagai berikutย : Pengurus Pusat PKBGT 2022-2027 sebagai berikutย : Ketua Umum Pnt.Frederik Victor Palimbong, ST., M.Ak, Wakil Ketua Umum Pnt. Welem Sambolangi, SE., MM, Sekretaris Umum Pnt. Aleksander Mangoting, Wakil Sekretaris Umum Pdt. Daud Kaluring, M.Th, Bendahara Umum Dkn. Agustinus. Bidang Persekutuan dan Pekabaran Injil :Pdt. Elvis Leme Saladan, S.Th (koordinator), Pnt. Agustinus Karurukan Sampeasang. S.PAK, M.Pd, Pdt. Daud Palelingan, S.Th., MM. Bidang Pemberdayaan: ย  Pdt. Dr. Abraham Sere Tanggulungan, M.Si (koordinator), Pdt. Dela Bruri, S.Th, Dr. Rannu Sanderan. Bidang Partisipasi Kemasyarakatan, Pnt. Yohanis Lintin Paembongan, S.Th (koordinator), Pdt. Aser Ilu, S.Th, Dkn. Y.D. Pamara, SE. Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Pnt. Ir. Ariyanto P. Pangkung (koordinator), Pnt. Ir. Semuel Pajala, M.Kom, Pnt. Hiskia Batika, BA Koordinator Wilayah. Wilayah Iย : Luwu Utara, Luwu Timur, Pnt. Matius Sarif, S.PAK, M.MPd, Kota Palopo dan Luwu, Drs. Yakobus R Santha. Wilayah IIย : Toraja Utara I, Pdt. Bambang Palamba, S.Th (kemudian dalam rapat kerja 2024 di Luwuk Banggai digantikan oleh Pdt. Andarias Banne, S.Th) Toraja Utara II, Dkn. Drs. Yacob Bontong, MM. Wilayah IIIย :ย Tallu Lembangna, Pnt. Morning Zhet Taruk Tiku. S.Sos, Toraja Barat, Anton Rombe Allo. Wilayah IV Mesakh Raymond Rantepadang, SH, Wilayah V Kaltara dan Kaltara Berau, Pnt. Andarias Songgo, B. Sc, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Yermanto, A.Md. Wilayah VIย :ย  Pnt. Ir. Johan Salea[17]

Struktur Gereja

sunting

Struktur Gereja Toraja disusun berdasarkan sistem penataan gereja presbiterial-sinodal yang terdiri dari empat lingkup kepemimpinan gerejawi, yaitu:

  1. Jemaat
  2. Klasis
  3. Sinode Wilayah
  4. Sinode

Jemaat adalah lingkup yang paling dasar di Sinode Gereja Toraja dan dipimpin oleh Majelis Gereja yang anggotanya terdiri dari semua pejabat-pejabat gerejawi meliputi Pendeta, Penatua, dan Diaken.

Klasis adalah lingkup yang lebih luas dari Jemaat dan terdiri dari Jemaat-jemaat yang berada di Klasis bersangkutan serta dipimpin oleh Badan Pekerja Klasis.

Sinode Wilayah adalah lingkup yang lebih luas dari Klasis dan terdiri dari klasis-klasis yang berada di Sinode Wilayah bersangkutan serta dipimpin oleh Badan Pekerja Sinode Wilayah.

Sinode adalah lingkup yang paling luas dan terdiri dari Sinode Wilayah-sinode wilayah yang berada di Sinode serta dipimpin oleh Badan Pekerja Sinode.

Logo Gereja Toraja

Makna Logo Gereja Toraja:

  1. Rumah Toraja melambangkan konteks budaya Toraja sebagai tempat Gereja Toraja lahir dan tumbuh.
  2. Salib melambangkan kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang di atasnya Gereja Toraja dibangun, berdiri, dan bertumbuh sesuai dengan 1 Korintus 3:11.
  3. Alkitab, Firman Allah melambangkan dasar persekutuan, pelayanan, dan kesaksian Gereja Toraja.
  4. Tiga susun gelombang melambangkan tri panggilan Gereja Toraja yang dilaksanakan dalam dunia yang penuh tantangan dan peluang.
  5. Lingkaran dalam melambangkan konteks Indonesia tempat Gereja Toraja melaksanakan pembinaan warga gereja. Lingkaran luar melambangkan konteks dunia tempat Gereja Toraja menyatakan tugas panggilannya.

Yayasan

sunting

Gereja Toraja mempunyai 5 Yayasan yaitu;

1. Yayasan Perguruan Kristen Toraja (YPKT) (Memiliki PAUD, SD, SMP dan SMA tersebar di Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Bone, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur dan daerah yang ada Gereja Toraja)

2. Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (YKGT) (Memiliki Rumah Sakit Elim Rantepao dan Rumah Sakit Ibu & Anak Elim Makassar, serta Klinik Elim (SMK Kristen Tagari dan UKI Toraja))

3. Panti Asuhan Kristen Tagari di Tangmentoe

4. Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Makale (YPTKM) yang mengelolah Universitas Kristen Indonesia Toraja

5. Yayasan Marampa' Tallulolona Gereja Toraja (Khusus Klinik peternakan hewan dan pertanian / perkebunan)

Gereja Toraja juga merupakan salah satu Sinode mendukung:

  1. Universitas Kristen Satya Wacana di Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah
  2. Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Indonesia Timur di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
  3. Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta di Jakarta Pusat, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Wilayah pelayanan

sunting

Saat ini Gereja Toraja (anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) terbagi atas 6 Sinode Wilayah, 100 Klasis, dan lebih dari 1000 Jemaat. Sinode Wilayah terdiri atas:

Meliputi wilayah Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur. Sinode wilayah ini juga mencakup Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ketua: Pdt. Sion Kabe Pamangin, M.Th.
Meliputi seluruh wilayah Kabupaten Toraja Utara dan Kecamatan Kurra serta sebagian Kecamatan Rantetayo (Lembang Madandan) di Kabupaten Tana Toraja.
Ketua: Pdt. Esron Manginte', S.Th.
  • Sinode Wilayah III Makale (27 Klasis)
Meliputi seluruh wilayah Kabupaten Tana Toraja (kecuali Kecamatan Kurra dan sebagian Kecamatan Rantetayo (Lembang Madandan))
Ketua: Pdt. Aser Naning, S.Th., M.H.
Meliputi wilayah Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Barru, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Polewali Mandar (Provinsi Sulawesi Barat).
Sinode wilayah ini juga mencakup wilayah Pulau Jawa, Kota Kupang (Provinsi Nusa Tenggara Timur), Kota Batam (Provinsi Kepulauan Riau), Kota Pontianak, (Provinsi Kalimantan Barat), bahkan meluas ke Malaysia.
Ketua: Pdt. Lukas Dayung, M.Th.
Meliputi wilayah Pulau Kalimantan (kecuali Kota Pontianak).
Ketua: Pdt. Markus La'lang, M.Th.
Meliputi wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Barat (kecuali Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamasa).
Ketua: Pdt. Seberd Kelo, M.Th.

Afiliasi

sunting

Gereja Toraja merupakan anggota dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) (sejak 25 Mei 1950, dengan nomor urut 10), Dewan Gereja-gereja Asia atau Christian Conference of Asia (CCA), dan Dewan Gereja-gereja se-Dunia atau World Council of Churches (WCC). Gereja Toraja juga merupakan anggota Persekutuan Gereja-gereja Reformed se-Dunia atau World Communion of Reformed Churches (WCRC), Aliansi Gereja-Gereja Reformasi Dunia. Selain itu, Gereja Toraja juga anggota dari International Evangelical Mission in Solidarity Fellowship (International EMS Fellowship).

Statistik

sunting
  • Jumlah Sinode Wilayah: 6 Sinode Wilayah (Data 2016)
  • Jumlah Klasis: 100 Klasis (Data 2026)
  • Jumlah jemaat: 1.144 Jemaat (Data 2021)

Alamatย : Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja Tongkonan Sangngullele Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 45, Kelurahan Singki', Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan 91835 Indonesia

Referensi

sunting
  1. ^ Templat:Https://www.oaseintim.org/wcrc-indonesia/anggota.htm
  2. ^ a b c d e f g h F.D.Wellem. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia 2009.
  3. ^ a b "Profil Gereja Toraja di situs PGI". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-02. Diakses tanggal 2012-12-04.
  4. ^ Kompasiana.com (2025-12-23). "Toraya 26ย : Pertama kali Injil Masuk ke Basse Sangtempe". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-23.
  5. ^ a b I.Y. Panggalo & Markus Rani. Tata Gereja: Gereja Toraja. Tana Toraja: PT SULO 2008.
  6. ^ Wilayah pelayanan Gereja Toraja
  7. ^ "100 Tahun IMT". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-03-18.
  8. ^ a b "BPS Gereja Toraja". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-07. Diakses tanggal 2017-01-24.
  9. ^ CV, Irwan Karyanto Tandek, BPS Gereja Toraja, Media Sarana Informatika,. "BPS Gereja Toraja - Profil Pengurus BPS Gereja Toraja". bps-gerejatoraja.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-07. Diakses tanggal 2017-01-28. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  10. ^ "Komisi Liturgi dan Musik Gereja Toraja". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-17. Diakses tanggal 2020-04-11.
  11. ^ "Komisi Pembinaan Warga Gereja Toraja". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-17. Diakses tanggal 2020-04-11.
  12. ^ "Komisi Pekabaran Injil Gereja Toraja". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-09. Diakses tanggal 2020-04-11.
  13. ^ "Struktur Organisasi PP-PPGT". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-11. Diakses tanggal 2020-04-10.
  14. ^ "Struktur Organisasi PP-PWGT". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-05-20. Diakses tanggal 2020-01-03.
  15. ^ Kompasiana.com (2025-11-13). "Persidangan pertama Persekutuan Kaum Bapak se Gereja Toraja, 23-25 Maret 2012". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-20.
  16. ^ "Client Challenge". id.scribd.com. Diakses tanggal 2025-12-20.
  17. ^ Kompasiana.com (2025-06-14). "Susunan Pengurus Pusat PKBGT 2022-2027". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-12-20.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Toraja Utara

Kabupaten Toraja Utara 2024. Dan pada pertengahan 2024, penduduk Toraja Utara sebanyak 264.277 jiwa. Kabupaten Toraja Utara merupakan basis Gereja Toraja paling

Gereja Toraja Mamasa

Gereja Toraja Mamasa (disingkat GTM) atau dalam Bahasa Inggris disebut The Toraja Mamasa Church adalah kelompok gereja Kristen Protestan di Indonesia yang

Suku Toraja

Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa (di Mamasa disebut juga sebagai suku Mamasa). Mayoritas suku Toraja memeluk Kekristenan

Institut Agama Kristen Negeri Toraja

teologi yang didirikan oleh Gereja Toraja pada tanggal 1 Oktober 1964. STT Rantepao lahir dari pergumulan dan keinginan Gereja Toraja untuk memiliki lembaga

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia

(GMIST) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM) Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Gereja Toraja Gereja Toraja

Wilayah pelayanan Gereja Toraja

Saat Ini Gereja Toraja (anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) terbagi atas 100 Klasis dan lebih dari 1000 Jemaat yang tergabung atas 6 Sinode

Gereja di Indonesia

Tuhan - GKT Gereja Kristen Abdiel - GKA Gereja Kristus Yesus - GKY Gereja Reformed Injili Indonesia - GRII Gereja Toraja - GeTor Gereja Toraja Mamasa - GTM

Kabupaten Tana Toraja

Kabupaten Tana Toraja adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota dari kabupaten ini ada di kecamatan Makale