Gregorius Palamas

Gregorius Palamas dikenal sebagai seorang tokoh pengusung Teologi Hesikhasme.[1] "Hesikhasme" berasal dari kata bahasa Yunani hesykia yang berarti keheningan, kesepian, istirahat.[1] Ini adalah sebuah tradisi spiritual yang sudah ada sejak zaman gereja purba.[1] Tujuannya adalah untuk mencapai keheningan batin sehingga dapat tiba para perenungan akan Allah.[1]

Gregorius Palamas lahir pada akhir abad ke-13.[1] Ia belajar untuk menjadi seorang rahib di sebuah pusat kebiaraan milik Gereja Ortodoks di Gunung Athos.[1] Kehidupan doanya berkembang di tempat ini karena ia belajar di bawah bimbingan para penganut Hesikhasme.[1] Palamas terlibat perdebatannya dengan Barlaam, seorang rahib Ortodoks dari Italia Selatan yang tidak menyukai Hesikhasme.[1] Untuk melawan Barlaam, ia membuat karya tulis yang berjudul Triads in Defence of The Holy Hesychasts atau "Tiga Alasan Demi Membela Penganut Hesikhasme Yang Kudus".

Tujuan dari mistik yang di dalami oleh Palamas adalah untuk mencapai teosis, yaitu sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan Yang Ilahi.[2] Palamas sependapat dengan tradisi lama dalam Teologi Ortodoks Timur bahwa dalam teosis tidak berarti manusia kemudian menjadi sama dengan hakikat Ilahi.[2] Bagi Palamas, jiwa manusia tidak dapat mendalami Allah tetapi Allah dapat dikenal melalui pengalaman.[1] Ia menegaskan bahwa ketika semua orang Kristen mengambil bagian dalam sakramen dan doa, itu merupakan bagian pengenalan sejati akan Allah.[1]

Palamas mulanya tidak disenangi banyak orang.[1] Ia pernah diekskomunikasi oleh gereja pada tahun 1344.[1] Akan tetapi pada 1347 ia diangkat menjadi uskup di Tesalonika oleh kaisar yang baru berkuasa.[1] Tahun 1351, Palamas dibebaskan dari segala tuduhan dalam Konsili Oikumenis di Konstantinopel.[1] Palamas meninggal dunia tahun 1359 dan ia dinyatakan sebagai Orang Kudus pada tahun 1368.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o {id} Tony Lane. 2005. Runtut Pijar:Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 68,69.
  2. ^ a b {en} Dale T. Irvin, Scott W. Sunquist . 2001. History of The World Christian Movement, volume I: Earliest Christianity to 1453. New York: Orbis Books. Hlm. 498.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Barlaam dari Seminara

abad ke-14, serta seorang humanis, ahli filologi, dan teolog. Ketika Gregorius Palamas membela Hesikasme (ajaran mistis Gereja Ortodoks Timur tentang doa)

Nikephoros Grigoras

ortodoks Palamas. Dia dan para pembangkang lainnya diberi kesempatan untuk menarik kembali, dan dia menolak. Meskipun doktrin Gregorius Palamas diterima

Agustinus dari Hippo

telah memberikan pengaruh pada sejumlah Bapa Gereja Timur, khususnya Gregorius Palamas. Dalam Gereja Ortodoks, pesta peringatannya dirayakan pada tanggal

Grigorios Akindynos

Cahaya yang Tidak Diciptakan antara Gregorius Palamas dan Barlaam dari Seminara pada tahun 1340-an. Sebagai murid Palamas, dia memediasi antara keduanya dari

Gregorius (disambiguasi)

dari Nazianzus Gregorius dari Nyssa Gregorius dari Sinai Gregorius Sidharta Gregorius Palamas Gregory Goyle Gregory Peck James Gregory Gregory House Grรฉgory

Konsili Konstantinopel V

Konsili Hesikasme atau Konsili Palamisme oleh karena doktrin teologi Gregorius Palamas, yang oleh Barlaam dari Seminara ditentang pada rangkaian pertama

Filioque

Putera dan Roh Kudus ini dalam teologi dari Gregorius Palamas, karena dia mendapati dalam teologi Palamas terdapat gagasan bahwa Roh Kudus keluar dari

Sinar Tabor

alam tak tercipta dari Sinar Tabor dirumuskan pada abad ke-14 oleh Gregorius Palamas, seorang biarawan Athonit, yang membela praktik-praktik mistis Hesikasme