📑 Table of Contents
Immunoglobulin

Globulin merupakan kelompok protein yang tidak larut di dalam air tetapi larut dalam larutan garam encer dan dapat terkoagulasi oleh panas.[1] Globulin yang terdapat dalam darah terdiri atas alfa-globulin, beta-globulin, dan gamma-globulin. Globulin berfungsi sebagai pengangkut lemak, vitamin, hormon, dan mineral. Gamma-globulin berfungsi sebagai antibodi. Globulin berguna untuk membentuk fibrinogen, musculin, crystallin, dan antibodi. Pada keadaan normal jumlah protein yang diperlukan untuk orang dengan berat badan 75 kg adalah seba-nyak 100 gram. Walau protein itu penting, pada beberapa penyakit orang dibatasi intake proteinnya.[2] Globulin merupakan 40% dari total protein. Globulin sebagian dihasilkan oleh hati, sebagian lagi dihasilkan sistem imun. Fungsi globulin adalah melawan infeksi dan mengangkut nutrisi ke jaringan tubuh.[3]

Kelompok

sunting

Globulin memiliki tiga kelompok utama yaitu Alfa globulin, beta globulin, dan gamma globulin. Dari fraksi-fraksi tersebut terdapat penyusun yang berbeda.

  • Globulin alfa yang terdiri dari alfa-1 globulin dan alfa-2 globulin. Beta globulin terdiri dari beta-1 globulin dan beta-2 globulin, sedangkan gamma globulin tidak dapat dipisah menjadi komponen lain. Setiap bagian dari protein tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Gelombang alfa-1 globulin adalah molekul alfa-1 antitrypsin, yang menjadi penghambat protease (protease inhibitor) dan menginaktfikan enzim tripsin dalam darah. Alfa-2 globulin yang terdiri dari dua protein plasma akan berperan sant terjadi penghancuran eristrosit dan menjadi penghambat protease.
  • Globulin beta yang terbagi menjadi dua yaitu beta-1 dan beta-2 globulin berperan dalam transfer molekul dan pengangkutan kolesterol ke dalam sel. Dalam protein beta globulin terdapat sebuah komponen pelengkap yang dikenal sebagai fibrinogen.
  • Globulin gama yang terdiri dari IgG, IgA, IgD, IgE, dan IgM yang dari masing-masing komponen tersebut memiliki fungsi faal sebagai antibodi yang berperan antigen yang khas spesifiknya. Pada umumnya gamma globulin lebih dikenal dengan antibodi.[4] Gamma globulin adalah protein yang beredar dalam darah. menambah ke-kebalan. sera melawan dan mencegah infeksi. Gamma globulin telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai injeksi intramuscular (suntikan ke dalam otot) dengan hasil yang cukup baik. Ketika beberapa masalah teknis bisa diatasi pada akhir 1970-an, gamma globulin yang diberikan secara intravenous (dimasukkan ke pembuluh vena) semakin banyak jumlahnya. Gamma globulin yang diberikan ke pembuluh vena memiliki beberapa mekanisme aksi, salah satu yang paling penting adalah kemampuannya mencegah limpa agar tidak menghancurkan platelet. Gamma globulin intravenous pada lupus hanya berguna untuk pemakaian jangka pendek pada autoimmune thrombocytopenia (kekurangan Amer) sampai obat-obatan lain menjadi efekti( dan mengatasi peradangan saraf. Gamma globulin innvenous bisa dilakukan berkala setiap bulan untuk sebagian pasien lupus yang telah sembuh dan infeksi dan kekurangan gamma globulin (sebagian besar pasien lupus mengalami peningkatan gamma globulin). Sebagian besar penelitian menyatakan bahwa gamma globulin intravenous tidak berlaku untuk menangani fibmmyalgia maupun kelelahan kronis.[5]

Gangguan

sunting

Hepatitis B immune globulin adalah suatu sediaan anti-HBs titer tinggi yang dimurnikan dari plasma yang diambil dari individu anti-HBs positif titer tinggi. HBIG dipergunakan untuk pencegahan infeksi VHB pasca paparan, yaitu pencegahan infeksi paparan terhadap sumber infeksi VHB telah terjadi sebelum tindakan pencegahan, misalnya penularan dari ibu kepada anak, penularan dari tusukan tidak sengaja, dan penularan dari hubungan kelamin dengan seorang karier.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ M.Si, Dr La Ode Sumarlin (2023-02-14). BIOKIMIA: Dasar-Dasar Biomolekul dan Konsep Metabolisme. PT. RajaGrafindo Persada - Rajawali Pers. ISBNย 978-623-231-171-8.
  2. ^ Djojodibroto, Darmanto (2001). Seluk-Beluk Pemeriksaan Kesehatan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. hlm.ย 86. ISBNย 978-979-461-387-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-06. Diakses tanggal 2022-01-26.
  3. ^ Sari, Joni Indah (19-07-2020). "Tes Protein Total: Fungsi, Prosedur, Hasil, dan Komplikasi". SehatQ. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-06. Diakses tanggal 2022-01-26. ;
  4. ^ As, Nour Athiroh; Mubarakati, Nurul Jadid (2021). Bioprospeksi Benalu Tehโ€“Benalu Mangga Sekarang dan yang akan Datang: Terapi Adjuvan terhadap Hipertensi. Magetan: Inara Publisher (kelompok Intrans Publishing). hlm.ย 165. ISBNย 978-623-98428-4-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-06. Diakses tanggal 2022-01-26.
  5. ^ Wallace, Daniel J. (2007). The Lupus Book. Yogyakarta: Bentang Pustaka. hlm.ย 317. ISBNย 978-979-24-3823-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-06. Diakses tanggal 2022-01-26.
  6. ^ Soemoharjo, Soewignjo (2007). Hepatitis Virus B ed2. Jakarta: EGC. hlm.ย 29. ISBNย 978-979-448-927-7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-06. Diakses tanggal 2022-01-26.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Globulin beta

Globulin beta adalah sekelompok protein globular dalam plasma yang lebih mudah bergerak dalam larutan alkali atau bermuatan listrik daripada globulin

Serum darah

koagulasi. Globulin terdiri dari: lakto globulin tiroglobulin serum globulin, terbagi terbagi menurut laju migrasi elektroforesik menjadi: alfa globulin (protein

Proakselerin

Inggris: proaccelerin, labile factor, plasma accelerator globulin, plasma ac-globulin, accelerator globulin, proprothrombinase, prothrombin conversion accelerator

Darah

serum darah atau plasma terdiri atas: Air: 91,0% Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen) Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat

Anemia aplastik

utama untuk anemia aplastik yaitu obat imunosupresif seperti globulin anti-limfosit atau globulin anti-timosit, yang dikombinasikan dengan kortikosteroid,

Fibrinogen

protein yang disintesis oleh hati yang merupakan reaktan fase akut berbentuk globulin beta. Protein ini berguna untuk membantu proses hemostasis dengan menstimulasi

Plasmokinin

Inggris: plasmokinin, antihemophilic factor, AHF, antihemophilic globulin, antihemophilic globulin A, antihemophilic factor A, plasma thromboplastin factor,

Protein plasma

dan asis, sebagai pembawa, dalam pengangkutan lipid dan hormon steroid. Globulin membentuk 38% protein darah dan mengangkut ion, hormon, dan lipid yang