Rumah misionaris di Buli (sekarang di Kabupaten Halmahera Timur, provinsi Maluku Utara) pada tahun 1905-1914

Misionaris adalah anggota dari suatu kelompok religius yang diutus ke suatu wilayah untuk menyebarkan keyakinan atau menyediakan layanan bagi masyarakat, seperti bidang pendidikan, literasi, keadilan sosial, kesehatan, serta pengembangan ekonomi.[1][2]

Dalam terjemahan Alkitab bahasa Latin, Yesus Kristus menggunakan istilah ini saat mengutus para murid ke berbagai wilayah dan memerintahkan mereka untuk memberitakan Injil demi nama-Nya. Meskipun istilah tersebut paling umum merujuk pada misi Kristen, kata ini juga dapat digunakan dalam konteks penyebaran paham atau ideologi lain secara luas.[3]

Istilah misi muncul pertama kali pada tahun 1598 saat para Yesuit (anggota Serikat Yesus) mengutus anggotanya ke luar negeri. Kata ini berasal dari bahasa Latin missionem (nom. missio) yang berarti 'tindakan mengutus', atau dari kata mittere yang berarti 'mengirim' atau 'mengutus'.[4]

Misionaris Kristen

sunting

Misionaris Protestan juga disebut sebagai zendeling (dari bahasa Belanda yang artinya pengutusan). Misionaris/Zending ditujukan untuk penyebaran agama Kristen melalui kabar keselamatan yang diberikan Allah kepada seluruh dunia. Misionaris adalah seorang pendakwah Katolik sedangkan zending adalah pendakwah Protestan.

Seorang misionaris adalah orang yang telah mengalami Kasih Bapa sehingga dia terdorong untuk membagikan Kasih Bapa yang Ia alami kepada orang-orang yang sama sekali tidak mengenal Allah.

Seorang Misionaris menjadi seperti orang yang hilang ingatan sehingga melupakan apa yang menjadi kehidupan lamanya, kehidupan yang mewah dan nyaman, kepada kehidupan yang berfokus kepada pelayanan cinta kasih kepada orang miskin, orang sakit, yang terdapa pada desa-desa terpencil yang jauh dari jangkauan perkotaan, bahkan kepada suku-suku sekalipun yang berada di pedalaman hutan.

Seorang misionaris mengenal panggilannya dengan benar, bahwa ia melakukan semua itu karena keselamatan yang sudah dia terima bukan untuk mencari keselamatan tetapi membagikannya kepada sesama manusia.

Misionaris Islam

sunting

Misionaris Islam di Indonesia berasal dari Arab dan Persia yang masuk ke pulau Jawa pada awal tahun 1400 dan lambat laun memenangkan para mualaf di antara golongan yang berkuasa. Pada saat itu Jawa masih didominasi oleh kebudayaan Hindu-Buddha. Sebutan untuk pendakwah kepada ajaran Islam adalah Da'i.

Misionaris Buddha

sunting

Semangat misionaris dalam agama Buddha ada sejak masa Buddha Gotama masih hidup.


Dalam baris pertama sabda tersebut, Buddha Gotama secara tegas mengutus para biku untuk pergi membabarkan Dhamma (ajaran Buddha) kepada dunia, demi kesejahteraan dan kebahagiaan semua makhluk. Pada baris kedua, semangat misionaris itu lebih terasa karena Buddha berpesan agar para biku tidak pergi berdua pada satu arah atau tempat tujuan. Ini bertujuan agar Dhamma ajaran Buddha dapat disebarkan secara lebih luas, dan dengan demikian akan ada lebih banyak makhluk yang dapat mengenal dan menikmati indahnya Dhamma.[5]

Di Myanmar, terdapat sebuah universitas bernama International Theravฤda Buddhist Missionary University (ITBMU) yang bertujuan untuk membagikan ajaran Buddhisme Theravฤda kepada masyarakat dunia, serta melatih para misionaris (Dhammaduta) yang memiliki moralitas luhur, menguasai kepustakaan Tipitaka Pali, dan mumpuni dalam praktik meditasi. Kini, para alumni ITBMU telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke Indonesia, untuk menjalankan misi penyebaran agama, mengajar meditasi, serta aktif berkontribusi dalam melestarikan Dhamma di komunitas buddhis global.

Pelopor Bahรก'รญ

sunting

Para pelopor dalam agama Bahรก'รญ dapat disandingkan dengan misionaris atau pendakwah. Akan tetapi, mereka tidak diberi pelatihan dan pendanaan khusus serta tidak menerapkan metode khusus dalam proses penyampaian dan penyebarluasan ajaran.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Missionary Define Missionary. dictionary.reference.com. Retrieved on 2019-05-16.
  2. ^ Thomas Hale 'On Being a Missionary' 2003, William Carey Library Pub, ISBN 0-87808-255-7.
  3. ^ For example, Buddhism launched "the first large-scale missionary effort in the history of the world's religions" in the 3rd century BCE. (Richard Foltz, Religions of the Silk Road, Palgrave Macmillan, 2nd edition, 2010, p. 37 ISBN 978-0-230-62125-1).
  4. ^ Online Etymology Dictionary. etymonline.com. Retrieved on 2011-01-19.
  5. ^ "Semangat Missionaris Dalam Buddhisme". DhammaCitta. Diakses tanggal 2023-12-17.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

William Carey

mengikuti jejaknya dalam bidang misionaris, termasuk ahli bahasa berbakat Henry Martyn. Sebelum meninggal dunia, Carey telah menyelesaikan penerjemahan Alkitab

Majelis Notables

Knecht 1989, hlm.ย 59. Martin 1973, hlm.ย 131. Baird, Henry Martyn (1886). The Huguenots and Henry of Navarre. hlm.ย 486. Baumgartner, hlm. 233 Baumgartner

Maklumat Versailles

2012-07-14 di Wayback Machine., diunduh pada 29 Januari 2012 Baird, Henry Martyn. History of the Rise of the Huguenots of France. Kila, MT: Kessinger

The Red Mill (film)

seorang impresario teatrikal terkenal yang bernama Charles Dillingham. Henry Blossom menulis lirik-lirik untuk musik Victor Herbert. Musikal tersebut

Piala Dunia FIFA 2026

matches". World Soccer (dalam bahasa Inggris). 18 Januari 2017. Ziegler, Martyn (1 April 2022). "Format for 2026 World Cup could be revamped amid 'collusion'

Dahagi Singapura 1915

University Press. hlm.ย 122โ€“123. ISBNย 978-0-19-582549-7. "Life story of Thomas Henry Martyn Jerram from Lives of the First World War". Sareen, T.R. (1995). Secret

Britania Raya

ECB England and Wales Cricket Board. Retrieved 4 August 2008. McLaughlin, Martyn (4 August 2009). "Howzat happen? England fields a Gaelic-speaking Scotsman

Charles Kanaสปina

Hawaiian Islands", The Hawaiian Gazette, vol.ย XIII, Honolulu, Hawaii: Henry Martyn Whitney, hlm.ย 2 Hatchie, Joseph Kalani Puahi Kilinahe (1978), Inclusion