📑 Table of Contents

Haji Piobang
LahirKerajaan Pagaruyung Luhak Limopuluah, Minangkabau
KebangsaanKerajaan Pagaruyung Minangkabau
AlmamaterUniversitas Al-Azhar, Kairo, Mesir
PekerjaanUlama
Dikenal atasUlama Padri

Haji Piobang adalah seorang ulama dan tokoh penting dalam pergerakan Padri di Minangkabau. Haji Piobang yang lahir di Luhak Limopuluah, Ranah Minang bersama dua orang temannya yaitu Haji Sumanik dan Haji Miskin, merantau menuntut ilmu ke Timur Tengah pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Ketika ia berada di Hijaz, Semenanjung Arab, ia begitu terkesima dengan ulama-ulama Wahabi yang menjalani syariat Islam secara ketat.[1]

Kehidupan

sunting

Haji Piobang lahir di Piobang, Paykumbuh, Lima Puluh Kota pada tahun 1772. Ia memiliki nama kecil Muhammad Amir bin Abdurrahman. Ia merantau ke Pariaman saat dewasa untuk memperdalam ilmu agamanya. Hingga akhirnya ia menunaikan ibadah haji ke Makkah dan di sana ia berguru pada Muhammad bin Abdul Wahhab.[2]:โ€Š28โ€Š

Pada tahun 1803, Haji Piobang bersama dua orang kawannya pulang ke kampung halamannya di Minangkabau.[3] Kepulangan mereka disambut Tuanku Nan Renceh, seorang pimpinan ulama Minangkabau. Bersama dengan pimpinan ulama lainnya, mereka berusaha memurnikan ajaran Islam di Minangkabau dari kebiasaan yang berlaku seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat, minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan, serta longgarnya pelaksanaan kewajiban ritual formal agama Islam. Gerakan mereka yang disebut gerakan Padri berkembang pesat dengan kekuatan militer yang kuat yang pada akhirnya menimbulkan pertentangan dengan kaum adat.

Referensi

sunting
  1. ^ Hamka, Tuanku Rao: Antara Khayal dan Fakta, Bulan Bintang, 1974
  2. ^ Malia, Indiana (2025). Ve (ed.). Sejarah Ringkas Perang Padri. Yogyakarta: DIVA Press. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Jajat Burhanudin, Ulama dan Kekuasaan: Pergumulan Elite Politik Muslim Dalam Sejarah Indonesia, Mizan Publika, 2012

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tiga Orang Haji

anti-kesyirikan ke Minangkabau. Ketiga orang ulama itu adalah Haji Miskin, Haji Piobang, dan Haji Sumanik. Ketiga orang ulama ini sudah lama berada di Timur

Haji Miskin

Padri. Ia bersama dua orang tokoh Padri lainnya, yaitu Haji Piobang dari Luhak Limopuluah dan Haji Sumanik dari Luhak Tanah Datar merintis gerakan pemurnian

Haji Sumanik

Haji Sumanik adalah ulama Minangkabau yang melakukan pembaruan Islam di Ranah Minang pada awal abad ke-19. Bersama dua rekannya, Haji Piobang dan Haji

Orang Minangkabau

Minangkabau hanya satu yang telah memeluk Islam. Kedatangan Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang dari Mekkah sekitar tahun 1803, memainkan peranan penting

Daftar tokoh Sumatera Barat

El-Abbasiyah Gusrizal Gazahar, Ketua Umum MUI Sumbar Haji Miskin, ulama Padri Haji Piobang, ulama Padri Haji Sumanik, ulama Padri Hamka, ketua umum MUI, sastrawan

Merantau

Turki yang terkenal hebat pada zamannya. Pada awal abad 19, Kolonel Haji Piobang, seorang perwira kavaleri dipercaya menjadi panglima dari salah satu

Benteng Tujuh Lapis

Perang Paderi bersama dengan Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Rao, Haji Miskin, Haji Piobang, serta Haji Sumanik. Selain itu, bersamaan pula dibangun beberapa benteng

Wahhabisme

kepulangan tiga orang haji; Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang, yang baru pulang ibadah haji pada 1803. Perjalanan haji mereka bersamaan dengan