📑 Table of Contents
"Lapangan Gudit": daerah penuh reruntuhan bangunan yang dihancurkan oleh pasukan Ratu Gudit.
Gereja Abreha dan Atsbeha

Gudit (Ge'ez: Yodit, Judith) adalah ratu Beta Israel semi legendaris non-Kristen yang menghancurkan Aksum dan wilayah pedesaannya.

Informasi yang ada mengenai Gudit cenderung kontradiktif dan tidak lengkap. Paul B. Henze menulis, "Ia konon telah membunuh kaisar, naik tahta, dan berkuasa selama 40 tahun. Kisah-kisah mengenai kekejamannya masih diceritakan oleh para petani di pedesaan Ethiopia utara."[1] Henze meneruskan dalam catatan kaki:

Dalam kunjungan pertama saya ke gereja batu Abreha dan Atsbeha di Tigray timur pada tahun 1970, saya menyadari bahwa atapnya yang diukir secara rumit tampak dihitamkan oleh jelaga. Sang pendeta menjelaskan bahwa itu adalah hasil karya Gudit, yang memenuhi gereja dengan jerami dan membakarnya sembilan abad yang lalu.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Paul B. Henze, Layers of Time, A History of Ethiopia (New York: Palgrave, 2000) p. 48
  2. ^ Henze, Layers of Time, hlm. 48 catatan 14.

Bacaan lanjut

sunting

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kekaisaran Aksum

sekitar tahun 960 seorang Ratu Yahudi yang bernama Yodit (Judith) atau "Gudit" mengalahkan kekaisaran tersebut dan membakar gereja-gereja beserta literaturnya

Menelik I dari Etiopia

diperbolehkan meninggalkan halaman gereja. Selama penganiayaan terhadap Gudit pada abad ke-10 dan perang Etiopia-Adal pada abad ke-16, Tabut tersebut