Ilustrasi glasiasi Huron yang terjadi 2,5 miliar tahun yang lalu, rata-rata suhu terendah Bumi pada glasiasi ini berlangsung 100 juta tahun setelah permulaan glasiasi Huron.[1]

Glasiasi Huron (atau glasiasi Makganyene)[2] adalah suatu peristiwa glasiasi yang berlangsung dari 2,5 miliar tahun yang lalu hingga 2,1 miliar tahun yang lalu[3] pada periode Siderium dan Riasium pada masa Paleoproterozoikum. Glasiasi Huron terjadi setelah peristiwa oksigenasi besar yang meningkatkan jumlah oksigen dan mengurangi kandungan metana di atmosfer. Oksigen bergabung dengan metana dan membentuk karbon dioksida dan air, yang tidak dapat menyimpan panas dengan baik seperti metana.

Peristiwa ini merupakan peristiwa zaman es tertua dan terpanjang dalam sejarah Bumi. Glasiasi ini sendiri terjadi pasa masa ketika satu-satunya kehidupan yang ada di Bumi adalah kehidupan uniseluler. Zaman es ini memicu kepunahan massal di Bumi.

Referensi

sunting
  1. ^ History of the Earth โ€“ Algol. (Gambar diterjemahkan oleh Pengguna:ร„rkhรฉzja)
  2. ^ Tang, Haoshu; Chen, Yanjing (1 September 2013). "Global glaciations and atmospheric change at ca. 2.3 Ga". Geoscience Frontiers. 4 (5): 583โ€“596. doi:10.1016/j.gsf.2013.02.003. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-11. Diakses tanggal 2017-05-22.
  3. ^ History of the Earth[pranala nonaktif permanen] โ€“ Algol.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Glasiasi Pongola

atmosfer. Glasiasi ini terjadi sebelum Peristiwa Oksigenasi Besar dan Glasiasi Huron. Pongola glaciation Diarsipkan 2023-01-08 di Wayback Machine. โ€“ fandom

Paleontologi

Kehidupan tertua โ† Meteorit LHB โ† Oksigen terawal โ† Glasiasi Pongola* โ† Oksigen di Atmosfer โ† Glasiasi Huron* โ† Reproduksi seksual pertama โ† Kehidupan multisel

Usia Bumi

Fosil tertua โ† LHB meteorites โ† Oksigen terawal โ† Glasiasi Pongola* โ† Oksigen atmosferik โ† Glasiasi Huron* โ† Sexual reproduction โ† Kehidupan multiseluler

Siderium

besi untuk membentuk magnetit, menghabiskan kadar besi di oksigen. Glasiasi Huron diperkirakan terjadi karena imbas dari proses ini. "Siderian Period"

Bumi Bola Salju

pada akhir kariernya berspekulasi kemungkinan adanya glasiasi global. Ide Mawson mengenai glasiasi global dianggap merupakan asumsi keliru bahwa posisi

Proterozoikum

transisi menjadi atmosfer beroksigen pada era Mesoproterozoikum; beberapa glasiasi, termasuk terjadinya hipotesis "Bumi Bola Salju" (Snowball Earth) semasa

Peristiwa Oksigenasi Besar

itu, oksigen bebas mengoksidasi metana di atmosfer, sehingga terjadi glasiasi Huron, yang merupakan salah satu zaman es terburuk dan terpanjang dalam sejarah

Riasium

Bushveld dan beberapa intrusi lainnya, terbentuk pada periode ini. Glasiasi Huron terjadi pada saat yang bersamaan dengan dimulainya periode ini, dan