Hayu (Nepali: हायु) merupakan anggota suku Janajati yang berbicara dalam bahasa mereka sendiri, Wayu atau Hayu. Sedikit yang diketahui tentang mereka. Mereka beragama Hindu.

Menurut sensus Nepal tahun 2001, terdapat 1.821 orang Hayu di negara tersebut, di mana 70,29% beragama Hindu dan 23,61% menganut kepercayaan animisme.

Bahasa Hayu telah didokumentasikan oleh ahli linguistik Boyd Michailovsky.[1] The language currently appears in Wikipedia as 'Vayu'.

Referensi

sunting
  1. ^ Michailovsky, Boyd (2003). Thurgood & LaPolla (ed.). Hayu entry in: The Sino-Tibetan Languages. London & New York: Routledge. hlm. 518–532.
  • Nishi 西, Yoshio 義郎 (1992a). "ハユ語" [Hayu, Hai, Vayu, (LSI) Hāyu, Vāyu]. Dalam 亀井 Kamei, 孝 Takashi; 河野 Kōno, 六郎 Rokurō; 千野 Chino, 栄一 Eichi (ed.). 三省堂言語学大辞典 The Sanseido Encyclopaedia of Linguistics (dalam bahasa Jepang). Vol. 3. Tokyo: 三省堂 Sanseido Press. hlm. 253a – 269a. ISBN 4385152179.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hayu (lahir 1982)

Gusti Kanjeng Ratu Hayu (bahasa Jawa: ꦲꦪꦸcode: jv is deprecated , translit. Hayu; lahir 24 Desember 1982 dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita)

Sanghyang Hayu

Sanghyang Hayu adalah teks berbahasa Jawa Kuno yang berasal dari Jawa Barat yang berisi pengetahuan tentang kebajikan. Naskahnya ada beberapa buah yang

Notonegoro

dengan nama Angger Pribadi Wibowo) adalah suami dari Gusti Kanjeng Ratu Hayu, putri keempat dari Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Gusti Kanjeng Ratu

Hayu Dyah Patria

Hayu Dyah Patria (lahir 27 Januari 1981) adalah seorang pemberdaya makanan yang mendapat penghargaan Satu Award. Ia memanfaatkan tanaman liar untuk memenuhi

Beri Cinta Waktu

Samsul Afandi Sylvia Menul sebagai Dini Puspita Dewi Rezer sebagai Gladis Hayu Pangastuti sebagai Sulis Frislly Herlind sebagai Cindy Zulfikar Hasan sebagai

Hamengkubuwana X

(2024-10-23). "Mengenal GKR Maduretno: Putri Sultan HB X, Kakak dari GKR Hayu yang Aktif dalam Budaya dan Masyarakat". Radar Jogja. Diakses tanggal 2025-12-04

Mangkubumi (lahir 1972)

ratusan tahun dan diteruskan hingga adik-adik dari Pembayun: Maduretno, Hayu, dan Bendara. Pernikahan Pembayun dan Wironegoro dikaruniai dua orang anak

Pakubuwana X

lahir laki-laki atau perempuan. Ranggawarsita menjawab kelak akan lahir hayu. Pakubuwana IX kecewa mengira anaknya akan lahir cantik alias perempuan.