Morfin-6-glukuronida, metabolit utama dari morfin

Glukuronida, juga dikenal sebagai glukuronosida, adalah zat apa pun yang dihasilkan dengan menghubungkan asam glukuronat ke zat lain melalui ikatan glikosidik.[1] Glukuronida termasuk dalam kelompok glikosida.

Glukuronidasi, konversi senyawa kimia menjadi glukuronida, adalah metode yang digunakan manusia dan hewan untuk membantu ekskresi zat beracun, obat-obatan, atau zat lain yang tidak dapat digunakan sebagai sumber energi. Asam glukuronat diikat melalui ikatan glikosidik ke zat tersebut, dan glukuronida yang dihasilkan, yang memiliki kelarutan dalam air jauh lebih tinggi daripada zat aslinya, akhirnya diekskresikan oleh ginjal.[2]

Enzim yang memecah ikatan glikosidik glukuronida disebut "glukuronidase".

Kelas-kelas glukuronida

sunting

Asil glukuronida

sunting

Asam karboksilat adalah gugus fungsional umum dalam banyak obat, seperti OAINS, antikonvulsan, dan diuretik. Salah satu jalur umum untuk pembersihan obat yang mengandung asam karboksilat adalah melalui glukuronidasi. Dengan mengkonjugasikan salah satu obat tersebut dengan glukuronida, senyawa yang dihasilkan seharusnya kurang toksik dan menunjukkan pembersihan yang cepat dari tubuh. Namun, banyak studi in vitro telah memberikan bukti yang meyakinkan untuk menunjukkan bahwa asil glukuronidasi dapat memiliki efek farmakologis yang merugikan karena aduksi protein. Dua mekanisme di mana asil glukuronida menyebabkan aduksi protein yakni transasilasi 1-O-ฮฒ-glukuronida dan glikasi 3-O-ฮฒ-glukuronida.[3]

N+-glukuronida

sunting

Glukuronidasi senyawa yang mengandung nitrogen umumnya membentuk glukuronida kuaterner yang terikat amonium. Nikotin, yang mengandung cincin piridina dan cincin pirolidina,[4] dikonjugasikan pada nitrogen piridina selama metabolisme obat. Terdapat dua enantiomer nikotin yakni S(-)-nikotin dan R(+)-nikotin. S(-)-nikotin adalah stereoisomer senyawa yang lebih umum, terutama terbentuk melalui pembakaran obat-obatan yang mengandung nikotin. S(-)-nikotin N1-glukuronida memiliki Km yang lebih rendah dan Vmax yang lebih tinggi untuk mikrosom hati daripada N(+)-nikotin N1-glukuronida, menunjukkan bahwa tubuh telah berevolusi untuk lebih menyukai penghapusan gugus N-terikat yang lebih umum.[5]

Contoh

sunting
  • Mikuelianin (Kuersetin 3-O-glukuronida)
  • Morfin-6-glukuronida
  • Skutelarein-7-glukuronida

Referensi

sunting
  1. ^ The American Heritage Medical Dictionary, 2007, Houghton Mifflin Company
  2. ^ Yang G, Ge S, Singh R, Basu S, Shatzer K, Zen M, etย al. (May 2017). "Glucuronidation: driving factors and their impact on glucuronide disposition". Drug Metabolism Reviews. 49 (2): 105โ€“138. doi:10.1080/03602532.2017.1293682. PMCย 7660525. PMIDย 28266877.
  3. ^ Regan, Sophie L.; Maggs, James L.; Hammond, Thomas G.; Lambert, Craig; Williams, Dominic P.; Park, B. Kevin (2010-10-09). "Acyl glucuronides: the good, the bad and the ugly". Biopharmaceutics & Drug Disposition. 31 (7): 367โ€“395. doi:10.1002/bdd.720. ISSNย 1099-081X. PMIDย 20830700.
  4. ^ PubChem. "Nicotine". pubchem.ncbi.nlm.nih.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-05.
  5. ^ Ghosheh, Omar; Vashishtha, Sarvesh C.; Hawes, Edward M. (2001-12-01). "Formation of the Quaternary Ammonium-Linked Glucuronide of Nicotine in Human Liver Microsomes: Identification and Stereoselectivity in the Kinetics". Drug Metabolism and Disposition. 29 (12): 1525โ€“1528. doi:10.1124/dmd.29.12.1525 (tidak aktif 17 July 2025). ISSNย 0090-9556. Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ovulasi

kehamilan. Momen ovulasi pernah difoto. Tingkat urine hormon pregnanediol 3-glukuronida di atas 5 ฮผg/mL telah digunakan untuk mengkonfirmasi ovulasi. Tes ini

Keracunan parasetamol

nontoksik melalui metabolisme fase II melalui konjugasi dengan sulfat dan glukuronida, dengan sebagian kecil dioksidasi melalui sistem enzim sitokrom P450

Solifenasin

yakni 4R-hidroksisolifenasin; dan tiga metabolit tidak aktif yaitu N-glukuronida, N-oksida, dan 4R-hidroksi-N-oksida. Waktu paruh eliminasinya adalah

Hidromorfon

menjadi hidromorfon-3-glukuronida, yang tidak memiliki efek analgesik. Sebagaimana terlihat pada metabolit morfin, morfin-3-glukuronida, peningkatan kadar

Moksifloksasin

dari dosis moksifloksasin, serta sekitar 2% dan 4,5% dari metabolit glukuronidanya dikeluarkan melalui dialisis peritoneal ambulatori berkelanjutan dan

Dapagliflozin

Metabolisme UGT1A9 (mayor), CYP (minor) Metabolit Dapagliflozin 3-O-glukuronida (nonaktif) Waktu paruh eliminasi ~12,9 jam Ekskresi Urin (75%), feses

Ezetimibe

terkonjugasi secara ekstensif dengan glukuronida fenolik (metabolit aktif). Cmax rata-rata (45โ€“71 ng/ml) ezetimibe-glukuronida dicapai dalam waktu 1โ€“2 jam. Pemberian

Benzil benzoat

dimetabolisme menjadi asam benzoat. Konjugat asam benzoat (asam hipurat dan glukuronida asam benzoat) cepat dikeluarkan melalui urin. Ketika diberikan dalam