Cedar
Cedar Lebanon
Cedar Lebanon di Cagar Alam Cedar Al Shouf di Barouk, Lebanon
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Gymnospermae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Pinaceae
Subfamili: Abietoideae
Genus: Cedrus
Trew
Spesies tipe
Pinus cedrus L., = Cedrus libani[1]

Cedrus, atau dikenal dengan nama umum cedar[2], adalah genus pohon konifer dalam famili Pinaceae (subfamili Abietoideae). Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari pegunungan di barat Himalaya dan Wilayah Mediterania pada ketinggian tinggi. Pohon-pohon ini tumbuh tinggi dengan batang silindris dan tajuk berdaun lebar. Runjungnya tegak; daun-daun tumbuh dalam berkas yang terdiri dari 15โ€“45 daun jarum, yang dapat berwarna hijau terang atau hijau kebiruan dengan lapisan lilin. Ketika runjung matang, mereka terurai untuk melepaskan biji yang bersayap. Baik serbuk sari maupun biji dipencarkan oleh angin.

Cedar sering ditanam sebagai pohon hias di taman dan kebun yang luas, beberapa diantaranya juga ditanam sebagai bonsai. Kayu cedar dan minyak kayu cedar secara alami bersifat menolak ngengat, dan memiliki aroma memikat yang bertahan lama.

Etimologi

sunting

Nama genus Cedrus berasal dari Bahasa Inggris Kuno ceder, dari kata Latin cedrus. Kata ini pada gilirannya berasal dari Yunani ฮบฮญฮดฯฮฟฯ‚ kรฉdros, yang berarti cedar atau juniperus.[3] Spesies dari kedua pohon tersebut merupakan tumbuhan asli daerah tempat bahasa dan budaya Yunani berasal, meskipun karena kata kรฉdros tampaknya tidak berasal dari salah satu bahasa di Timur Tengah, telah dikemukakan bahwa kata tersebut mungkin awalnya diterapkan pada spesies juniper Yunani dan kemudian diadopsi untuk spesies yang sekarang diklasifikasikan dalam genus Cedrus karena kayunya yang aromatik.[4] Nama tersebut juga diterapkan secara serupa pada sitrun: kata citrus berasal dari akar kata yang sama.[5] Sebagai kata serapan dalam bahasa Inggris, cedar telah melekat pada makna alkitabiah-nya sebagai Cedrus pada saat penggunaan pertamanya yang tercatat pada tahun 1000 M.[6]

Deskripsi

sunting

Perawakan

sunting

Cedar adalah pohon berdamar yang tinggi, tumbuh hingga setinggi 30โ€“40 meter (100โ€“130ย ft), jarang mencapai 65ย m (213ย ft),[7] dengan batang silindris dan tajuk yang sempit hingga lebar, berbentuk kerucut saat muda namun sering menjadi tidak teratur seiring bertambahnya usia. Pada beberapa individu, beberapa cabang utama pada akhirnya dapat menyaingi batang utama dalam hal ukuran.[8] Kulit kayu berwarna cokelat abu-abu pucat dan halus pada pohon muda, cokelat abu-abu tua hingga kehitaman dan membelah menjadi alur dan sisik pada pohon yang lebih tua.[8]

Dedaunan

sunting

Pucuknya bersifat dimorfik, terdiri dari pucuk utama yang panjang dan tipis dari kuncup terminal, yang masing-masing disertai oleh beberapa pucuk samping yang pendek.[8] Daun-daunnya malar hijau dan berbentuk seperti jarum, dengan panjang 8โ€“60 milimeter (1โ„4โ€“2+1โ„4ย in), tersusun dalam filotaksis spiral terbuka pada pucuk panjang dan dalam kelompok spiral padat berisi 15โ€“45 helai pada pucuk pendek; warnanya bervariasi dari hijau rumput terang hingga hijau tua sampai hijau kebiruan pucat yang sangat glaucous, tergantung pada ketebalan lapisan lilin putih yang melindungi daun dari kekeringan.[7]

Runjung

sunting

Cedar merupakan tumbuhan berumah satu, dengan runjung jantan dan betina yang terpisah pada pohon yang sama.[8] Runjung benihnya berbentuk tong, panjangnya 6โ€“12 sentimeter (2+1โ„4โ€“4+3โ„4ย in) dan lebarnya 3โ€“8ย cm, berwarna hijau yang matang menjadi cokelat abu-abu, dan, seperti pada Abies, hancur saat matang untuk melepaskan biji yang bersayap. Bijinya memiliki panjang 10โ€“15ย mm (3โ„8โ€“5โ„8ย in), dengan sayap 20โ€“30 mm; seperti pada Abies, bijinya memiliki dua atau tiga kantung damar, berisi resin yang rasanya tidak enak, yang dianggap sebagai pertahanan terhadap pemangsaan oleh bajing. Pematangan runjung memakan waktu satu tahun, dengan penyerbukan pada musim gugur dan biji matang pada waktu yang sama setahun kemudian. Runjung serbuk sari berbentuk bulat telur ramping, panjangnya 3โ€“8 cm, dihasilkan pada akhir musim panas, dan melepaskan serbuk sari pada musim gugur.[7][9]

Evolusi

sunting

Sejarah fosil

sunting

Fosil tertua dari Cedrus adalah Cedrus penzhinaensis yang dikenali dari kayu fosil yang ditemukan pada sedimen Kapur Awal (Albium) di Kamchatka, Rusia.[10] Sebuah spesies Miosen Awal, Cedrus anatolica, yang juga berasal dari kayu terpetrifikasi dan diperkirakan berkerabat dekat dengan C. atlantica, diketahui berasal dari Turki.[11]

Filogeni

sunting

Cedar memiliki struktur runjung yang mirip dengan fir (Abies) dan secara tradisional dianggap memiliki kekerabatan paling dekat dengan mereka, namun bukti genetik mendukung posisi basal dalam keseluruhan subfamili Abietoideae.[12][13][14]

Pinaceae
Abietoideae
Cedreae

Cedrus

Pseudolariceae
Pseudolarix

(larchย emas)
Nothotsuga

Tsuga

(hemlock)
Abieteae
(firย danย kerabatnya)
Pinoideae

(pinus,ย larch,ย dll)

Taksonomi dan filogeni internal

sunting
Pelat "CEDRUS foliis rigidis acutis perennantibus, conis subrotundis erectis" (Cedar dengan daun kaku tajam menahun, runjung agak membulat tegak) dari deskripsi Christoph Jacob Trew tentang genus ini dalam karyanya tahun 1757 Plantae Selectae Quarum Imagines

Genus Cedrus dideskripsikan oleh ahli botani Jerman Christoph Jacob Trew dalam karyanya Plantae Selectae Quarum Imagines pada tahun 1757.[8] Taksa Cedrus dikelompokkan menurut pendapat taksonomi menjadi antara satu hingga empat spesies.[8][15][16][17] Cedar deodar merupakan kerabat saudara bagi cedar Mediterania. Cedar Siprus misalnya, secara beragam dianggap sebagai varietas atau subspesies dari Cedrus libani, atau sebagai spesies C. brevifolia yang berdiri sendiri;[18] beberapa bukti dari alozim menunjukkan bahwa ia bahkan mungkin tergolong dalam rentang variasi cedar Turki.[19] Usia divergensi ditandai pada kladogram.[17][20][21]

Cedrus
Cedrusย deodara

Cedar deodar, Himalaya barat

Cedarย Mediterania
Cedrusย atlantica

Cedar Atlas, Pegunungan Atlas di Maroko dan Aljazair

Cedrusย libani

var libani Cedar Lebanon, pegunungan di Lebanon dan Suriah

var stenocoma Cedar Turki, Turki

var brevifolia Cedar Siprus, Pegunungan Troodos di Siprus

6,5ย jtl
19ย jtl
55ย jtl

Spesies-spesies tersebut tidak dapat berhibridisasi di alam karena pemisahan geografis mereka, namun ketika disatukan dalam pembudidayaan, mereka melakukannya dengan bebas. Namun, karena cedar (terutama di antara taksa Mediterania) sangat mirip satu sama lain, hibrida terkenal sulit dideteksi dan diidentifikasi. Hibrida antara cedar Atlas dan Deodar telah sengaja dibiakkan oleh pembibitan Tesi di Italia utara sejak tahun 1980-an, dan dinamai pada tahun 2021 sebagai kelompok kultivar Cedrus Grup Tesi.[22][23]

Persebaran dan ekologi

sunting
Persebaran dunia semua spesies Cedrus

Cedar beradaptasi dengan iklim pegunungan; di Mediterania, mereka menerima presipitasi musim dingin, sebagian besar berupa salju, dan mengalami kekeringan musim panas, sementara di Himalaya barat, mereka terutama menerima curah hujan monsun musim panas dan hujan salju musim dingin sesekali.[7] Mereka adalah tumbuhan asli pegunungan di Himalaya bagian barat dan wilayah Mediterania, yang tumbuh pada ketinggian 1.500โ€“3.200ย m (4.900โ€“10.500ย ft) di Himalaya dan 1.000โ€“2.200ย m (3.300โ€“7.200ย ft) di Mediterania.[7] Di Lebanon, sejumlah kecil cedar Lebanon bertahan hidup di kawasan lindung termasuk Cedar Tuhan di dekat Lembah Qadisha, sebuah Situs Warisan Dunia.[24]

Penyakit jamur pada cedar meliputi kanker; busuk akar, pangkal batang, dan tajuk; hawar jarum; karat Gymnosporangium;[25] dan hawar sirococcus, yang disebabkan oleh Sirococcus tsugae, yang mematikan pucuk dan cabang.[26] Pohon cedar bersifat kokoh namun menjadi rentan terhadap kumbang kulit kayu dalam kondisi kekeringan.[25] Hama lainnya meliputi kutu daun konifer raksasa, serangga sisik, dan nematoda seperti nematoda layu pinus.[25] Ulat dari ngengat prosesi pinus terkadang membuat sarang mereka di pohon cedar.[27]

Kegunaan

sunting

Cedar telah lama sangat dihargai karena kayunya yang wangi, awet, dan tahan pembusukan, serta diminati untuk pembangunan kuil dan istana selama lebih dari 4.000 tahun sejak periode Epos Gilgamesh, catatan terpanjang dari konifer mana pun dalam penggunaan manusia.[8] Budidaya cedar untuk kayunya memiliki sejarah yang sama panjangnya, dengan studi genetik dan lingkungan terkini yang menguatkan mitologi lisan lokal dan catatan teks aksara paku Het bahwa dua populasi kecil cedar Lebanon yang terisolasi secara geografis di Anatolia utara, 500 km di sebelah utara daerah asalnya yang utama, adalah berasal dari manusia, yang sengaja ditanam lebih dari 3.200 tahun yang lalu untuk pasokan kayu cedar ke ibu kota Kekaisaran Het di dekatnya, di Hattusa.[28]

Cedar adalah pohon hias yang populer dan sering dibudidayakan di iklim sedang di mana suhu musim dingin tidak turun di bawah โˆ’25ย ยฐC. Cedar Turki sedikit lebih tahan banting, hingga โˆ’30ย ยฐC atau sedikit di bawahnya. Kematian luas pada spesimen yang ditanam dapat terjadi pada musim dingin yang parah ketika suhu turun lebih rendah.[29] Cedar cocok untuk dibentuk sebagai bonsai dalam berbagai gaya.[30] Kayu cedar dan minyak kayu cedar secara alami bersifat menolak ngengat.[31]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Cedrus". International Plant Names Index. Diakses tanggal 2025-12-10.
  2. ^ "Arti kata cedar". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  3. ^ "cedar (n.)". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 23 September 2025.
  4. ^ Meiggs, R. (1982). "The Cedars of Lebanon". Trees and Timber in the Ancient Mediterranean World. hlm.ย 49โ€“87.
  5. ^ Andrews, A. C.ย  (1961). "Acclimatization of citrus fruits in the Mediterranean region". Agricultural History (35): 35โ€“46.
  6. ^ "Cedar". Oxford English Dictionary. Diakses tanggal 23 September 2025.
  7. ^ a b c d e Farjon, Aljos (1990). "Cedrus". Pinaceae: Drawings and Descriptions of the Genera. Koeltz Scientific Books. hlm.ย 111โ€“121. ISBNย 3-87429-298-3.
  8. ^ a b c d e f g "Cedrus: Trew 1757". The Gymnosperm Database. Diakses tanggal 24 September 2025.
  9. ^ Frankis, M.; Lauria, F. (1994). "The maturation and dispersal of cedar cones and seeds". International Dendrology Society Yearbook 1993. hlm.ย 43โ€“46.
  10. ^ Blokhina, N. I.; Afonin, M. (2007). "Fossil wood Cedrus penzhinaensis sp. nov. (Pinaceae) from the Lower Cretaceous of north-western Kamchatka (Russia)" (PDF). Acta Paleobotanica. 47: 379โ€“389. S2CIDย 54653621.
  11. ^ Akkemik, รœnal (2021). "A new fossil Cedrus species from the early Miocene of northwestern Turkey and its possible affinities". Palaeoworld. 30 (4): 746โ€“756. doi:10.1016/j.palwor.2020.12.003.
  12. ^ Ran, Jin-Hua; Shen, Ting-Ting; Wu, Hui; Gong, Xun; Wang, Xiao-Quan (2018). "Phylogeny and evolutionary history of Pinaceae updated by transcriptomic analysis". Molecular Phylogenetics and Evolution. 129: 106โ€“116. doi:10.1016/j.ympev.2018.08.011. Diakses tanggal 2025-11-12.
  13. ^ Gernandt, David S.; Magallรณn, Susana; Geada Lรณpez, Gretel; Zerรณn Flores, Omar; Willyard, Ann; Liston, Aaron (2008). "Use of Simultaneous Analyses to Guide Fossilโ€Based Calibrations of Pinaceae Phylogeny" (PDF). International Journal of Plant Sciences. 169 (8): 1086โ€“1099. doi:10.1086/590472. ISSNย 1058-5893. Diakses tanggal 2025-11-12.
  14. ^ Stull, Gregory W.; Qu, Xiao-Jian; Parins-Fukuchi, Caroline; Yang, Ying-Ying; Yang, Jun-Bo; etย al. (19 July 2021). "Gene duplications and phylogenomic conflict underlie major pulses of phenotypic evolution in gymnosperms". Nature Plants. 7 (8): 1015โ€“1025. Bibcode:2021NatPl...7.1015S. doi:10.1038/s41477-021-00964-4. PMIDย 34282286. S2CIDย 236141481.
  15. ^ "Cedrus". NCBI Taxonomy Browser.
  16. ^ "Cedrus". Flora of China.
  17. ^ a b Qiao, C.-Y.; Ran, Jin-Hua; Li, Yan; Wang, Xiao-Quan (2007). "Phylogeny and Biogeography of Cedrus (Pinaceae) Inferred from Sequences of Seven Paternal Chloroplast and Maternal Mitochondrial DNA Regions" (PDF). Annals of Botany. 100 (3): 573โ€“580. doi:10.1093/aob/mcm134. PMCย 2533594. PMIDย 17611189.
  18. ^ "Cedrus libani var. brevifolia Hook.f." Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 27 August 2024.
  19. ^ Scaltsoyiannes, A. (1999). "Allozyme Differentiation and Phylogeny of Cedar Species" (PDF). Silvae Genetica. 48 (2): 61โ€“68. Diakses tanggal 2025-11-12.
  20. ^ Fady, B.; etย al. (2003). "Gene flow among different taxonomic units: evidence from nuclear and cytoplasmic markers in Cedrus plantation forests" (PDF). Theoretical and Applied Genetics. 107 (6): 1132โ€“1138. doi:10.1007/s00122-003-1323-z. PMIDย 14523524.
  21. ^ Dagher-Kharrat, M. B.; etย al. (2007). "Geographical diversity and genetic relationships among Cedrus species estimated by AFLP" (PDF). Tree Genetics & Genomes. 3 (3): 275โ€“285. doi:10.1007/s11295-006-0065-x.
  22. ^ Christian, Tom (2021). "Cedrus Tesi Group". International Dendrology Society Yearbook. 2020: 114โ€“116.
  23. ^ Christian, Tom (2025-11-11). "Cedrus Tesi Group". Trees and Shrubs Online. Diakses tanggal 2025-11-12.
  24. ^ Centre, UNESCO World Heritage. "UNESCO World Heritage Committee Adds 30 Sites to World Heritage List". UNESCO World Heritage Centre. Diakses tanggal 2023-08-01.
  25. ^ a b c "How to Manage Pests: Cedar-Cedrus spp". University of California Agriculture & Natural Resources. Diakses tanggal 24 September 2025.
  26. ^ "Sirococcus tsugae". Woodland Trust. Diakses tanggal 24 September 2025.
  27. ^ "Pine processionary moth (Thaumetopoea pityocampa)". Forest Research. Diakses tanggal 24 September 2025.
  28. ^ ร–zcan, Ali UฤŸur; ร‡iรงek, Kerim (2023). "How long do we think humans have been planting forests? A case study with Cedrus libani A.Rich". New Forests. 54 (1): 49โ€“65. doi:10.1007/s11056-021-09900-y. ISSNย 0169-4286. Diakses tanggal 2025-11-12.
  29. ^ ร˜dum, S. (1985). "Report on frost damage to trees in Denmark after the severe 1981/82 and 1984/85 winters". Hรธrsholm Arboretum, Denmark.
  30. ^ Walston, Brent. "Cedars for Bonsai". evergreengardenworks.com. Diarsipkan dari asli tanggal 29 May 2015. Diakses tanggal 8 May 2015.
  31. ^ Burfield, Tony (September 2002). "Cedarwood Oils". www.users.globalnet.co.uk. Diakses tanggal 24 August 2016.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Argyrochosma microphylla

tidak terdapat di kedua permukaan daun, meskipun kedua permukaan berwarna glaucous. Pada segmen daun fertil, sporangia berada dekat dengan tepi, terletak

Endong

bagian yang menyegitiga tumpul tepat di bawah perbungaan, seperti berbedak (glaucous), 60-150 cm ร— 3-10 mm. Daun-daun menyusut menjadi semacam seludang, tanpa

Abies concolor

(1โ„64โ€“3โ„64 inci). Warna daun bervariasi dari hijau hingga biru kehijauan (glaucous blue-green) di bagian atas, dengan dua garis putih kebiruan di bagian bawah

Breiรฐafjรถrรฐur

berkembang biak di sini. Beberapa diantaranya seperti camar biasa, camar glaucous, elang ekor putih, eider biasa, guillemot hitam, dan phalarope abu-abu

Anodorhynchus

Macaw Blues (part one): A Postmortem for the Glaucous Macaw Macaw Blues (part two): A Postmortem for the Glaucous Macaw Wikimedia Commons memiliki media mengenai

Zephyranthes robusta

robusta juga memiliki daun yang ditutupi dengan lapisan lilin abu-abu halus (glaucous) berbeda dengan daunZ. carinata. Zephyranthes robusta diyakini berasal

Pinus Jeffrey

โ€œprickly ponderosaโ€. Jarum P. jeffreyi juga berwarna abu-abu kehijauan (glaucous), lebih gelap daripada P. ponderosa, dengan bonggol lebih berat dan biji

Hesperocyparis forbesii

tinggi dibanding Tecate cypress. Daun Guadalupe cypress berwarna kebiruan (glaucous), sedangkan Tecate cypress hijau. Kerucut biji Guadalupe cypress bisa terbuka