Monster Loch Ness
The "surgeon's photograph" of 1934, now known to have been a hoax[1]
Informasi makhluk
Nama lainNessie, Niseag
SubkelompokMonster danau
Asal
NegaraSkotlandia
WilayahLoch Ness, Dataran Tinggi Skotlandia

Monster Loch Ness, (bahasa Gaelik Skotlandia: Uilebheist Loch Nis),[3] atau Nessie (bahasa Gaelik Skotlandia: Niseag),[4][5] adalah makhluk mitologis dalam cerita rakyat Skotlandia yang dikatakan menghuni danau Loch Ness di Dataran Tinggi Skotlandia. Nessie sering digambarkan bertubuh raksasa, berleher panjang, dengan satu atau lebih punuk yang menonjol dari air. Ketertarikan dan kepercayaan populer pada makhluk itu telah bervariasi sejak dibawa ke perhatian dunia pada tahun 1933. Bukti keberadaannya bersifat anekdot, dengan sejumlah foto dan sonar yang diperdebatkan. Sebagian besar ilmuwan dan para ahli lainnya menemukan bukti-bukti yang mendukung Nessie sebagai tidak cukup memadai dan menganggap laporan-laporan penampakannya sebagai hoax atau salah identifikasi.[6] Ilmu semu dan subkultur kriptozoologi telah memberikan penekanan khusus pada makhluk itu.

Asal-usul nama

sunting

Pada Agustus 1933, Courier menerbitkan laporan tentang dugaan penampakan Nessie oleh George Spicer. Minat publik semakin meroket, dengan surat yang tak terhitung jumlahnya dikirim dalam rincian penampakan yang berbeda[7] menggambarkan "ikan monster," "ular laut," atau "naga",[8] yang akhirnya dinamakan "Monster Loch Ness".[9] Sejak tahun 1940-an, makhluk itu telah dipanggil dengan sebutan Nessie (bahasa Gaelik Skotlandia: Niseag).[4][5]

Penampakan

sunting

Pada tanggal 31 Mei 2007, Gordon Holmes mengaku berhasil merekam video monster Loch Ness yang selama ini menjadi teka-teki karena belum ada yang berhasil membuktikan keberadaannya.[10] Namun, yang paling menggemparkan adalah foto yang dibuat oleh Dr. Robert Kenneth Wilson pada 19 April 1934 yang diterbitkan di Daily Mail. Foto ini menampakkan sosok Nessie secara jelas. Di situ Nessie terlihat sedang menyembul dari permukaan air dengan menampakkan kepala dan lehernya yang panjang. Dari foto itu,kemudian berkembang berbagai dugaan tentang apa sebenarnya Nessie ini. Namun, ada juga yang meragukan apakah Nessie benar-benar ada.

Kontroversi

sunting

Orang-orang yang meragukan adanya Nessie, antara lain, Alastair Boyd dan temannya David Martin. Mereka berdua menganggap foto Wilson palsu. Martin berhasil menemukan bukti bahwa foto Wilson sesungguhnya hanya lelucon saja. Setelah diselidiki, foto itu ternyata dibuat oleh Duke Wetherell dan putranya Ian. Nessie yang mereka foto pun palsu. Monster itu dibuat oleh putra tiri Duke yang bernama Spurling.

Foto Nessie palsu itu diserahkan Duke pada temannya, Chambers. Duke meminta Chambers membujuk Dr. Wilson agar menjualnya ke koran Daily Mail atas nama Dr. Wilson. Duke Wetherell sengaja memasukkan foto Nessie itu untuk membalas dendam pada perusahaan koran Daily Mail. Koran Daily Mail telah menulis berita yang membuat Duke Wetherell malu.

Pada tahun 1994, Martin berhasil menemui Spurling. Martin mengorek keterangan dan mendengar pengakuan Spurling tentang foto itu. Saat ditemui Martin, Spurling sudah berumur 93 tahun dan dia merasa bersalah telah membohongi banyak orang.

Bibliografi

sunting
  • Bauer, Henry H. The Enigma of Loch Ness: Making Sense of a Mystery, Chicago, University of Illinois Press, 1986
  • Binns, Ronald, The Loch Ness Mystery Solved, Great Britain, Open Books, 1983, ISBN 0-7291-0139-8 dan Star Books, 1984, ISBN 0-352-31487-7
  • Binns, Ronald, The Loch Ness Mystery Reloaded, London, Zoilus Press, 2017, ISBN 9781999735906
  • Burton, Maurice, The Elusive Monster: An Analysis of the Evidence from Loch Ness, London, Rupert Hart-Davis, 1961
  • Campbell, Steuart. The Loch Ness Monster โ€“ The Evidence, Buffalo, New York, Prometheus Books, 1985.
  • Dinsdale, Tim, Loch Ness Monster, London, Routledge & Kegan Paul, 1961, SBN 7100 1279 9
  • Harrison, Paul The encyclopaedia of the Loch Ness Monster, London, Robert Hale, 1999
  • Gould, R. T., The Loch Ness Monster and Others, London, Geoffrey Bles, 1934 and paperback, Lyle Stuart, 1976, ISBN 0-8065-0555-9
  • Holiday, F. W., The Great Orm of Loch Ness, London, Faber & Faber, 1968, SBN 571 08473 7
  • Perera, Victor, The Loch Ness Monster Watchers, Santa Barbara, Capra Press, 1974.
  • Whyte, Constance, More Than a Legend: The Story of the Loch Ness Monster, London, Hamish Hamilton, 1957

Dokumenter

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Krystek, Lee. "The Surgeon's Hoax". unmuseum.org. UNMuseum. Diakses tanggal 21 April 2015.
  2. ^ Life of St. Columba (bagian 28).
  3. ^ Mac Farlane, Malcolm (1912). Am Faclair Beag. 43 Murray Place, Stirling: Eneas MacKay, Bookseller. Diakses tanggal 17 Januari 2020. Pemeliharaan CS1: Lokasi (link)
  4. ^ a b "Up Again". Edinburgh Scotsman. 14 Mei 1945. hlm.ย 1. So "Nessie" is at her tricks again. After a long, she has by all accounts bobbed up in home waters...
  5. ^ a b Campbell, Elizabeth Montgomery & David Solomon, The Search for Morag (Tom Stacey, 1972) ISBN 0-85468-093-4, halaman 28 menuliskan kata an-t-Seileag, an-Niseag, a-Mhorag untuk monster Lochs Shiel, Ness dan Morag, menambahkan bahwa mereka sedikit feninin
  6. ^ Carroll, Robert Todd (2011) [2003], The Skeptic's Dictionary: A Collection of Strange Beliefs, Amusing Deceptions, and Dangerous Delusions, John Wiley & Sons, Inc., hlm.ย 200โ€“201, ISBNย 978-0-471-27242-7
  7. ^ R. Binns The Loch Ness Mystery Solved hlmย 19โ€“27
  8. ^ Daily Mirror, 11 Agustus 1933. "Loch Ness, which is becoming famous as the supposed abode of a dragon..."
  9. ^ The Oxford English Dictionary gives 9 June 1933 as the first usage of the exact phrase Loch Ness monster
  10. ^ "Man says he captured Loch Ness on film", AP, diakses Juni 2007

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Paddington (film)

komedi 2014, yang disutradarai oleh Paul King dan ditulis oleh King dan Hamish McColl dan diproduksi oleh David Heyman. Film tersebut berdasarkan pada

Reith Lectures

Carney, How We Get What We Value - From Moral to Market Sentiments 2021 Stuart J. Russell, Living with Artificial Intelligence 2022 The Four Freedoms:

Daftar pembawa acara berita

Barry, 3 News Greg Boyed, ONE News and TVNZ News At 8 John Campbell, 3 News Hamish Clark, 3 News Suzy Clarkson, Prime News Simon Dallow, ONE News Carly Flynn

Elizabeth I dari Inggris

Robin: A Biography of Robert Dudley Earl of Leicester 1533โ€“1588, London: Hamish Hamilton, ISBNย 978-0-241-10149-0. Woodward, Jennifer (1997), The Theatre

Humanitarianisme

Ethics, Fontana, 1963. Bowen, Catherine Drinker, The Lion under the Throne, Hamish Hamilton, 1957. Brogan, Hugh, The Penguin History of the United States of

Alice Through the Looking Glass (film 2016)

Sekembalinya ke London dari China, dia mengetahui bahwa mantan tunangannya, Hamish Ascot, telah mengambil alih perusahaan ayahnya yang telah meninggal dan

William Keppel

1734โ€“1995. Pen & Sword. ISBNย 0-85052-835-6. Mitford, Nancy; Madame de Pompadour Hamish Hamilton, 1954 Riding, Jacqueline (2016). Jacobites: A New History of the

Herbert Henry Asquith

OCLCย 243906913.; online free to borrow Koss, Stephen (1985). Asquith. London: Hamish Hamilton. ISBNย 978-0-231-06155-1. Lee, Arthur (1974). Clark, Alan (ed.)