Grumman HU-16 Albatross milik Penerbangan TNI Angkatan Laut pada tahun 1960-an

Grumman HU-16 Albatross adalah kapal terbang amfibi besar mesin twin-radial sayap tinggi (high wing) yang digunakan oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS dan US Coast Guard, terutama sebagai pencarian dan penyelamatan dan pencarian tempur dan penyelamatan pesawat.

Awalnya ditunjuk sebagai SA 16-untuk USAF dan JR2F-1 dan UF-1 untuk USN dan USCG, kapal terbang itu redesignated sebagai HU-16 pada tahun 1962.

Desain dan Pengembangan

sunting

Perbaikan desain Grumman Mallard, Albatross dikembangkan untuk mendarat di situasi samudra terbuka untuk mencapai penyelamatan. Penampang lambungnya dalam-V dan panjang lunas memungkinkannya mendarat di laut terbuka. Albatross dirancang untuk laut dengan ketinggian 4 kaki yang optimal, dan bisa mendarat dalam kondisi yang lebih parah, tetapi dibutuhkan JATO (jet-assisted take off, atau hanya roket penguat) untuk lepas landas dalam jarak 8-10 kaki (2.4-3.0 m) laut atau lebih.

Grumman HU-16 Albatross TNI AURI/TNI AU

sunting

Salah satu pesawat angkut amfibi (Seaplane/flying boat) yang pernah dioperasikan Angkatan Udara Republik Indonesia (sekarang TNI AU) adalah HU-16 Albatros (versi Indonesia HU-16A). Pesawat yang diproduksi oleh Grumman Aircraft Engineering Corporation (sekarang Northtrop Grumman), Amerika Serikat ini diproduksi dari tahun 1946-1961 dengan jumlah 466 unit. AURI memiliki sedikitnya 6 unit Albatross yang tergabung dalam Skardon Udara 5 Pengintai Laut yang didirikan pada 23 Mei 1953.

Referensi

sunting
  • "Flight test report". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-08. Diakses tanggal 2013-09-20.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Grumman

kepada Super atau Turbo Goose G-44 Widgeon HU-16 Albatross (Pengawal Pantai UF-1/UF-2, Tentera Laut U-16, Awam G-111) G-73 Mallard Lain-lain C-1 Trader

Airfast Service

Bell 212 2 Bell 407 Douglas C-47 Skytrain Grumman G-21 Goose Piper PA-23 Sikorsky S-58 Grumman HU-16 Albatross Embraer ERJ-135 Hawker Siddeley HS748 Fokker

Angkatan Udara Kerajaan Malaysia

40 unit di antaranya mengalami perubahan airframe yang dikerjakan oleh Grumman Aircraft Engineering di Bethpage, New York, AS, hingga nama variannya berubah

Bono

"Jamaica Mistaica" terjadi. Penguasa Jamaika percaya bahwa pesawat Grumman HU-16 "Albatross" itu digunakan sebagai "pesawat ganja" untuk menyelundupkan narkoba

Bandar Udara Kemayoran

turboprop berdatangan ke Kemayoran. Di antaranya Saab 91 Safir, Grumman HU-16 Albatross, Ilyushin Il-14, dan Cessna. Begitu pula dengan pesawat-pesawat

ShinMaywa

pengembangan ide perusahaan ini, Amerika pun menyediakan sebuah Grumman HU-16 Albatross, yang dibongkar, direkayasa balik, dan dirakit kembali menjadi

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Pesawat Serbu LIPNUR Sikumbang 01 buatan Indonesia Pesawat Amfibi Grumman HU-16D Albatross IR-0117 buatan AS Pesawat Intai/Serang Darat North American Rockwell

Pusat Penerbangan Angkatan Laut

505 Socata TB-10 Skadron Udara 300/Angkut Taktis Pesawat Amfibi Grumman Albatross HU-16/UF-2 Skadron Udara 400/Pendaratan Vertikal Helikopter Mil Mi-4