📑 Table of Contents


GR 20 (atau fra li monti) adalah suatu jalan kecil GR yang melintasi Pulau Korsika Mediterania yang terbentang kira-kira dari utara ke selatan, yang digambarkan oleh penulis ruang terbuka Paddy Dillon sebagai "salah satu jalan kecil terbaik di dunia ".[1]

Stasiun kereta api di Vizzavona.
Sebuah sepatu bot, ditemukan tepat sebelum perlindungan terakhir sebelum tiba di Conca, ujung selatan jalan.

Panjang seluruh jalan sekitar 180 km. Sepanjang jalan ditandai dengan jelas. Kebanyakan orang membutuhkan sekitar 15 hari untuk menempuh jarak itu. Jalan itu biasanya dibagi dalam dua bagian, yaitu bagian utara, di antara Calenzana dan Vizzavona, dan bagian selatan, di antara Vizzavona dan Conca.

Vizzavona dianggap sebagai pertengahan karena di sana ada sebuah stasiun kereta api. Oleh karena itu, terdapat titik akses bagi pejalan kaki untuk memulai atau mengakhiri perjalanan kaki untuk setengah rute. Dari Vizzavona, kereta api yang dapat diambil menuju Bastia atau Ajaccio dan banyak pula kota yang lebih kecil dan desa-desa, seperti Corte. Bagian utara dianggap oleh beberapa orang sebagai bagian paling sulit, karena jalannya curam dan berbatu. Meskipun demikian, itu menjadi alasan banyak pejalan kaki memulai di utara dan menjadi tidak fit selama di rute bagian itu. Bagian selatan jalur perjalanan sering dianggap lebih mudah, meskipun ketinggiannya yang lebih rendah dapat menimbukan kenaikan suhu yang lebih tinggi pada musim panas dan memberikan kondisi perjalanan yang lebih sulit.

Di sepanjang jalur perjalanan terdapat gubuk-gubuk hutan yang disebut "perlindungan" atau gîte. Standar dan harga akomodasi dan makanan bervariasi dari satu perlindungan dengan perlindungan lainnya. Seseorang dapat tidur dalam tenda di dekat perlindungan, tapi tidak diperbolehkan untuk memasang tenda di sepanjang jalur perjalanan kaki.

GR 20 adalah suatu jalur perjalanan kaki tingkat lanjut. Dari jalur-jalur yang kurang sulit, tapi indah di pulau itu, dua jalur Mare e monti (dari laut ke gunung) dan tiga jalur Mare a mare (dari laut ke laut) adalah jalur-jalur yang terkenal.

Gagasan GR 20 muncul dari seseorang yang dulunya adalah inspektur jenderal kepemudaan dan olahraga, Marcel Schlück, dan temannya, Guy Degos, yang keduanya adalah penggemar olah raja jalan kaki.

Pada Juni 2016, François D'Haene mencatat waktu tercepat untuk perjalanan melintasi jalur ini, yaitu 31 jam.[2]

Rute

sunting
  • Bagian utara: Calenzana – Ortu di Piobbu atau Bonifatu (rute alternatif) – Carozzu – Asco Stagnu – Tighjettu – Ciottulu di I Mori (atau Castel de Vergio) – Manganu – Petra Piana – L'Onda – Vizzavona
  • Bagian selatan: Vizzavona – E Capenelle – I Prati – Usciulu – Matalza (ditambahkan pada akhir tahun 2011) – Asinao – I Paliri – Conca

Referensi

sunting
  1. ^ Paddy Dillon, GR20 – Corsica: The High Level Route. Cicerone
  2. ^ Granger, Dom (08-06-2016). "Watch this guy break a running record in Corsica: A mythical trail, a record to beat and a super-athlete – the perfect mixture for a unique adventure". Red Bull #ultrarunning. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-25. Diakses tanggal 21-10-2017. ;

Pranala luar

sunting

42°07′38″N 9°07′58″E / 42.1271°N 9.1328°E / 42.1271; 9.1328

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mesin Toyota GR

Keluarga Mesin Toyota GR adalah mesin piston V6 milik Toyota. Seri GR memiliki sudut blok silinder sebesar 60° dengan kepala silinder DOHC aluminium dan

Cucak kutilang

jingga (Gr.: aurum emas, gaster perut). Burung yang berukuran sedang, panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 20 cm. Bagian

Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Kusumawardhani

Buwono VII dari permaisuri ketiga, G.K.R. Kencono. Nama asli ibunya adalah G.R.Ay. Mursudarijah. K.G.P.A.A. Mangkunegara VII sendiri adalah pemegang tampuk

Ida Bagus Mantra

Besar Indonesia untuk India. Ia juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR–GR pada tahun 1968. Ia meninggal dunia pada 10 Juli 1995, karena sakit ginjal

Imam Syafei

naik menjadi letnan kolonel. Soekarno mengangkat Syafei sebagai anggota DPR-GR pada tanggal 15 Agustus 1960 dan kemudian menjadi Menteri Negara diperbantukan

Nono Anwar Makarim

menjabat sebagai pemimpin redaksi harian KAMI (1966-1973) dan anggota DPR-GR dari kalangan mahasiswa (1967-1971). Bersama sejumlah aktivis pada masa itu

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

DPR-GR adalah memberikan laporan kepada Presiden pada waktu-waktu tertentu, yang mana menyimpang dari pasal 5, 20, 21 UUD 1945. Selama 1960-1965, DPR-GR menghasilkan

Manonga Napitupulu

Indonesia. Ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) dari tahun 1960 hingga 1964 dan Panglima Daerah Angkatan Laut V/Kalimantan