Hendrik Merkus de Kock
Potret oleh Cornelis Kruseman
Anggota Senat
Masa jabatan
1 Juli 1842ย โ€“ 12 April 1845
Penguasa monarkiWilliam II
Menteri Dalam Negeri
Masa jabatan
1 Desember 1836ย โ€“ 1 Juni 1841
Penguasa monarkiWilliam I
William II
Letnan (wakil)Gubernur Jenderal Hindia Belanda
Masa jabatan
2 Januari 1826ย โ€“ 16 Januari 1830
Penguasa monarkiWilliam I
Gubernur JenderalLeonard du Bus de Gisignies
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Hendrik Merkus de Kock

(1779-05-25)25 Mei 1779
Heusden, Republik Belanda
Meninggal12 April 1845(1845-04-12) (umurย 65)
Den Haag, Belanda
Orang tua
  • Johannes Conradus de Kock (ayah)
  • Maria Petronella Merkus (ibu)
KerabatCharles Paul de Kock (adik)
Penghargaan sipilOrde Militer Willem
Karier militer
Pihak
Dinas/cabang
PangkatLetnan Jenderal
Pertempuran/perangPerang Diponegoro
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Hendrik Merkus, Baron de Kock (25 Mei 1779ย โ€“ย 12 April 1845) adalah seorang perwira militer, administrator kolonial, dan politikus Belanda yang menjabat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari tahun 1826 hingga 1830. Ia juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dari tahun 1836 hingga 1841.[1]

Biografi

sunting

Hendrik Merkus de Kock lahir pada tanggal 25 Mei 1779 di Heusden, Republik Belanda. Ayahnya adalah Johannes Conradus de Kock, seorang bankir yang dipenggal kepalanya di Paris, dan ibunya adalah Maria Petronella Merkus.[1]

Pada tahun 1801, ia bergabung dengan Angkatan Laut Bataaf, dan pada tahun 1807 ditugaskan ke Hindia Belanda. Pada tahun 1821 ia memimpin ekspedisi militer ke Palembang untuk menumpas pemberontakan setempat. Kemudian, sebagai Letnan Gubernur Jenderal (1826โ€“1830), De Kock memimpin perlawanan terhadap Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa.[1]

Komandan yang berjaya itu dinyatakan sebagai baron pada tahun 1835, dan bertugas di Pemerintahan Belanda sebagai Menteri Dalam Negeri dari tahun 1836 hingga 1841. Ia menjabat sebagai Menteri Negara dari tahun 1841 hingga 1845. Ia tetap menjadi anggota Kamar Pertama parlemen hingga kematiannya. Ia meninggal di Den Haag pada tanggal 12 April 1845.[1]

Kehormatan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h i j k "H.M. baron de Kock" (dalam bahasa Belanda). Parlementair Documentatie Centrum. Diakses tanggal 4 Oktober 2014.

Pranala luar

sunting
Jabatan politik
Didahului oleh:
Hendrik Jacob, Baron van Doorn
Menteri Dalam Negeri
1836โ€“1841
Diteruskanย oleh:
Willem Anne, Baron Schimmelpenninck van der Oye

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Penangkapan Pangeran Diponegoro

menggambarkan ditangkapnya Pangeran Diponegoro oleh Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock pada 28 Maret 1830. Pada tahun 1829-1851, Raden Saleh, di bawah

Diponegoro

Jenderal De Kock bertemu dengan Pangeran Diponegoro. Jenderal De Kock didampingi Residen Kedu Valck, Letkol Roest (perwira De Kock), Mayor F.V.H.A de Stuers

Godert Alexander Gerard Philip baron van der Capellen

dan pada tahun 1826 posisi gubernur jenderal diserahkan kepada Hendrik Merkus de Kock. Untuk menghormati jasanya, di kota Batusangkar, ibu kota Kabupaten

Makam Pangeran Diponegoro

yang menyerah kepada Belanda. Pada tanggal 28 maret 1830, Jenderal Hendrik Merkus De Kock berhasil mengelabui pasukan Diponegoro di daerah Magelang. Mengetahui

Penyerahan Pangeran Diponegoro kepada Jenderal De Kock

Belanda. Pada tanggal 28 Maret 1830, Diponegoro diundang oleh Letnan Hendrik Merkus de Kock ke rumah penduduk di Magelang untuk mengakhiri perdamaian dan mengakhiri

Benteng Stelsel

benteng yang dinamai Fort de Kock, didedikasikan pada Hendrik Merkus de Kock, pelopor Benteng Stelsel. Pendirian Fort de Kock ini berhasil mempersempit

Ekspedisi Palembang II

1821. Komandan Belanda Hendrik Merkus de Kock berhasil mencapai kesepakatan dengan Kesultanan Palembang. Pada 22 Mei 1821, De Kock dengan armadanya sampai

Pertempuran Lengkong (1826)

Diponegoro mulai bergerak ke utara. Pasukan Belanda di bawah pimpinan Hendrik Merkus de Kock melancarkan pengejaran yang bertujuan untuk menangkap Diponegoro