Halaman "Plutonik" dan "Batuan plutonik" dan "Batuan beku plutonik" diarahkan ke sini.
Sebuah pluton monzonit pada zaman jurasik, di Utah, Amerika Serikat.

Dalam geologi, pluton adalah tubuh batuan beku intrusif (yang disebut batuan plutonik) yang mengkristal dari magma yang perlahan mendingin di bawah permukaan bumi. Anggota pluton termasuk batolit, stok, dike, sill, Lakolit, lopolit, dan badan-badan igneous lainnya. Dalam praktiknya, "pluton" biasanya mengacu pada massa khas batuan beku, yang berdimensi beberapa kilometer, dan tanpa harus memiliki bentuk tabular seperti pada dike dan sill. Batolit umumnya adalah agregasi dari pluton. Yang termasuk contoh pluton adalah Cuillin, Cardinal peak, Gunung Kinabalu dan Stone Mountain.

Jenis batuan yang paling umum di pluton adalah granit, granodiorit, tonalit, monzonit dan kuarsa diorit. Umumnya pluton yang berwarna terang dan berbutir kasar disebut sebagai granitoid.

Etimologi

sunting

Istilah ini berasal dari Pluto, dewa klasik dari dunia bawah. Penggunaan nama dan konsepnya didasarkan pada permulaan ilmu geologi di akhir abad ke-18 di mana terjadi perdebatan antara plutonisme (atau vulkanisme), dengan Neptunisme mengenai asal mula basal.[citation needed]

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Best, Myron G. (1982). Igneous and Metamorphic Petrology. San Francisco: W. H. Freeman & Company. pp.ย 119 ff. ISBN 0-7167-1335-7.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pulau Karimata

pasang surut laut. Pulau Karimata merupakan bagian dari sebuah sabuk granitoid yang membentang dari Myanmar melalui Kepulauan Riau dan Bangka Belitung

Sabuk Orogenik Asia Tengah

Sabuk ini memiliki perkembangan granitoid yang luas karena sekitar 60% dari area sabuk yang terbuka terbuat dari granitoid, sementara sebagian besar batuan

Sabuk timah Asia Tenggara

400ย km. Secara geologis, sabuk ini berasosiasi dengan serangkaian intrusi granitoid yang mengikuti tren yang sama dengan sabuk timah. Intrusi-intrusi tertentu

Daftar jenis bebatuan

Andesit - Batuan vulkanik intermediet Granit alkali felspar- Sebuah granitoid yang mengandung setidaknya 90% alkali felspar dari total felspar yang

Adi Maulana

dari bagian disertasinya yang berjudul โ€œPetrochemistry of Late Cenozoic Granitoid Rocks from Sulawesiโ€ berhasil mendapatkan penghargaan sebagai artikel

Geologi Jepang

Garis Tektonik Median Jepang ("Zona Dalam") mengandung banyak fragmen granitoid yang berasal dari periode Paleogen hingga Kapur yang menyusup pada material

Granit alkali felspar

apatit) juga dapat hadir. Granit jenis ini umumnya terbentuk bersama granitoid-granitoid kaya alkali, seperti monzogranit dan syenogranit, yang tergabung

Metamorfisme

tersebut terjadi maka magma akan naik ke kerak dangkal dan mengendap sebagai granitoid. Orogenik biasanya berkembang selama ratusan juta tahun melalui beberapa