Anjing laut Callorhinus ursinus jantan yang besar dengan haremnya yang terdiri dari betina-betina yang lebih kecil.

Harem adalah kelompok hewan yang terdiri dari satu atau dua jantan, sejumlah betina, dan keturunan mereka. Jantan yang dominan mengusir jantan lain dan menjaga persatuan kelompok. Jika terdapat jantan kedua, jantan ini tunduk kepada jantan yang dominan. Keturunan yang dihasilkan meninggalkan kelompok harem dan berkelana sebagai individu yang menyendiri atau bergabung dengan kawanan lajang. Betina di dalam kelompok harem mungkin memiliki hubungan kekerabatan dengan satu sama lain. Jantan yang dominan tetap menjadi kepala kelompok harem hingga ia digantikan oleh jantan lain. Dalam beberapa spesies, jantan yang baru menyingkirkan jantan lain sebagai jantan dominan dapat melakukan infantisida.

Bagi jantan, keuntungan sistem harem adalah akses eksklusif terhadap sekelompok betina yang siap kawin. Betina diuntungkan karena menjadi bagian dari kelompok sosial yang stabil dan dapat menerima perawatan sosial serta perlindungan dari predator. Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan untuk jantan karena mereka harus menghabiskan banyak energi untuk menguasai atau mempertahankan kelompok harem, sementara betina dapat dirugikan jika keturunan mereka dibunuh akibat persaingan antar jantan.

Contoh hewan yang memiliki sistem harem meliputi rusa merah,[1] anjing laut gajah,[2] kelelawar buah Jamaika,[3] dan babun gelada.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ Bonenfant, Christophe; Gaillard, Jean-Michel; Klein, François; and Maillard, Daniel. "Variation in Harem Size of Red Deer (Cervus Elaphus L.): The Effects of Adult Sex Ratio and Age-structure." Journal of Zoology 264.1 (2004): 77-85
  2. ^ McCann, T. S. "Aggression and Sexual Activity of Male Southern Elephant Seals, Mirounga Leonina." Journal of Zoology 195 (1981): 295-310. Web.
  3. ^ Ortega, Jorge; Maldonado, Jesus E.; Wilkinson, Gerald S.; Arita, Hector T.; and Fleischer, Robert C. "Male Dominance, Paternity, and Relatedness in the Jamaican Fruit-eating Bat (Artibeus Jamaicensis) Diarsipkan 2018-08-23 di Wayback Machine.." Molecular Ecology 12.9 (2003): 2409-415
  4. ^ Maestripieri, Dario; Mayhew, Jessica; Carlson, Cindy L.; Hoffman, Christy L.; and Radtke, Jennifer M. "One-Male Harems and Female Social Dynamics in Guinea Baboons Diarsipkan 2018-08-23 di Wayback Machine.." Folia Primatologica 78.1 (2007): 56-68

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Zebra

perilaku sosial yang berbeda-beda. Zebra dataran dan zebra gunung hidup dalam harem yang stabil dan terdiri dari seekor jantan, beberapa ekor betina, dan anak-anak

Hierarki dominasi

Dalam bidang zoologi yaitu etologi, hierarki dominasi (sebelumnya juga umum disebut tata paruh) adalah jenis hierarki sosial yang muncul ketika anggota

Mamalia

Mamalia dapat mengatur diri mereka sendiri ke dalam kelompok fisi-fusi, harem, dan hierarki, tetapi mereka juga bisa soliter dan teritorial. Kebanyakan

Anjing laut

1811 ia memberikan nama Pinnipedia untuk tingkat famili maupun ordo. Ahli zoologi Amerika Joel Asaph Allen meninjau pinnipedia dunia dalam sebuah monograf

Impala

Aepycerotini, hewan ini pertama kali dideskripsikan kepada orang Eropa oleh ahli zoologi Jerman Hinrich Lichtenstein pada tahun 1812. Dua subspesies diakui, impala

Teleostei

dalam berbagai konteks. Pada wrasse pembersih, di mana jantan memiliki harem hingga sepuluh betina, jika jantan diambil, betina terbesar dan paling dominan