Habis Gelap Terbitlah Terang
Sampul edisi pertama
PengarangKartini
Judulย asliDoor duisternis tot licht: Gedachten over en voor het Javaansche volk
Penerjemah
NegaraHindia Belanda
BahasaBelanda
GenreBiografi
PenerbitG.C.T. van Dorp (asli)
Commissie voor de Volkslectuur/Balai Poestaka (terjemahan)
Tanggalย terbit
1911

Habis Gelap Terbitlah Terang (bahasa Belanda: Door duisternis tot licht: Gedachten over en voor het Javaansche volk, 'Dari Gelap Menuju Terang: Pemikiran Tentang dan untuk Rakyat Jawa') adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon, sedangkan penerjemahannya (dari versi bahasa Belanda ke bahasa Melayu) pertama kali dilakukan pada 1922 oleh Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad (mereka menyebut diri Empat Saudara).[1]

Proses pengumpulan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa dilakukan setelah Kartini wafat oleh J.H. Abendanon.[2][3] Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Terang". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Fakta unik lainnya, surat-surat R.A. Kartini mengungkapkan pergolakan emosi, kecerdasan, dan kritik tajam Kartini terhadap budaya patriarki serta pendidikan di awal abad ke-20. Jumlah suratnya dipangkas. Pada versi Armijn Pane, jumlah surat dikurangi 87 surat saja, dari total ratusan aslinya. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan isi dan membuat alur cerita lebih kronologis seperti novel (epistolary).

Terjemahan Indonesia

sunting

Versi 1922

sunting

Pada 1922, oleh Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Empat Saudara merujuk pada Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad.

Secara literal, judul bahasa Belandanya tidak serta merta dapat diterjemahkan menjadi โ€œHabis Gelap Terbitlah Terangโ€. Kata-kata itu bisa diterjemahkan menjadi โ€œMelalui Kegelapan Menuju Cahayaโ€ atau โ€œDari Gelap Menuju Terangโ€. Frasa โ€œHabis Gelap Terbitlah Terangโ€ merupakakan olahan literer yang dilakukan oleh Empat Saudara, yang menurut filolog Suryadi, "merefleksikan kehalusan rasa kesastraan dan penguasaan bahasa Melayu yang tinggi".[4]

Versi 1938

sunting

Pada 1938, buku Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan kembali dalam bahasa Indonesia. Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda.[butuh rujukan]

Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Ia membagi kumpulan surat-surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Pembagian tersebut ia lakukan untuk menunjukkan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran Kartini selama berkorespondensi.[butuh rujukan]

Pada buku versi baru tersebut, Armijn Pane juga menciutkan jumlah surat Kartini. Hanya terdapat 87 surat Kartini dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Penyebab tidak dimuatnya keseluruhan surat yang ada dalam buku acuan Door Duisternis Tot Licht adalah terdapat kemiripan pada beberapa surat. Alasan lain adalah untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti roman. Menurut Armijn Pane, surat-surat Kartini dapat dibaca sebagai sebuah roman kehidupan perempuan. Ini pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa surat-surat tersebut ia bagi ke dalam lima bab pembahasan.[butuh rujukan]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Fillah, Efa (2008). Kartini menemukan Tuhan: analisis wacana surat-surat R.A. Kartini tahun 1899-1904. Media Wacana Press. ISBNย 978-979-18512-0-6. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-26. Diakses tanggal 2023-06-26.
  2. ^ Andi Achdian (20 April 2018). "Membaca Kartini, Membaca Ulang 'Habis Gelap Terbitlah Terang'". Tirto.id. Tirto. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 28 November 2019.
  3. ^ Syaefudin, Arif (20 April 2018). "Melihat Buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Tulisan Tangan RA Kartini". detikcom. Detik. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-06. Diakses tanggal 28 November 2019. ;
  4. ^ "Asal-usul". Sumbarsatu (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-26. Diakses tanggal 2023-06-26.

Pranala luar

sunting

Door Duisternis Tot Licht

Letters of a Javanese princess


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tebang habis

Tebang habis (bahasa Inggris: clearcutting) merupakan sebuah istilah yang merujuk suatu tebangan yang digunakan untuk membersihkan suatu lahan secara

Kartini

di sebuah majalah Belanda dan akhirnya, pada tahun 1911, menjadi karya: Habis Gelap Terbitlah Terang, Kehidupan Perempuan di Desa, dan Surat-Surat Putri

Habis Gelap Menuju Terang

Suka-Suka Super 7 & Idola Cilik dalam Habis Gelap Menuju Terang merupakan film Indonesia tahun 2014 yang disutradarai oleh Geri HJ dan produser oleh Imelda

29 Februari

pada setiap 4 tahun sekali. Tanggal ini hanya ada pada tahun yang angkanya habis dibagi 4 seperti 1904, 1908, 1912, 1916, 1920, 1924, 1928, 1932, 1936, 1940

Ghea Indrawari

September 2023, Ghea merilis singel keduabelasnya dengan judul "Masa Mudaku Habis", yang menggambarkan kerinduan Ghea terhadap masa SMA. Singel tersebut bercerita

Davina Karamoy

Panggilan Cintanya Diangkat Dong (2022) Kejar Hatimu Sampai ke Penghulu (2022) Habis Dia, Terbitlah Kamu (2022) Soto Rasa Sayang yang Terabaikan (2022) Bongkar

Habis Gelap Terbitlah Terang (film)

Habis Gelap Terbitlah Terang adalah film Indonesia pada tahun 1959 dengan disutradarai oleh Ho Ah Loke. Film ini dibintangi antara lain oleh Maria Menado

Meteorit

berasal dari meteoroid, komet, dan asteroid di luar angkasa, yang tidak habis terbakar dan berhasil mencapai permukaan Bumi. Objek-objek tersebut yang