| Pengepungan di Bukit Duri | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Joko Anwar |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Joko Anwar |
| Pemeran | |
| Penataโmusik | Aghi Narottama |
| Sinematografer | Jaisal Tanjung, ICS |
| Penyunting |
|
Perusahaan produksi | |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 118 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Bahasa Indonesia |
Pengepungan di Bukit Duri adalah film laga menegangkan Indonesia tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar. Film ini dibintangi oleh Morgan Oey, Omara Esteghlal, dan Hana Pitrashata Malasan. Berkisah tentang Edwin, seorang guru pengganti yang ditugaskan mengajar di SMA Duri, sebuah sekolah dengan reputasi buruk sebagai tempat berkumpulnya siswa bermasalah.
Pengepungan di Bukit Duri tayang perdana di bioskop pada 17 April 2025.[1] Film ini berhasil mencapai 1,8 juta penonton sehingga menjadikannya sebagai film Indonesia terlaris ke-10 pada 2025 serta memenangkan penghargaan terbanyak di Festival Film Indonesia 2025 dengan lima piala pada kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penata Efek Visual, Penata Musik Terbaik, dan Penata Rias.
Plot
suntingFilm dibuka dengan kilas balik ke kerusuhan rasial Mei 1998 di Jakarta yang disebabkan karena isu ekonomi dan korupsi, di mana kekerasan brutal ditujukan kepada etnis Tionghoa akibat stereotipe bahwa semua etnis Tionghoa semuanya kaya. Pada tahun 2009, di sebuah SMA di Jakarta, Panca mencoba memberikan surat cinta kepada Silvi melalui adiknya yang bernama Edwin, namun Silvi yang mendatangi mereka menyuruh Panca untuk langsung mengungkapkan kepadanya dan tidak menerima ataupun menolak. Pada saat kelas, guru menyuruh semua murid untuk pulang akibat adanya kerusuhan. Dalam perjalanan, bis umum yang dinaiki Silvi dan Edwin dihentikan oleh kerumunan masa. Silvi di bawa oleh sekelompok pria dan diperkosa. Panca yang mencoba menolong tidak bisa berbuat banyak, sedangkan Edwin dipukul hingga pingsan. Setelah siuman, Edwin berlari pulang dan menemukan bahwa rumah tempat tinggalnya tengah terbakar hebat.
Pada tahun 2027, Indonesia menjadi sebuah negara yang kacau, di mana diskriminasi terhadap etnis Tionghoa masih sangat kuat. Edwin yang dibesarkan sendirian oleh Silvi kini telah dewasa dan berprofesi sebagai guru SMA. Sebelum meninggal, Silvi telah berpesan kepada Edwin untuk mencari anaknya yang merupakan hasil pemerkosaan 17 tahun yang lalu. Setelah bekerja di lima SMA yang berbeda sebagai guru pengganti, ia melamar kerja di SMA Bukit Duri yang terkenal karena siswa-siswanya yang sangat nakal. Pada hari pertamanya menjadi wali kelas 3F, murid-murid menunjukkan perilaku yang merendahkan Edwin, bahkan seorang murid bernama Jefri melemparkan sebuah kayu pada saat Edwin menulis di papan tulis. Edwin kemudian berkenalan dengan staf sekolah bernama Diana.
Kelompok murid Bukit Duri yang dipimpin oleh Jefri memiliki hobi untuk merundung anak-anak lain yang beretnis Tionghoa. Suatu hari saat sedang berjalan di daerah Pecinan, Edwin menghentikan pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang kepada Kristo. Di kelas, Edwin melihat bakat menggambar Kristo dan saling berargumen dengan Jefri yang menolak tugas menggambar. Geng Jefri kemudian menculik seorang dan menguncinya di sebuah bangunan tidak berpenghuni. Malam harinya, Edwin pergi ke bar khusus etnis Tionghoa bersama dengan Diana. Sepulangnya dari sana dan mengantar Diana, seorang laki-laki bertopeng menyerang Edwin dengan menggunakan pisau. Edwin berhasil melawan balik dan menikam kaki penyerangnya tersebut. Saat melarikan diri, terungkap bahwa penyerang tersebut adalah Jefri.
Keesokan harinya, Jefri dipanggil oleh kepala sekolah dan terbukti bersalah sebagai pelaku penyerangan Edwin, sehingga menyebabkan dirinya dikeluarkan dari sekolah. Sebagai persiapan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Edwin meminta Kristo untuk membantunya mendekorasi ruangan sekolah pada hari libur sekolah. Di hari tersebut, kerusuhan anti-Tionghoa kembali terjadi di seluruh Jakarta, mirip seperti yang terjadi pada tahun 1998 dan tahun 2009. Geng Jefri menggunakan kesempatan tersebut dengan mendatangi sekolah sambil membawa senjata. Edwin, Diana, Kristo dan Rangga berlindung ke ruang aula sekolah. Ayah dari Rangga datang ke sekolah untuk menjemput yang dipersilahkan masuk oleh geng Jefri. Setelah sampai di depan aula, ayah Rangga dipukul oleh Jefri dan teman-temannya dan mengancam akan membunuhnya bila Rangga tidak segera keluar. Gerry kemudian mulai menyiksa ayah Rangga. Edwin bernegosiasi dengan Jefri, dengan mengatakan padanya bahwa dia akan keluar dari aula bila kelompoknya setuju untuk menjauh dari pintu. Edwin langsung memasukkan ayah Rangga ke dalam aula dan kemudian melakukan negosiasi ulang, di mana dia baru akan keluar setelah Rangga dan ayahnya keluar dari sekolah dengan selamat. Rangga dan ayahnya berjalan keluar namun ditangkap oleh geng Jefri, sementara Edwin, Diana dan Kristo masuk kembali ke dalam aula. Jefri akhirnya membakar ayah Rangga hingga tewas. Rangga yang mencoba melarikan diri juga dibunuh oleh Gerry.
Edwin berterus terang kepada Diana mengenai alasannya menjadi guru di sekolah tersebut adalah untuk mencari keponakannya. Dia kemudian masuk ke lorong udara toilet aula dengan tujuan untuk mematikan pengacak sinyal yang ada di ruang security. Di tempat lain, Jefri membunuh dengan brutal pada saat Sim pergi ke toilet. Gerry kemudian akhirnya menggunakan obor tiup untuk merusak pintu aula, di mana Kristo dan Diana pergi melarikan diri melalui lorong udara yang sama yang dilewati Edwin sebelumnya. Edwin berhasil menaklukkan Reihan dan Anto, dan secara tidak sengaja membuat Gerry terjatuh dan tewas saat menyerangnya. Di laboratorium, Kristo mengungkapkan pada Diana bahwa dirinya bukan keponakan Edwin, karena dia tahu pasti orang tua kandungnya dan dia lahir di Malaysia. Edwin kemudian bertarung dengan Jefri, di mana Edwin akhirnya berhasil melumpuhkannya. Culap, Jay, Dotty yang tiba saat itu memilih tidak membantu Jefri karena tidak mau dikaitkan dengan berbagai pembunuhan yang telah terjadi dan memutuskan meninggalkan Jefri dan Edwin. Jefri akhirnya tewas terbunuh. Tidak lama kemudian gerombolan masa menyerbu sekolah dan menjarah barang-barang. Saat berjalan keluar, Edwin melihat video yang diberikan Kristo mengenai Jefri yang memiliki dendam kesumat kepada etnis Tionghoa karena dirinya merupakan anak hasil pemerkosaan 17 tahun lalu. Edwin menyelamatkan diri tepat pada waktunya dari serbuan masa dengan menumpang mobil yang dikendarai oleh Panca, sementara itu seorang anak menemukan dan membebaskan anak yang disekap geng Jefri.
Pemeran
sunting- Morgan Oey sebagai Edwin
- Omara Esteghlal sebagai Jefri Hariman
- Hana Pitrashata Malasan sebagai Valdiana Rahardjo ("Diana")
- Endy Arfian sebagai Khristo Ramli
- Fatih Unru sebagai Rangga Kurnia
- Dewa Dayana sebagai Gerry Rahadi
- Satine Zaneta sebagai Dorothy Susatyo ("Dotty")
- Faris Fadjar Munggaran sebagai Reihan Wahyudi
- Florian Rutters sebagai Simala Arka ("Sim")
- Farandika sebagai Jay Adiguna
- Sandy Pradana sebagai Hananto Setiawan ("Anto")
- Raihan Khan sebagai Robin Oliando ("Culap")
- Sheila Kusnadi sebagai Silvi remaja
- Bima Azriel sebagai Panca remaja
- Theo Camillo Taslim sebagai Edwin remaja
- Kiki Narendra sebagai Abduh
- Landung Simatupang sebagai Darmo Sumitra
- Lia Lukman sebagai Silvi Meilani
- Natalius Chendana sebagai guru
- Shindy Huang sebagai Vera Lestama
- Emir Mahira sebagai Panca
Produksi
suntingFilm ini pertama kali diumumkan pada Juli 2022 dan diproduksi oleh Amazon MGM Studios dan Come and See Pictures milik Joko Anwar, dengan Anwar sebagai sutradara dan Tia Hasibuan sebagai produser. Awalnya, film ini diumumkan sebagai film orisinal Prime Video.[2] Ini adalah film non-horor pertama Anwar sejak 2019 dan merupakan kolaborasinya yang pertama dengan studio Amerika serta kolaborasinya yang pertama dengan aktor utama Morgan Oey.[3] Pengambilan gambar utama selesai pada Oktober 2024.[4]
Lagu tema
suntingJoko Anwar menggaet sederet band indie untuk mengisi lagu tema film ini.[5][6]
| No. | Judul | Penyanyi | Durasi |
|---|---|---|---|
| 1. | "Terima kasih Guruku" | Achmad Barakha Novriandra, Velyn Elsa, Khayla Khay | 3:37 |
| 2. | "Get the F Up!" | Tony Merle | 2:22 |
| 3. | "Riot Girl" | Amazing in Bed | 2:56 |
| 4. | "Shatter" | Negative Lovers | 3:29 |
| 5. | "Nuansa Bening" | Keenan Nasution | 4:59 |
| 6. | "They Come from the Dark" | Ape on the Roof | 3:37 |
| 7. | "Revolution's Hum" | Asian Express | 4:47 |
| 8. | "Above the Crowd" | Zeke Khaseli | 2:16 |
| 9. | "Japanes Blue" | Asian Express | 3:30 |
| 10. | ""Is It Worth (It Ainโt)" | Salim Lubis | 3:26 |
| 11. | "Strangers, Unseen" | Tony Merle | 2:31 |
| 12. | "It Takes Me Back" | Negative Lovers | 4:39 |
| 13. | "Di Timur Matahari" | Paduan Suara SD YPPSB 3 Sangatta Utara | 1:17 |
| 14. | "Rock & Folk" | Negative Lovers | 4:20 |
| Durasi total: | 47:46 | ||
Tanggapan
suntingLeila S. Chudori yang menulis untuk Tempo menyebut jika dibandingkan film-film Joko Anwar terdahulu seperti A Copy of My Mind atau Kala, Pengepungan di Bukit Duri bukanlah sesuatu yang baru. Namun, di sisi lain Leila mengapresiasi cara Joko Anwar mengemas isu rasisme yang sangat jelas terinspirasi oleh peristiwa sejarah yang telah terkubur dalam, serta konsistensinya untuk menyematkan subtema tentang kelahiran anak yang kali ini membicarakan tentang " โฆ apa yang terjadi jika seorang anak dilahirkan sebagai akibat sebuah kekerasan?".[7]
Penghargaan dan nominasi
sunting| Tahun | Penghargaan | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | Festival Film Bandung | Film Indonesia Terpuji | Pengepungan di Bukit Duri | Nominasi | [8][9] |
| Pemeran Utama Pria Terpuji Film Indonesia | Morgan Oey | Menang | |||
| Penata Musik Terpuji Film Indonesia | Aghi Narottama | Nominasi | |||
| Penata Editing Terpuji Film Indonesia | Joko Anwar | ||||
| Erwin Prasetya Kurniawan | |||||
| Teguh Raharjo | |||||
| Penata Artistik Terpuji Film Indonesia | Toni Ortega | ||||
| Dennis Sutanto | |||||
| Penata Kamera Terpuji Film Indonesia | Ical Tanjung | ||||
| Festival Film Indonesia | Film Cerita Panjang Terbaik | Pengepungan di Bukit Duri | Nominasi | ||
| Sutradara Terbaik | Joko Anwar | ||||
| Penulis Skenario Asli Terbaik | |||||
| Pemeran Utama Pria Terbaik | Morgan Oey | ||||
| Pemeran Pendukung Pria Terbaik | Omara Esteghlal | Menang | |||
| Penata Rias Terbaik | Novie Ariyanti | ||||
| Penata Musik Terbaik | Aghi Narottama | Menang | |||
| Penata Suara Terbaik | Anhar Moha | Nominasi | |||
| Pengarah Sinematografi Terbaik | Ical Tanjung | Menang | |||
| Pengarah Artistik Terbaik | Dennis Sutanto | Nominasi | |||
| Penata Efek Visual Terbaik | Abby Eldipie, Kalvin Irawan, Qanary Studio, LMN Studio, GajaFX, dan NO3G Visual Effects | Menang | |||
| Penyunting Gambar Terbaik]] | Joko Anwar, Erwin Prasetya, dan Teguh Raharjo | Nominasi | |||
| Indonesian Movie Actors Awards | Ansambel Terbaik | Pengepungan di Bukit Duri | |||
| Film Terfavorit | |||||
| Pemeran Utama Pria Terbaik | Morgan Oey | ||||
| Pemeran Utama Pria Terfavorit | |||||
| Pemeran Pendukung Pria Terbaik | Omara Esteghlal | ||||
| Pemeran Pendukung Pria Terfavorit | Menang |
Referensi
sunting- ^ Fadilah, Raihan (7 April 2025). "Sinopsis Pengepungan di Bukit Duri, film ke-11 Joko Anwar". Antara News. Diakses tanggal 19 April 2025.
- ^ Shackleton, Liz (July 31, 2022). "Amazon Prime Video Announces First Southeast Asian Originals And Local User Experience". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2023. Diakses tanggal 22 Oktober 2024.
- ^ "Action-Thriller Film "The Siege At Thorn High" Marks First Collaboration Between Hollywood's Amazon MGM Studios And Joko Anwar". Todays Stage. 21 October 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 November 2024. Diakses tanggal 22 Oktober 2024.
- ^ Merican, Sara (21 Oktober 2024). "Amazon MGM Studios Sets 2025 Theatrical Release For Joko Anwar's 'Siege At Thorn High'". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 22 October 2024.
- ^ Priwiratu, Elizabeth Chiquita Tuedestin (2025-04-28). "Daftar Soundtrack Film Pengepungan di Bukit Duri". IDN Times. Diakses tanggal 2025-11-23.
- ^ Priwiratu, Elizabeth Chiquita Tuedestin (28 April 2025). "Daftar Soundtrack Film Pengepungan di Bukit Duri". idntimes.com. Diakses tanggal 19 Mei 2025.
- ^ Chudori, Leila S. (20 April 2025). "Pengepungan di Bukit Duri: Kekerasan dan Rasisme dalam Film Joko Anwar". Tempo.co. Diakses tanggal 5 Mei 2025.
- ^ Sukmawati, Rheina (15 September 2025). "Daftar Lengkap Nominasi Festival Film Bandung 2025, Ada Aqeela Calista hingga Devano Mahendra". Tribun Jabar. Diakses tanggal 15 September 2025.
- ^ "Sore: Istri dari Masa Depan, Film Terpuji di Festival Film Bandung". Tempo.co. 1 November 2025. Diakses tanggal 1 November 2025.
Pranala luar
sunting- Pengepungan di Bukit Duri di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- The Siege at Thorn High (2025) di Letterboxd (dalam bahasa Inggris)
- Pengepungan di Bukit Duri (2025) di TMDB