Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin
Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia
Peta
Peta
Peta
Koordinat:
Geografi
LokasiJl. Pasteur No. 38, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Organisasi
Asuransi kesehatanBPJS Kesehatan
PendanaanRumah sakit publik
JenisRumah sakit umum
Rumah sakit pendidikan
AfiliasiDirektorat Jenderal Pelayanan Kesehatan
Universitas Padjadjaran
Pelayanan
Standar pelayanan
          • (tingkat paripurna)
Ranjang pasien928 tempat tidur
Sejarah
DibukaOktober 15, 1923; 102 tahun lalu (1923-10-15)


Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin adalah sebuah rumah sakit vertikal Milik Kementerian Kesehatan RI yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Rumah sakit ini merupakan salah satu badan layanan umum (BLU) kesehatan dan sebelumnya berbentuk perusahaan jawatan (Perjan).[1] Sebelumnya rumah sakit ini bernama Rumah Sakit Rancabadak. Nama tersebut masih sering digunakan oleh masyarakat Bandung dan sempat tampak dalam logo lamanya yang berupa gambar badak yang sedang berendam di ranca (rawa dalam bahasa Sunda). Saat ini Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung dipimpin oleh seorang direktur utama yaitu dr. H. Rachim Dinata Marsidi, SpB., FINAC., M.Kes

Sejarah

sunting

RS Hasan Sadikin dibangun pada masa penjajahan Belanda sejak tahun 1920 namun baru diresmikan tanggal 15 Oktober 1923. Namanya saat itu adalah Het Algemeene Bandoengche Ziekenhuis, dan kemudian diubah pada tahun 1927 menjadi Gemeente Ziekenhuis Juliana. Kapasitas RS waktu itu baru 300 tempat tidur.

Pada zaman penjajahan Jepang, RS ini berubah fungsinya menjadi RS Militer Jepang dengan nama Rigukun Byoin sampai kemerdekaan RI tahun 1945. Walaupun saat itu Indonesia sudah merdeka, RS ini masih dikuasai oleh Belanda, dan sampai tahun 1948 fungsinya menjadi RS Militer Belanda. Baru pada tahun 1948, RS Rancabadak kembali digunakan untuk umum atau sudah menjadi milik RI di bawah naungan Kota Praja Bandung. Ketika itu pimpinannya masih orang Belanda, W.J. Van Thiel yang menjabat sampai 1949. Setelah itu, baru dipimpin oleh orang Indonesia, yaitu dr. H.R. Paryono Suriodipuro, sebagai direktur pertama dari Indonesia.

Tahun 1954, menteri kesehatan menetapkan RS ini menjadi RS Provinsi dengan status langsung di bawah Departemen Kesehatan. Tahun 1956 ditetapkan menjadi RS Umum Pusat dengan kapasitas tempat tidur 600 pasien.

Nama Hasan Sadikin berasal dari salah satu mantan direktur rumah sakit, yaitu dr. Hasan Sadikin. Untuk mengenang jasa-jasanya sebagai dokter yang penuh dedikasi dan telah turut berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan RI, pemerintah pada tanggal 8 Oktober 1967 menetapkan namanya sebagai nama baru rumah sakit ini.[2] Selain penghormatan, namanya diabadikan dengan pertimbangan unsur kedaerahan karena Hasan Sadikin disebut sebagai "orang Sunda" pertama yang menduduki jabatan Direktur Rumah Sakit Rantja Badak.[3]

RSHS berstatus sebagai rumah sakit umum pusat (RSUP) dan telah memiliki gedung berstandar internasional serta telah menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Jawa Barat.[4] Rumah sakit ini juga menjadi rumah sakit tempat praktik bagi para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan beberapa sekolah keperawatan.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ (Indonesia) Situs RS. Dr. Hasan Sadikin Diarsipkan 2007-03-31 di Wayback Machine. di bumn-ri.com
  2. ^ "Sejarah dan Perkembangan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS): Dari Masa Kolonial Hingga Kasus Kontroversial". Merdeka.com. 9 April 2025. Diakses tanggal 4 Februari 2026.
  3. ^ Muttaqien, Azmy Yanuar (7 September 2020). "Sejarah Penamaan RSHS, dari Rantja Badak Hingga Hasan Sadikin". Bandungkita.id. Diakses tanggal 4 Februari 2026.
  4. ^ (Indonesia) Venusri Latif, Pengalaman dan Kenangan Menjabat Wadir Umum dan Keuangan RSHS: Memperingati 80 Tahun RSHS Diarsipkan 2004-11-13 di Wayback Machine.
  5. ^ "Rumah Sakit Pendidikan". Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung. Diakses tanggal 4 Februari 2026.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hasan Sadikin

Sakit di Kota Bandung. Hasan Sadikin terlahir dari pasangan Raden Sadikin dan Itjih Karnasih. Ayah Hasan Sadikin, Raden Sadikin adalah seorang landbouwconsulent

Cissy Rachiana Sudjana Prawira

direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin di Kota Bandung, Jawa Barat. Sejak kecil Cissy sering dibawa oleh ibunya ke Dokter Hasan Sadikin untuk mendapatkan imunisasi

Aqua (air mineral)

Kota Bandung dan Rumah Sakit Hasan Sadikin, menandatangani kerja sama program revitalisasi area kuliner RSUP Hasan Sadikin dan menyediakan lokasi usaha

H.B. Saanin

Bagian Penyakit Jiwa Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung. Ia memimpin rumah sakit selama total 28 tahun. Hasan Basri diangkat sebagai Dosen Luar Biasa

Poppy Mercury

Poppy meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 1995 di Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung akibat komplikasi Maag, bronchitis/radang tenggorokan atau yang

Paris Van Java Mall

juga cukup berdekatan dengan jalan layang Pasteur serta Rumah Sakit Hasan Sadikin. Keunikan dari Paris Van Java Mall adanya sebuah kolam ikan besar di

Kabinet Merah Putih

Sekretariat Negara. Jabatan ini, menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, adalah setingkat eselon II setelah Perpres baru mengenai Kementerian

Daftar rumah sakit di Kota Bandung

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Rumah Sakit Bungsu Rumah Sakit Hasan Sadikin Rumah Sakit Immanuel Rumah Sakit Santo Borromeus Rumah Sakit Santo Yusup