Sebuah karikatur antisemit dari tahun 1873 yang menggambarkan seorang pria Yahudi dengan hidung raksasa yang menonjol.

Hidung Yahudi adalah sebuah stereotip etnis dan ras[1] yang mengacu kepada hidung bengkok raksasa[2] yang dikatakan sebagai ciri khas orang Yahudi Eropa.[3][4] Meskipun hidung semacam ini sebenarnya juga dapat ditemui pada orang Eropa dan tidak semua orang Yahudi memiliki hidung seperti ini,[5][6][7] orang Yahudi terus menerus digambarkan seperti ini dalam berbagai karikatur.

Sejarah

sunting

Pakar sejarah seni Sarah Lipton menilik kembali penggambaran hidung raksasa Yahudi ke abad ke-13.[8] Sebelumnya, orang Yahudi tidak digambarkan secara khusus dalam seni dan ikonografi. Namun, sejak akhir abad ke-13, realisme dalam bidang seni dan meningkatnya ketertarikan terhadap fisiognomi mendorong para seniman untuk menunjukkan ciri khas etnis. Untuk orang Yahudi, ciri khas yang diberikan adalah wajah yang naturalistik dengan hidung yang besar dan menonjol, sehingga terlahirlah karikatur orang Yahudi berhidung besar.

Referensi

sunting
  1. ^ Schrenk, Bernice (2007), "'Cutting Off Your Nose to Spite Your Race': Jewish Stereotypes, Media Images, Cultural Hybridity", Shofar: An Interdisciplinary Journal of Jewish Studies, 25 (4): 18, doi:10.1353/sho.2007.0121.
  2. ^ Patai, Raphael (1989), The Myth of the Jewish Race, Wayne University Press, hlm.ย 208, ISBNย 978-0-8143-1948-2.
  3. ^ Preminger, Beth (2001), "The "Jewish Nose" and Plastic Surgery: Origins and Implications", Journal of the American Medical Association, 286 (17): 2161, doi:10.1001/jama.286.17.2161-JMS1107-5-1.
  4. ^ Jacobs, Joseph; Fishberg, Maurice (1906), "Nose", Jewish Encyclopedia.
  5. ^ Helmreich, William B (1982), The Things They Say Behind Your Back: Stereotypes and the Myths Behind Them, Transaction Publishers, hlm.ย 36โ€“37, ISBNย 978-1-4128-3933-4.
  6. ^ Holden, Harold Miller (1950), Noses, World Publishing Company, hlm.ย 69, A considerable study has been made on the 'Jewish' nose. It has been found that this nose is far less prevalent among Jews than popularly supposed. Furthermore, it is most prevalent among Jews when it is also prevalent among the general population, as among Mediterranean or Bavarian people.
  7. ^ Silbiger, Steve (2000), The Jewish Phenomenon: Seven Keys to the Enduring Wealth of a People, Longstreet Press, hlm.ย 13, ISBNย 978-1-56352-566-7, Sociologists have shown that the 'Jewish nose' is no more common to Jews than to Mediterranean people.
  8. ^ Lipton, Sara (14 November 2014). "The Invention of the Jewish Nose". The New York Review of Books. Diakses tanggal 2016-05-29.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perang Bar Kokhba

Perang Yahudi-Romawi Kedua atau Pemberontakan Kedua Yahudi (dari tiga Perang Yahudi-Romawi), adalah pemberontakan besar kedua oleh orang-orang Yahudi dari

Babi

Babi adalah sejenis hewan ungulata yang bermoncong panjang dan berhidung lemper dan merupakan hewan yang aslinya berasal dari Eurasia. Babi merupakan

Pedagang Bahagia

stereotip tentang orang Yahudi, yakni meliputi: Hidung besar yang berbentuk kait (" Hidung Yahudi ") Kippah (penutup kepala Yahudi) Senyum jahat, dengan

Adam

saat penulisan kitab tersebut, Yahudi belum mengenal konsep setan, dan konsep tersebut baru diadopsi oleh pemuka agama Yahudi ke kitab-kitab suci terbitan

Paulus dari Tarsus

bangsa-bangsa non-Yahudi" yaitu Bangsa Romawi kuno (Roma 11:13). Ia membuat usaha yang luar biasa melalui surat-suratnya kepada komunitas non-Yahudi untuk menunjukkan

Pinokio

album f(x) Pinocchio (seri TV 2014) sebuah drama Korea Paradoks Pinokio Hidung Yahudi Pinokio dan Peri Biru sebuah drama Indonesia (Inggris) Carlo Collodi

Saya Thetgyi

tiga hari. Praktisi fokus penuh pada sentuhan arus napas murni di ujung hidung tanpa mengikuti pergerakan udara ke dalam paru-paru atau pusar. Konsentrasi

Utsman bin Affan

seorang Yahudi. Letaknya sangat strategis, berada di lintasan yang banyak dilalui kaum muslim. Mereka sangat membutuhkan air dari sumur itu, tetapi Yahudi itu