Esensi adalah apanya kenyataan, yaitu hakikatnya.[1] Pengertian mengenai esensi mengalami perubahan sesuai dengan konsep penggunaannya, sehingga esensi ialah pada konsepnya sendiri.[1] Menurut Thomas Aquinas, esensi adalah apanya sesuatu yang terlepas dari persoalan apakah sesuatu itu ada atau tidak.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ a b (Indonesia) Hadi, Protasius (1994). Epistemologi Filsafat Pengetahuan. Yogyakarta: Kanisius. hlm.ย 121.
  2. ^ (Indonesia) Mage, Bryan (2001). The Story of Philosophy. Yogyakarta: Kanisius. hlm.ย 60.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hakikat manusia

Hakikat manusia mencakup watak dasar dan ciri-ciri mendasarโ€”termasuk cara berpikir, merasakan, dan bertindakโ€”yang diyakini melekat secara alami pada diri

Tritunggal

yang ia kemukakan, dan juga mengutuk istilah homoousios (แฝฮผฮฟฮฟฯฯƒฮนฮฟฯ‚, "dari hakikat yang sama") karena ia menggunakannya. Sabellianisme mengajarkan bahwa Bapa

Metafisika

spektrum topik yang luas, bersifat umum dan amat abstrak. Ia menyelidiki hakikat keberadaan, sifat-sifat yang dimiliki segala entitas, dan bagaimana entitas

Idealisme

aliran filsafat yang memandang yang mental dan ideasional sebagai kunci ke hakikat realitas. Dari abad 17 sampai permulaan abad 20 istilah ini banyak dipakai

Keberadaan

ketidakberwujudan. Keberadaan sering dibedakan dari esensi: esensi atau hakikat suatu entitas adalah ciri atau kualitas esensialnya, yang dapat dipahami

Ontologi

diartikan juga ontologi merupakan ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata ini dan bagaimana keadaaan yang sebenarnya. Hakikat kenyataan atau realitas memang

Hakikat Ilmu, Fikih dan Keutamaannya

ILMU, HAKIKAT FIKIH DAN KEUTAMAANNYA ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุ› ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ู…ุณู„ Rasulullah shalallahu bersabda,ย : "menuntut

Asmaulhusna

1.000 bahkan 4.000 nama, tetapi menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat zat Allah yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman