Pengepungan Gurganj adalah sebuah serangan besar terakhir terhadap Kekaisaran Khwarazmian yang dilakukan oleh Genghis Khan dan Kekaisaran Mongol. Peristiwa tersebut mula-mula terjadi usai Shah Muhammad II, pemimpin Khwarazamian, membunuh sekelompok utusan Mongol. Menjadi murka, Genghis Khan melancarkan invasi tersebut dan menghancurkan ke tempat yang kini masuk wilayah Iran, Afganistan dan Turkmenistan. Kota-kota utama Samarkand dan Bukhara berjatuhan dalam waktu singkat. Gurganj menjadi ibu kota yang tersisa. Gurganj bertahan untuk waktu yang singkat tetapi dengan cepat direbut setelah tembok kota diterobos menggunakan mesin pengepungan yang dibawa dari Tiongkok. Kala pasukan Mongol masuk ke kota tersebut, 1,2 juta penduduk sipil dibantai.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ "10 Perang Paling Mematikan dalam Sejarah Manusia". SINDOnews.com.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kunya-Urgench

Kunya-Urgench (Turkmen: 'Köneürgenç', Көнеүргенч, كؤنِۆرگِنچ ; Rusia: Куня Ургенч, Kuńa Urgenč - dari Bahasa Persia Kohna Gorgânj کهنه گرگانج), juga dikenal

Ibnu Sina

Ghaznawiyah yang kini menguasai Bukhara memaksa Ibnu Sina pindah dari Bukhara ke Gurganji. Sultan Mahmud mengingingkan Ghazni sebagai pusat kebudayaan dan mengundang

Chagatai Khan

Chagatai kemudian dikecam setelah berselisih dengan Jochi selama Pengepungan Gurganj. Setelah kampanye tersebut, Chagatai mendapat wilayah yang luas di Asia

Jochi

dengan menduduki kota-kota dan suku-suku di utara. Selama Pengepungan Gurganj pada tahun 1221, muncul ketegangan di antara Jochi, saudara-saudaranya

Tolui

upayanya untuk kabur dari pengepungan Mongol yang sedang berlangsung di Gurganj, ibu kota dari kekaisaran. Ia tinggal di Nishapur hanya selama dua hari

Ögedei Khan

kakak-kakaknya, Jochi dan Chagatai bertengkar mengenai strategi saat mengepung Gurganj, Genghis menunjuk Ögedei sebagai komandan tunggal; keberhasilannya merebut

Jenghis Khan

Sementara itu, tiga putra tertua Jenghis Khan mengepung ibu kota Khwarezmia, Gurganj. Pengepungan ini berlangsung hingga musim semi 1221 dan berakhir dengan

Jalaluddin Mingburnu

juga dikenal sebagai Jalāluddīn Khawarezmansyah. Jalāluddīn dibesarkan di Gurganj, ibukota Kharezmia. Dia merupakan putra tertua dari Alāuddin Muhammad II